Muhammad Emyranza Sukses Berbisnis Barbershop Berkat Fokus

170

Berani untuk mencoba dan memulai, itulah yang dilakukan Muhammad Emyranza (25) tahun 2012 lalu. Saat itu Emyr, panggilan cowok ini, masih mahasiswa semester empat di Universitas Prasetiya Mulya. Berawal dari kebiasaannya potong rambut di tukang cukur langganan, ia punya ide mendirikan barbershop yang trendy dan kekinian.

“Lima tahun lalu, kalau kita ngomongin barber, masih identik dengan pangkas rambut. Belum ada barberyang tertata, modern dan profesional untuk anak muda,” kata Emyr.

Emyr lalu mengajak Triputra Salim, sepupunya, sebagai partner. Padahal, mereka berdua sama sekali tidak memahami bidang pangkas rambut pria. Karena itu, Emyr juga mengajak tukang cukur langganannya bergabung sebagai partner sekaligus kapster (pemotong rambut). Bisnisnya kemudian dinamakan Barberbox.

Namun sebelum Barberbox mulai beroperasi, tukang cukur langganan Emyr mundur. Emyr dan Tri sempat kebingungan. Tapi mereka memutuskan tetap jalan dan bergerilya ke tempat-tempat pangkas rambut pria untuk mencari kapster dan survei perlengkapan yang harus disediakan di barbershop. Akhirnya, di pengujung tahun 2012, Emyr membuka Barberbox di kawasan Senopati.

Dua bulan pertama, bisnisnya masih sepi. Hanya ada 2-3 pelanggan yang datang. Walau stres melanda, Emyr dan Tri melakukan berbagai upaya untuk menaikkan omzet Barberbox. Di antaranya dengan gencar melakukan promosi di media sosial. “Karena belum bisa membayar desainer grafis, semua materi promosi kami bikin sendiri. Seadanya banget,” kata Emyr tertawa.

Upaya Emyr pun membuahkan hasil. Setelah tujuh bulan, nama Barberbox mulai dikenal orang. KeunikanBarberbox menyebar dari mulut ke mulut, terutama di antara kaum pria yang ingin memperoleh layanan men’s grooming. Dalam sehari, pernah ada 120 customer yang mengantre jasa potong rambut di Barberbox. Bahkan, ada yang sudah waiting list sejak dua hari sebelumnya. Selebritas yang sempat potong rambut di Barberbox juga ikut menaikkan pamor barbershop trendy ini.

Setelah pelanggan membeludak, Emyr memperluas tempat usaha dengan menyewa lantai bawah lokasi Barberbox di Senopati. Ia juga membuka cabang di Kelapa Gading. Namun, kesuksesan yang mulai dirasakan Emyr membuatnya jadi terlalu percaya diri. Ia menjalankan  bisnis baru berupa resto di Kelapa Gading dan berani meminjam modal dari bank. Ternyata, langkah ini justru membuat semua bisnisnya terpuruk.

“Barberbox dan resto bleeding. Nilai kuliah saya juga hancur-hancuran. Padahal, sebelum bikin bisnis resto itu saya riset dulu sampai setahun, sekalian untuk tugas kuliah. Akhirnya saya konsultasi dengan dosen, eh, malah disuruh tutup. Saya shocked. Tapi dosen itu bilang, namanya bisnis pasti bisa rugi. Kalau rugi, ya, harus ditutup,” cerita Emyr.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Akhirnya Emyr pun mengikuti nasehat tersebut dan mengkaji permasalahan yang sedang dihadapinya. Menyelesaikan kuliah, menjaga kelangsungan bisnis Barberbox dan membayar pinjaman bank adalah tiga hal yang kemudian diutamakan Emyr. Pengalaman tersebut menjadi titik balik dalam bisnis sekaligus hidupnya. Ia tidak ingin kehilangan fokus lagi dalam mencapai tujuan-tujuan di masa depan.

Karena itu, saat ditanya apa kunci sukses Barberbox? Emyr dengan tegas menjawab, “Fokus dan fokus.”

Sekarang bisnis yang bermodal awal Rp80 juta ini telah punya 14 cabang yang tersebar di Jakarta, Palembang, Padang dan Bali. Omzet dari cabang Senopati saja mencapai Rp150 juta per bulan, dengan minimal 1500 pelanggan setiap bulannya.

Selain itu, Emyr juga terus melakukan inovasi untuk menjaga kepuasan pelanggan dan meluaskan pasar. Di antaranya dengan meningkatkan keahlian para kapster melalui pelatihan memotong rambut model terbaru. Barberbox juga menyediakan jasa coloring rambut, hal yang menurut Emyr belum pernah ada di barbershop lain. Inovasi lainnya, sekarang pelanggan Barberbox bisa melakukan booking melalui aplikasi sehingga tidak perlu mengantre lama.

Bagaimana, kamu tertarik mengikuti jejak Emyr? Just grab the chance and do it!

Mempertahankan Fokus Ala Emyr ‘Barberbox’

1. Belajar untuk berkata tidak. Kamu harus berani menolak tawaran atau ajakan orang yang akan membuang waktumu.

2. Petakan semua hal dalam hidupmu. Hilangkan hal-hal yang berpotensi menggangggu fokusmu mencapai tujuan.

3. Miliki hobi masing-masing satu di bidang olahraga, musik dan passion. Ini bisa membuat hidupmu lebih seimbang, namun menjagamu tetap fokus.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu