Siapa yang tidak senang ketika mendengar kata THR atau Tunjangan Hari Raya? Bagi seorang karyawan tentu THR merupakan sesuatu yang dinanti menjelang Hari Raya Lebaran karena kamu akan mendapat uang tambahan dari perusahaan senilai satu kali gaji.

Melihat definisinya, Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) merupakan hak pekerja berupa uang di luar gaji bulanan yang dibayarkan perusahaan dan digunakan untuk menunjang kegiatan di hari raya.

Karena dana THR merupakan penghasilan tidak rutin, maka sebaiknya dialokasikan untuk pengeluaran tidak rutin pula. Untuk pengeluaran selama dan setelah bulan Ramadhan yang bersifat rutin seperti tagihan bulanan, cicilan pinjaman, dan lainnya tetap dialokasikan dari gaji bulanan.

Agar THR dapat bermanfaat secara optimal untuk kebutuhan hari raya kamu, maka sebaiknya dibuatkan urutan prioritas dalam pengelolaan THR. Berikut ini 6 tips pengelolaan THR yang bisa memaksimalkan penggunaannya di hari raya.

Utamakan Kewajiban Agama

Sebelum membeli beragam keperluan hari raya, gunakan THR terlebih dahulu untuk membayar zakat fitrah. Bayarkan zakat di bulan Ramadhan senilai 2,5% dari uang THR kamu ke pengelola zakat fitrah.

Membayar THR

Jika ada asisten rumah tangga atau pengasuh anak yang bekerja di rumahmu, tentu kamu juga wajib memberikan THR pada mereka. Pakai sebagian THR kamu untuk menuntaskan kewajiban ini.

Keperluan Mudik

Bila mudik adalah kegiatan yang wajib kamu lakukan setiap Lebaran, dana untuk mudik tentu perlu diprioritaskan. Mengingat biaya mudik cukup mahal, alangkah baiknya jika kamu mempersiapkan dananya jauh hari sebelum bulan puasa. Bila kamu menggunakan transportasi umum dan tiket sudah aman di tangan, sebagian uang THR bisa kamu gunakan untuk membiayai pengeluaran mudik yang lain misalnya untuk konsumsi selama di jalan. Buat kamu yang akan mudik menggunakan kendaraan pribadi, segera sisihkan sebagian THR untuk biaya bahan bakar, tol dan sebagainya.

Keperluan Silaturahmi

Lebaran juga identik dengan acara kumpul bersama keluarga besar atau menerima tamu di rumah. Saat bersilaturahmi, mungkin keluargamu punya tradisi membawa buah tangan bagi sanak saudara, termasuk memberikan “salam tempel” untuk para keponakan atau sepupu yang masih berusia sekolah. Begitu pula jika kamu melakukan open house atau menerima tamu di rumah, tentu perlu menyediakan hidangan, baik itu sekadar makanan ringan atau menu makan siang untuk disantap bersama. Gunakan sebagian THR kamu untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran tersebut, agar penghasilan bulananmu tidak terganggu dengan pengeluaran tidak rutin ini.

Hindari Belanja Konsumtif

Menjelang hari raya, biasanya banyak penawaran menarik dari berbagai produk. Jangan sampai karena kamu tergiur promo-promo ini, THR sudah habis sebelum Lebaran. Jika berbelanja keperluan hari raya, lakukan saat THR sudah di tangan. Bayar secara tunai dan jangan pakai kartu kreditmu. Uang THR sebaiknya digunakan untuk pengeluaran hari raya, bukan untuk barang-barang lain di luar itu. THR seharusnya mengurangi beban keuangan kamu dalam mempersiapkan hari raya, bukannya malah menimbulkan utang baru seusai Lebaran.

Sisihkan untuk Dana Investasi

Pengeluaran kamu biasanya lebih besar pada bulan istimewa ini, namun jika kamu cermat menggunakan uang THR sesuai dengan rencana anggaran, kamu masih akan punya sisa uang THR untuk dana investasi. Akan lebih baik lagi bila kamu bisa menginvestasikan 30% dana THR untuk menambah portofolio investasi kamu.

Karena itu sebelum Lebaran tiba, ayo rencanakan anggaran pengeluaran THR kamu agar penggunaannya bisa efektif.