Saat ini banyak pengusaha sukses Indonesia dari generasi milenial. Di antaranya Nadiem Makarim founderGo-Jek, Ferry Unardi founder Traveloka, Rex Marindo salah satu bos Warung Upnormal, William Tanuwijaya CEO Tokopedia, Achmad Zaki CEO Bukalapak, dan masih banyak lagi.

Mereka merintis usaha dari nol namun berkat ketekunan dan kerja keras, bisa meraih sukses.

Melihat kesuksesan mereka, mungkin kalian akan tergoda untuk mengikuti jejak karier mereka, yaitu menjadi pengusaha. Kamu yang masih duduk di bangku kuliah mungkin galau menapak ke masa depan; setelah lulus kuliah, mau bekerja sebagai karyawan atau menjadi pengusaha.

Sebelum memutuskan langkah penting dan bersejarah dalam hidupmu ini, sebaiknya kamu menyimak kelebihan dan kekurangan menjadi pengusaha atau karyawan.

Risiko

Walau ada usaha yang sukses, namun ada juga usaha yang mengalami kerugian bahkan kebangkrutan. Karena itu menjadi pengusaha sering disebut berada di zona tidak nyaman. Hal ini berbeda dengan karyawan yang tidak memiliki risiko ini. Pengusaha juga harus siap menanggung kerugian dengan tetap membayar gaji karyawan. Sementara sebagai karyawan, kamu tetap mendapat gaji kendati perusahaan merugi.

Modal

Pengusaha harus punya modal untuk operasional usaha dan fasilitas kantor sementara karyawan tinggal menikmati fasilitas perusahaan tanpa perlu memikirkan modal.

Waktu Kerja

Waktu kerja sebagai pengusaha tentu lebih fleksibel karena kamu tidak terikat pada ketentuan jam kerja kantor, tetapi harus siap bekerja kapan saja dibutuhkan, kadang harus bekerja hingga larut malam atau di akhir pekan untuk mengurusi bisnis. Hal ini berbeda dengan karyawan yang punya jam kerja tetap.

Tanggung Jawab

Sebagai karyawan kamu bertanggung jawab terhadap pekerjaanmu saja. Kamu wajib menyelesaikan pekerjaan dengan benar dan selesai pada waktunya sementara sebagai pengusaha kamu memiliki tanggung jawab yang besar seperti menggaji karyawan, mencari permodalan, memperluas pemasaran, dan menjaga reputasi perusahaan.

Keahlian

Karyawan memiliki keahlian yang mendalam di bidangnya sementara pengusaha memiliki pengetahuan yang lebih luas dan umum. Pemilik e-commerce belum tentu bisa membuat jaringan intranet dan memperbaiki gangguan komputer di kantor. Demikian pula pengusaha properti atau pengusaha kontraktor tidak perlu bisa mengaduk semen, memasang atap dan membuat jendela. Namun pengusaha menguasai manajemen perusahaan.

Pendapatan

Karyawan memiliki keterbatasan untuk mendapatkan penghasilan. Walau mendapat kenaikan gaji tiap tahun namun besaran kenaikan biasanya mengikuti inflasi tahunan 5-8%. Sedangkan pengusaha tidak memiliki batasan penghasilan karena tergantung kerja keras dan kreativitas dari si pengusaha. Namun demikian, ada juga risiko pendapatan negatif apabila perusahaan ternyata mengalami kerugian.

Kreativitas

Sebagai karyawan kamu bisa mengeksplorasi kreativitas dalam pekerjaan, terutama jika kamu bekerja di industri kreatif. Namun eksplorasi kreativitas seorang karyawan tetap dibatasi oleh tugas dan pokok pekerjaannya, serta tidak boleh tumpang tindih dengan pekerjaan rekannya di divisi lain. Lain halnya jika kamu pemilik usaha, kamu bisa mengolah ide di semua divisi. Selain itu sebagai pengusaha kamu dituntut terus mengembangkan ide kreatif guna memenangkan persaingan dengan kompetitor. Saat kondisi ekonomi sulit, pengusaha juga harus putar otak menekan biaya operasional dan bisa mempertahankan penjualan.

Kepemimpinan

Menjadi pengusaha berarti kamu harus memimpin karyawan yang ada di perusahaan kamu. Kamu harus bisa mengayomi dan memotivasi para karyawan agar nyaman bekerja sekaligus menjadi lebih produktif. Kamu pun harus dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat jika berada dalam situasi genting.

Orientasi

Orientasi pengusaha tidak jauh dari profit, efisiensi biaya dan perkembangan usaha. Selain itu ada berbagai tantangan seperti tren bisnis serta kondisi ekonomi yang selalu dinamis dan perlu diantisipasi sehingga mereka harus terus berinovasi sedangkan karyawan hanya fokus pada peningkatan karier dan kenaikan gaji.

Pada akhirnya, pilihan berkarier sebagai karyawan atau pengusaha, keduanya sama-sama positif. Ini adalah sebuah pilihan dan tidak ada yang lebih baik di antara keduanya, karena setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak semua orang cocok menjadi pengusaha dan begitu juga tidak semua orang cocok menjadi karyawan. Apapun pilihanmu, lakukan sesuai passion yang kamu miliki.