Sering mendengar istilah reksa dana? Yup, ini salah satu jenis investasi yang kerap dilakukan para investor untuk meningkatkan nilai aset mereka.

Reksa dana adalah wadah untuk mengumpulkan dana dari investor. Dana yang terkumpul dari investor akan diinvestasikan oleh Manajer Investasi (MI) untuk ditempatkan ke sejumlah instrumen keuangan seperti saham, obligasi dan sebagainya. Kamu tak perlu takut dana raib karena reksa dana dan MI terdaftar serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banyak orang memilih reksa dana karena dianggap cukup menjanjikan, aman dan mudah. Jadi cocok untuk investor pemula yang ingin menanam uangnya tanpa merasa khawatir.

Kendati demikian, jika kamu ingin mulai berinvestasi pada reksa dana, ada baiknya mengikuti empat langkah berikut ini.

1. Tentukan tujuan investasi dan pahami profil risiko

Pertama, kamu harus tahu betul tujuan menginvestasikan uang dalam instrumen reksa dana. Ini penting karena terkait dengan jangka waktu dan jenis reksa dana yang cocok.

Reksa dana memiliki jangka waktu berbeda-beda, mulai dari jangka pendek (1-2 tahun), menengah (3-5 tahun) dan panjang (lebih dari 5 tahun).

Bila kamu merencanakan dana pendidikan anak, sebaiknya pilih reksa dana jangka panjang. Tetapi kalau kamu ingin mengumpulkan dana berlibur, mungkin bisa memilih reksa dana jangka pendek.

Sementara berdasarkan portofolionya, reksa dana ada beberapa jenis, di antaranya reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, reksa dana pasar uang dan reksa dana campuran.

Jika kamu ingin investasi jangka pendek, bisa memilih reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, sementara untuk investasi jangka menengah bisa memilih reksa dana campuran. Bila kamu betul-betul hanya ingin menyimpan dana saja tanpa diutak utik, reksa dana saham dengan masa investasi lebih dari 5 tahun mungkin lebih cocok untukmu.

Setiap portofolio memiliki risiko. Reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang misalnya memiliki risiko paling rendah namun potensi imbal hasil atau return-nya juga kecil, sementara reksa dana campuran memiliki risiko sedang dengan return sedang.

Kalau kamu suka mengambil risiko, bisa juga memiliki reksa dana saham, yang akan memberikan keuntungan paling besar dibandingkan lainnya, namun dengan risiko yang juga tinggi.

2. Pilih reksa dana sesuai kemampuan

Tahap berikutnya adalah memilih reksa dana. Luangkan waktu untuk mempelajari produk reksa dana pilihanmu secara detail dengan membaca prospektus reksa dana. Alternatif lainnya melalui dokumen Fund Factsheet yang biasanya diterbitkan MI tiap bulan. Biasanya MI juga bersedia memberikan penjelasan tentang hal ini.

Setelah mengetahui dan mempelajari produk reksa dana, kamu juga perlu mencari tahu soal reputasi MI, tata cara investasi reksa dana, termasuk mengenali dan mengetahui biaya-biaya transaksi, seperti biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee) hingga biaya transfer bank terkait.

Jika kamu sudah menemukan reksa dana yang cocok dengan tujuan investasi dan profil risiko, sesuaikan juga dengan kemampuan kamu. Jangan sampai investasinya berhenti di tengah jalan, hanya karena kamu tidak memiliki dana yang cukup.

3. Tentukan Tempat Membeli Reksa Dana

Setelah itu, tentukan tempat membeli reksa dana, apakah di MI atau bank yang punya izin Agen Penjual Reksa Dana (APERD). Tidak punya waktu untuk bertemu pihak MI atau bank? Jangan khawatir, sekarang kamu juga bisa membeli reksa dana melalui pasar online.

Jika kamu membeli lewat MI, jumlah investasi biasanya lebih terjangkau dengan biaya lebih murah. Beberapa MI bahkan menawarkan minimal pembelian Rp100 ribu. Namun, pilihannya terbatas lantaran hanya menawarkan produk yang mereka kelola.

Sementara jika membeli melalui bank penjual, produk yang ditawarkan lebih banyak dan bisa membeli produk reksa dana dari MI berbeda. Sayangnya ada beberapa produk unggulan yang tak dijual karena tidak memiliki kerja sama.

Bila kamu membeli secara online, bisa melalui website atau aplikasi. Prinsipnya hampir sama dengan toko online, kamu harus sudah terdaftar dan memiliki akun. Setelah itu kamu bisa melakukan transaksi apa saja, termasuk membeli reksa dana, menjual, auto debet dan lain-lain.

Menariknya lagi, membeli reksa dana secara online ini memudahkan kamu memiliki ragam reksa dana tanpa harus mengisi formulir pendaftaran terus menerus, sebagaimana yang terjadi bila membeli dari MI atau bank. Asyik, bukan?

Setelah memutuskan tempat membeli reksa dana, kamu perlu membuka rekening investasi reksa dana. Pembukaan rekening dapat dilakukan secara online atau di kantor MI dan bank yang menjadi agen penjual.

4. Konsisten

Selanjutnya kamu harus konsisten melakukan investasi reksa dana. Tidak perlu besar nilainya, sesuaikan saja dengan kemampuan namun lakukan rutin setiap bulan.

Sebagaimana investasi lain, nilai reksa dana bisa naik dan turun, jadi sebagai newbie, kamu harus jeli betul sebelum melakukan jual dan beli. Pelajari lebih dahulu dengan memantau setiap perkembangan return yang diperoleh dari reksa danamu. Jika pemahaman soal investasi ini semakin baik, silakan lakukan transaksi jual beli.

Selamat berinvestasi reksa dana, ya!