Apakah kamu ingin berbisnis, tapi ragu memulainya karena merasa tidak punya bakat berdagang? Jangan biarkan kekhawatiran itu memengaruhimu, karena hal tersebut akan menghalangimu meraih sukses. Coba saja simak cerita Martina Ingga Latifa (31), pemilik usaha printing @momink.id.

Ingga, begitu sapaan akrabnya, dulu juga memiliki pandangan yang sama. Begitu lulus kuliah ia bekerja sebagai desainer grafis, sesuai dengan bidang ilmu yang diambilnya ketika kuliah. Ingga merasa cukup puas menjadi karyawan yang mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan. Tidak pernah terlintas di benaknya untuk membangun usaha sendiri. “Karena aku merasa bukan tipe orang yang bisa jualan,” kata Ingga.

Martina Ingga Latifa

Namun, sang suami yang berbisnis di bidang percetakan mendorong Ingga ikut memanfaatkan mesin cetak yang sudah mereka beli. Selain mencetak di atas kertas, mesin cetak tersebut juga dapat mencetak di atas bahan yang lebih tebal seperti kulit imitasi. Akhirnya Ingga mulai berkreasi, mendesain berbagai motif untuk dicetak di atas kulit imitasi, kemudian menjahitnya menjadi produk seperti goodie bag ulang tahun dan pouch suvenir pernikahan. Pelanggan pertama adalah teman-teman Ingga sendiri yang memesan goodie bag atau pouch untuk acara mereka.

 

Berkat endorsement dari influencer

Usaha yang dinamakannya Momink.id tersebut dimulai Ingga pada tahun 2015. Saat itu ia masih mengerjakannya secara sambilan di sela-sela pekerjaannya sebagai desainer grafis di sebuah perusahaan. “Jadi belum serius. Kalau kerjaan di kantor lagi padat, aku enggak terima pesanan,” ujar Ingga sambil tertawa.

Tak berapa lama, Ingga mengalami pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tempatnya bekerja tutup. Lantas Ingga pun memutuskan untuk serius menekuni Momink.id yang dipasarkannya secara onlinemelalui Instagram. Untuk meraih pelanggan, ia sempat memasang iklan di Facebook. Tapi pertumbuhan followers akun @momink.id belum seperti yang diharapkan Ingga. “Dalam sehari paling hanya bertambah 15-20 followers,” beber Ingga.

Secara tak disangka, peluang kemudian datang dari seorang teman Ingga. Adik temannya itu yang seorang influencer Instagram akan menikah dan memesan pouch untuk para pengiring pernikahannya pada Ingga. Ingga melihat kesempatan ini sebagai sarana promosi bagi Momink.id , “Aku bilang sama dia, enggak usah bayar. Tapi aku minta dia endorse dan mention @momink.id di Instagram,” cetus Ingga.

Rupanya langkah promosi ini berdampak sangat positif pada Momink.id. Setelah di-endorse sang selebgram, dalam tiga hari followers Momink.id langsung bertambah sepuluh kali lipat. Pesanan pun mulai membanjir. Ingga yang awalnya hanya mempekerjakan dua penjahit, kini sudah memiliki tim yang terdiri dari lima penjahit, satu admin akun @momink.id dan satu orang tenaga tambahan. Bahkan, Ingga sekarang juga memiliki sejumlah reseller di Malaysia, Brunei, dan Singapura.

3D_backpack @momink.id

Kirim sampel gratis

Sedari awal, Ingga hanya melayani pesanan dalam jumlah banyak, minimal 12 buah dengan kisaran harga produk Rp7000 – Rp85000 per item. Dalam sebulan, Momink.id bisa memproduksi lebih dari ribuan produk, bervariasi mulai dari pouch, tote bag, goodie bag, lunch bag, backpack anak-anak, passport casehingga toy storage. “Setiap hari aku bisa cetak satu rol bahan ukuran 40 meter, jadi seminggu habis enam rol. Satu rol itu bisa untuk 300 toy storage yang panjangnya 45 cm atau 2000 wedding pouch,” beber Ingga.

Pemilihan bahan kulit imitasi yang berkualitas menjadi salah satu kunci produk-produk Momink.Id banyak dipesan kembali oleh pelanggannya. “Bahannya bukan bahan impor, tapi lebih menyerap tinta dengan baik saat dicetak sehingga jatuhnya jadi terlihat lebih eksklusif,” kata Ingga.

Itu sebabnya bila dibandingkan dengan online shop sejenis, produk Momink.id terkesan lebih mahal harganya. Namun Ingga punya kiat sendiri untuk meyakinkan calon pelanggan bahwa harga yang mereka bayarkan sepadan dengan kualitas produknya. “Untuk yang mau pesan banyak, misalnya lebih dari 200 pieces, aku akan kirim sampel gratis supaya mereka bisa lihat langsung bahan dan jahitan produknya,” tambah Ingga.

Mesin printing yang menjadi sarana utama bisnis Momink.id memang cukup mahal, paling murah ada di kisaran Rp120 juta. Namun, menurut pengalaman Ingga waktu yang dibutuhkan untuk balik modal juga terhitung cepat. “Omset Momink.id sekarang rata-rata bisa Rp50 juta per bulan,” ungkapnya. Dari yang semula tak percaya diri bisa menjalankan bisnis, kini Ingga pun telah memetik buah manis karena berhasil mengalahkan keraguan tersebut.

Sekarang, giliranmu untuk mulai melangkah. Singkirkan segala kecemasan dalam dirimu, tak perlu takut gagal karena lebih baik gagal daripada tak pernah mencoba sama sekali untuk meraih mimpimu. Setuju?