Sejak 1 Juni 2017, Bank Indonesia menerapkan aturan baru bunga maksimal kartu kredit. Bunga kartu kredit turun dari sebelumnya maksimal 2,95 persen per bulan atau 35,4 persen per tahun menjadi 2,25 persen per bulan atau 26,95 persen per tahun.

Namun benarkah pemegang kartu kredit bebas dari bahaya jerat tagihan utang kartu kredit? Tentu saja tidak, karena hal itu tergantung dari perilaku kamu dalam menggunakannya.

Dengan kartu kredit, kamu bisa belanja gadget terbaru walau belum gajian. Menginap di hotel bagus saat traveling pun bisa jika kamu punya kartu kredit. Tinggal serahkan kartu kredit ke kasir, gesek dan tanda tangan maka transaksi terjadi. Namun, kemudahan dan kepraktisan transaksi yang ditawarkan kartu kredit bisa membuat kamu terlena sehingga tidak bisa mengontrol penggunaannya. Oleh karena itu, perhatikan tips berikut ini agar kamu terbebas dari jerat utang kartu kredit.

1. Hindari Pembayaran Minimum

Hindari membayar tagihan kartu kredit dengan jumlah minimum atau minimum payment. Jika kamu hanya melunasi tagihan sebesar pembayaran minimum, maka sisa tagihanmu akan dikenakan bunga. Akibatnya, kamu pun harus membayar lebih besar. Bila hal ini kamu lakukan setiap bulan, utang kartu kreditmu akan terus membengkak.

2. Catat Sejarah Transaksi

Beberapa dari kita tidak bisa mengontrol penggunaan kartu kredit karena kemudahan membeli barang dengan kartu kredit. Mereka pun tak mencatat berapa nilai transaksi pengggunaan kartu kreditnya. Bila bank penerbit kartu kredit belum menyediakan fitur cek transaksi online, cukup sulit bagi kita mengecek apa saja dan berapa nilai tagihan secara real time. Karena itu, setiap kali selesai bertransaksi dengan kartu kredit, catat di jurnal pengeluaranmu beserta nilai transaksinya agar kamu tidak kebablasan.

3. Gunakan Hanya Bila Ada Program Promo

Bila terpaksa menggunakan kartu kredit untuk membeli barang kebutuhanmu, manfaatkan program promosi yang ditawarkan oleh bank penerbit kartu kredit. Misalnya, program cicilan dengan bunga 0 persen untuk barang elektronik, ponsel atau barang lainnya. Dengan program ini kamu tidak perlu melunasi semua tagihan sekaligus. Kamu bisa mencicil per bulan tanpa bunga namun jangan sampai lewat jatuh tempo pembayaran.

4. Perhatikan Jatuh Tempo Pembayaran

Ingat selalu tanggal jatuh tempo pembayaran tagihan karena kalau melewatkannya, kamu akan kena denda berupa bunga sebesar 2,25 persen dari tagihan per bulan. Sebelum menggesek kartu kredit, pastikan bahwa kamu memiliki dana cukup untuk pelunasan sebelum tanggal jatuh tempo. Misalkan tanggal gajian di tanggal 25 sementara jatuh tempo tagihan tanggal 28.

5. Tarik Tunai? Jangan Pernah

Rata-rata bank memberikan fasilitas tarik tunai pada kartu kreditnya. Dengan kartu kredit kita bisa menarik uang di ATM seperti halnya kartu debit. Namun, bank penerbit kartu kredit membebankan biaya untuk transaksi penarikan tunai ini. Besarnya berbeda-beda antara bank penerbit, minimal Rp50 ribu sekali penarikan. Belum lagi kalau telat membayar tagihan, kamu akan dikenakan bunga tambahan.

6. Gunakan Fasilitas Autodebit

Bila kamu memiliki rekening tabungan di bank penerbit kartu kredit, kamu bisa mengaktifkan fitur autodebit untuk membayar tagihan. Dengan autodebit, kamu bisa terhindar dari bunga tagihan karena dana di rekening akan didebit otomatis saat tagihan kartu kreditmu jatuh tempo. Kamu bisa mendatangi kantor cabang bank untuk mengaktifkannya atau bisa mengaktifkan sendiri melalui internet banking.

7. Jangan Memiliki Kartu Kredit Lebih dari Satu

Menggunakan kartu kredit sebagai alat pembayaran memang menggoda karena mudah dan cepat untuk mendapatkan barang atau jasa yang kita inginkan. Memiliki kartu kredit lebih dari satu akan memicu konsumsi berlebih. Jika transaksi satu kartu kredit sudah melewati nilai limit yang diberikan bank penerbit maka kamu bisa tergoda untuk menggunakan kartu kredit kedua dan tentu akan memberatkan untuk pelunasan tagihannya.