Takut tertipu. Ini jadi alasan banyak kaum muda untuk menunda keinginan berinvestasi meskipun sudah tahu banyak tentang keuntungannya. Maklum, berita tentang maraknya penipuan berkedok investasi memang cukup banyak dan membuat siapa pun berpikir dua kali.

Setiap orang yang berinvestasi, selalu berharap mendapatkan keuntungan atas sejumlah uang atau barang yang diinvestasikan. Saat ini cukup banyak jenis investasi yang ditawarkan, mulai dari yang berisiko rendah hingga besar. Biasanya, semakin tinggi risikonya, maka semakin besar pula keuntungan yang didapat.

Namun, kekhawatiran kamu memang ada benarnya karena banyak juga penipuan berkedok investasi alias investasi bodong di sekitar kita. Salah kita melangkah maka buyarlah cita-cita mendapat keuntungan berlipat akibat dana yang kita investasikan dibawa kabur oknum tidak bertanggung jawab.

Kenapa banyak orang tertipu investasi bodong? Alasan yang paling utama adalah karena pengetahuan calon nasabah yang minim atau tergiur iming-iming keuntungan besar yang bakal didapat.

Kalau sampai saat ini kamu belum melakukan investasi karena khawatir ditipu, ada baiknya kamu mempelajari tips mewaspadai penipuan berkedok investasi berikut ini.

Cari Tahu Izin Lembaga atau Perusahaan Investasi

Hal yang bisa kamu lakukan ketika mendapatkan tawaran investasi adalah mengecek perizinan lembaga atau perusahaan investasi bersangkutan. Mayoritas perusahaan atau lembaga yang melakukan penipuan investasi pasti tidak memiliki dokumen perizinan resmi dari regulator, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti). Kamu juga bisa mencari tahu ulasan di internet tentang lembaga investasi tersebut.

Pemerintah juga melakukan berbagai usaha untuk menghentikan perusahaan investasi bodong. Sebagaimana yang dilaporkan Kompas.com, OJK telah menghentikan 44 entitas yang menawarkan produk investasi ilegal sepanjang tahun 2017 lalu. Investasi ilegal yang dihentikan tersebut dipasarkan melalui berbagai bentuk badan usaha, mulai dari perseroan terbuka (PT), multilevel marketing (MLM), hingga koperasi dan agen perjalanan ibadah.

 

Curiga Keuntungan Tak Wajar

Salah satu cara perusahaan atau lembaga untuk menarik minat investor adalah menjanjikan keuntungan besar. Tapi jika imbal hasil yang ditawarkan sangat besar dengan persentase atau nilai keuntungan yang jauh di atas penawaran produk investasi pada umumnya, kamu sebaiknya menaruh curiga.

Biasanya produk investasi menawarkan keuntungan sekitar 10-30 persen per tahun. Nah, bila ada lembaga investasi yang mengiming-imingi kamu dengan keuntungan di atas 50 persen, kamu perlu mewaspadainya.

Kamu bisa melakukan perhitungan sederhana atau mencari banyak informasi tentang produk investasi tersebut, bagaimana pengelolaan investasinya hingga cara mereka memberikan keuntungan sesuai yang dijanjikan.

Jika mereka tak bisa menjelaskan dengan benar, lebih baik kamu mundur saja. Ingat, prinsip investasi adalah semakin besar keuntungan yang ditawarkan maka semakin besar potensi risiko yang didapat, bukan sebaliknya.

Pastikan Produknya

Produk investasi kerap ditawarkan melalui tenaga pemasaran secara online. Hati-hati terhadap pihak yang berpura-pura sebagai agen dari perusahaan investasi saat menawarkan produk investasi.

Pastikan terdapat pencantuman logo lembaga atau instansi pemerintah pada media penawaran produk investasinya sesuai dengan regulasi yang berlaku. Kamu juga wajib bertanya soal standar baku, seperti produk dan cara penjualan yang resmi. Kalau mereka tak memilikinya, lebih baik ditolak.

Saat ini lembaga investasi yang resmi tidak menerima dana kontan dari calon investor. Biasanya nasabah akan diminta menyetorkan dana investasi ke rekening terpisah. Jadi kalau mereka memaksa kamu menyerahkan dana kontan, mungkin ada baiknya kamu berpikir ulang.

Teliti Perjanjian

Setiap investasi sudah seharusnya memiliki perjanjian resmi yang mengikat antara kedua belah pihak. Untuk itu, baca dengan teliti setiap pasal dalam perjanjian investasi kamu. Tanyakan dan minta penjelasan mengenai hal-hal yang tidak kamu pahami dalam perjanjian tersebut. Lakukan hal ini untuk menghindari salah persepsi di masa mendatang.

Jangan segan untuk menanyakan risiko terburuk yang bisa terjadi dengan investasi pilihanmu. Ingat, begitu kamu membubuhkan tanda tangan, maka kamu sudah menyetujui apa pun yang menjadi risiko investasi tersebut.

Sebagai calon investor yang smart, sangat penting untuk memilih investasi dengan hati-hati. Memiliki informasi yang tepat dan memadai mengenai investasi yang kamu inginkan tentu akan menjadi senjata ampuh menghindari penipuan investasi.

Selamat berinvestasi.