Tugas utama mahasiswa adalah belajar dan belum wajib menghasilkan uang sendiri. Namun, sangatlah baik jika sebagian kecil uang yang kamu dapat dari orang tua, dari beasiswa ataupun dari hasil bekerja sambilan, dapat diinvestasikan.

Investasi yang sesuai dengan kebutuhan para mahasiswa adalah investasi yang memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Dapat dilakukan dengan nilai yang minim dan mudah dilakukan secara berkala.
  2. Saat dibutuhkan, dapat dicairkan dengan mudah.
  3. Imbal hasil yang didapat adalah optimal dengan risiko yang relatif aman serta terukur.

Dalam contoh di bawah ini, kita bisa melihat bahwa dengan nilai investasi yang minim, seorang mahasiswa bisa mendapat hasil investasi yang optimal.

Seorang mahasiswa, sebut saja namanya Donny, berinvestasi Rp83.500 setiap bulan dengan disiplin selama sepuluh tahun. Bila imbal hasilnya adalah 10% per tahun, maka pada akhir periode, Donny memperoleh hasil investasi sebesar Rp17.247.094.

Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa investasi yang kecil sekalipun, asal dilakukan secara berkala dan disiplin, dapat menghasilkan nilai yang luar biasa di kemudian hari.

Ada banyak produk investasi di pasar keuangan, namun dengan mempertimbangkan kondisi keuangan mahasiswa yang cukup terbatas, maka ada beberapa produk investasi yang cocok.

Misalnya Reksa Dana Pasar Uang, yang dengan nominal relatif kecil mulai Rp100.000 sudah bisa untuk mulai berinvestasi.

Reksa Dana Pasar Uang adalah reksa dana yang menghimpun dana para investor untuk kemudian diinvestasikan ke instrumen-instrumen pasar uang dengan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun. Karena itu, Reksa Dana Pasar Uang memberikan hasil yang lebih besar dibandingkan dengan deposito namun risikonya tetap minimal serta terukur.

Selain Reksa Dana Pasar Uang seperti yang sudah dijelaskan di atas, ada beberapa investasi lain yang dapat dilakukan oleh seorang mahasiswa, yaitu:

– Investasi saham di pasar modal, melalui program “Yuk Nabung Saham”

Bila dilakukan secara berkala dan disiplin, dapat memberikan imbal hasil yang luar biasa namun disertai dengan risiko yang lebih tinggi pula.

Dengan nominal yang relatif kecil, dimulai dari minimal Rp100.000, investasi sudah dapat dilakukan. Untuk membentuk portofolio saham yang komprehensif, kamu minimal memiliki 1 lot saham yang berisi 100 lembar saham. Bila harga per lembar saham Rp1000, maka kamu sudah bisa memiliki portofolio saham. Namun jika harga per lembar saham di atas Rp1000, setelah nilai investasimu mencukupi, barulah kamu dapat membentuk portofolio saham.

– Investasi di logam mulia, seperti emas

Investasi emas membutuhkan dana yang lumayan besar, bahkan untuk membeli satu gram saja. Alternatifnya adalah dengan ikut program Tabungan Emas yang ditawarkan beberapa institusi keuangan. Dengan menyetor dana minim, akumulasi dana di saldo bisa ditukar dengan emas bila sudah memenuhi nilai minimal 1 gram emas 24 karat.

Kapan saat yang tepat menyisihkan dana untuk investasi, apakah di awal bulan atau akhir bulan menunggu sisa dari pengeluaran?

Baik investasi ataupun menabung, metode yang paling tepat adalah menyisihkan terlebih dahulu dana untuk investasi tersebut.

Mayoritas orang biasanya menabung (atau berinvestasi) dari apa yang tersisa, namun ternyata hal ini sulit dilakukan karena biasanya dana sudah habis di akhir bulan. Namun kalau kita belajar dari para tokoh investor yang berhasil, maka pola yang tepat dilakukan adalah menyisihkan uang untuk investasi tersebut di muka secara disiplin.

Kapan waktu yang paling tepat bagi seorang mahasiswa untuk berinvestasi? Jawabannya adalah sekarang juga!

Bila kamu punya tujuan di masa yang akan datang dan menunda memulai investasi, maka jumlah uang investasi yang dibutuhkan setiap bulan akan semakin besar seiring dengan berjalannya waktu.

Contohnya bisa dilihat berikut ini. Untuk mencapai hasil investasi Rp2 miliar di umur 50 tahun, bila memulai di umur 25 tahun, hanya membutuhkan Rp616.616 sebulan untuk diinvestasikan secara disiplin. Namun bila baru mulai berinvestasi di usia 45 tahun, maka membutuhkan Rp8.480.000 sebulan untuk bisa mencapai hasil yang sama.

Ternyata berinvestasi di pasar keuangan tidak butuh dana besar, bukan? Dengan mulai sejak mahasiswa, kamu bisa mendapatkan hasil investasi yang besar. Segera berinvestasi dengan menyisihkan sebagian uang jajan kamu, maka masa depanmu akan cerah. Selamat mencoba!