Saat mendapat pekerjaan pertama usai wisuda, tentu kamu bangga. Jerih payah selama kuliah pun terbayar karena kamu sekarang bisa menghasilkan uang sendiri. Gaji kamu bisa dipakai membeli barang kesukaan kamu seperti baju, gadget, dan traveling.

Namun, pernahkah kamu berpikir semua itu tidak bisa kamu nikmati lagi jika sudah pensiun dan tidak bekerja? Umumnya, usia pensiun karyawan adalah 55 tahun.

Karena itu, agar bisa terus menjalani gaya hidup yang kamu inginkan, kamu harus mempersiapkan dana pensiun sedini mungkin. Berikut lima alasan pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak sekarang:

1. Karena Usia Produktif Manusia Terbatas

Masa kerja produktif di Indonesia berkisar di usia 15-64 tahun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan fisik tubuh kita juga menurun. Perusahaan tidak menggunakan lagi jasa karyawannya yang sudah melewati usia produktif karena produktivitas kerja juga akan mengalami penurunan.

Memulai berwirausaha setelah melewati usia produktif pun akan lebih sulit karena alasan tersebut. Lalu bagaimana kamu akan mendapat penghasilan di usia non-produktif? Kamu harus menyiapkan program pensiun sejak kamu memulai kerja. Carilah produk-produk keuangan yang cocok untuk program pensiun kamu.

2. Inflasi yang Kejam

Karena inflasi, harga barang-barang naik tiap tahun sementara kenaikan pendapatan kita tidak sebanding dengan kenaikan harga barang. Bila kamu sudah memasuki usia pensiun, misal 25-30 tahun lagi, kenaikan harga barang bisa belasan kali lipat dari harga sekarang.

3. Tidak Ingin Jadi Beban Anak

Di Indonesia masih banyak orang tua yang mengharapkan bantuan anaknya di saat mereka sudah tidak bisa bekerja atau sudah tidak produktif lagi. Hal ini biasanya terjadi pada orang tua yang tidak memiliki dana pensiun memadai untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Padahal si anak sudah menikah dan punya kewajiban membesarkan anaknya sendiri. Apakah kamu akan melakukan hal sama kepada anak saat kamu sudah tidak aktif bekerja nanti?

4. Hasil Maksimal di Saat Usia Pensiun

Jika kamu ikut lembaga dana pensiun atau menyiapkan sendiri pensiun dengan berinvestasi di produk keuangan sejak usia muda, tentu hasilnya akan lebih maksimal dibandingkan baru memulainya di usia menjelang pensiun.

Sebagai ilustrasi, jika kamu saat ini berusia 25 tahun, berinvestasi di reksa dana saham Rp1 juta per bulan (Rp12 juta per tahun) dengan imbal hasil 18 persen setahun, maka pada usia 55 tahun kamu akan mendapat dana pensiun Rp2,3 miliar.

Bandingkan dengan apabila kamu baru mulai di saat usia 40 tahun. Dengan investasi Rp1 juta per bulan dan asumsi imbal hasil yang sama maka di usia pensiun 55 tahun kamu hanya mendapat Rp863 juta. Jika kamu mau jumlah dana pensiun Rp2,3 miliar, maka kamu harus menginvestasikan dana per bulan hingga tiga kali lipat.

5. Untuk Menambah Dana Pensiun dari Kantor

Di Indonesia ada kewajiban perusahaan harus mengikutkan karyawannya sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT). Besarnya iuran JHT adalah sebesar 5,7 persen dari gaji karyawan tiap bulan. Perusahaan wajib membayarkan 3,7 persen iuran JHT dan sisa 2 persennya ditanggung oleh karyawan itu sendiri.

Jika gaji kamu Rp5 juta, maka iuran JHT per bulan mencapai Rp285 ribu. Jika diasumsikan imbal hasil dana JHT sebesar 7 persen per tahun, maka saat mengambil dana JHT di usia 55 tahun tidak akan lebih dari Rp200 juta. Jumlah tersebut mungkin belum memadai untuk menyokong gaya hidup yang kamu inginkan saat menjalani masa pensiun. Karena itu, kamu perlu mencukupi dana pensiunmu dengan berinvestasi pada produk-produk keuangan, bahkan sejak pertama kali bekerja.