Kamu sering memakai fasilitas kartu e-money, sistem pembayaran online di aplikasi, kartu debit atau bahkan lebih nyaman membayar sesuatu tanpa mengeluarkan uang kontan? Kalau ya, berarti kamu termasuk generasi cashless atau non-tunai.

Pemerintah memang sedang menggalakkan transaksi non-tunai dalam rangka mengurangi kejahatan uang palsu plus efisiensi biaya percetakan uang yang dilakukan setiap tahun. Selain itu transaksi cashless dianggap bisa meningkatkan perekonomian dengan menambah angka tenaga kerja dan pemasukan dari pajak.

Seiring dengan berjalannya waktu, generasi sekarang justru lebih suka melakukan transaksi cashless. Bahkan belakangan ada komunitas cashless, yaitu mereka yang lebih suka mengunakan e-money atau online payment untuk kebutuhan sehari-hari dibanding mengantongi uang kontan.

Misalnya saja komunitas Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), yang bahkan mengunakan kartu e-money sebuah bank negara untuk pembayaran cashless plus sebagai identitas anggota Pelti. Menarik bukan?

Nah, ada baiknya kita cermati kekurangan dan kelebihan menjadi seorang cashlessSo, check this out:

Kelebihan:

Lebih hemat

Bila transaksi membutuhkan pecahan uang kecil dan kita kebetulan sedang tidak memilikinya, kita pun terpaksa membayar dengan pecahan uang yang lebih besar. Ujung-ujungnya kita jadi membayar lebih, apalagi jika penyedia barang atau jasa tidak memiliki kembalian. Dengan pembayaran cashless, kita tidak perlu pusing mencari pecahan uang kecil dan akan lebih hemat.

“Kalau ongkos ojek online Rp13.000, bisa langsung dipotong dari saldo yang kita miliki. Tidak perlu repot-repot mencari uang pas yang buntut-buntutnya membayar lebih,” kata Andika, karyawan bank swasta di kawasan Thamrin.

Praktis

Dengan menjadi pengguna pembayaran cashless, kamu tidak perlu repot-repot membawa uang banyak sehingga menjadi incaran copet. Cukup menggunakan e-money atau kartu debit milikmu, semuanya beres. Bahkan angkutan umum seperti kereta komuter dan busway mewajibkan kamu bertransaksi cashless.

Gampang mengecek transaksi

Beberapa sistem pembayaran cashless memudahkan kamu mengecek ke mana saja kamu menghabiskan uang. Jadi secara tidak langsung, kamu bisa mengontrol transaksi yang akan dilakukan. Semuanya punya rekam jejak yang jelas dibandingkan menggunakan uang kontan.

Dihujani diskon menarik

Banyak restoran atau tempat-tempat hiburan yang memprioritaskan pengguna pembayaran cashlessdengan memberikan diskon atau tawaran menarik. Transportasi online misalnya sering memberikan potongan harga yang besar dengan sistem pembayaran mereka, sementara bioskop juga menawarkan promo untuk mereka yang bertransaksi cashless. Jadi kamu bisa menikmati keuntungan yang tidak didapatkan pengguna uang kontan.

Penyelamat saat akhir bulan

Jika kamu sudah menambah saldo pembayaran online di aplikasi atau kartu e-money di awal bulan, kebiasaan ini akan menolong kamu di akhir bulan. Misalnya, kamu tidak perlu mengkhawatirkan ongkos ke kantor, karena saldo di aplikasi transportasi online-mu masih banyak. Contoh lain, bila saldo kartu e-money milikmu masih banyak, kamu tetap bisa mentraktir pacar nonton atau makan, meskipun gajian masih lama.

Yup, buat mereka yang cashless, akan lebih sulit menghamburkan uang ketimbang mereka yang masih menyimpan uang tunai di kantong.

Kekurangan:

Kartu hilang, kamu rugi

Beberapa kartu pembayaran non-tunai tidak menyimpan data kamu, sehingga saat kartu raib entah ke mana padahal saldonya masih banyak, kamu tidak bisa meminta bank untuk bertanggung jawab. Satu-satunya jalan, jangan pernah melakukan top up terlalu banyak, terutama kalau kamu tipe orang yang ceroboh.

Hanya untuk mereka yang “melek” teknologi

Pastinya menjadi seorang yang cashless menuntut kamu untuk melek teknologi. Kamu harus mengerti bagaimana melakukan transaksi di ponsel kamu, atau top up saldo dengan mengunakan mesin ATM. Kamu juga harus siap-siap rajin menghubungi customer service bila merasa tidak puas dengan transaksi yang kamu lakukan.

Tidak semua tempat menerima transaksi cashless

Bagaimana jika kamu kebetulan berada di luar kota dan transaksinya masih secara tunai? Mau tidak mau kamu tetap harus membawa uang kontan. Sayangnya, penggunaan transaksi non-tunai saat ini masih di lingkungan perkotaan saja berhubung terbatasnya infrastruktur yang tersedia.

Baca juga: 7 Cara Mengelola Gaji Agar Anti Boros