Ada dua kegiatan yang dapat orang lakukan untuk menjadi sejahtera yaitu dengan jalan menghemat pengeluaran dan mengembangkan kekayaan dengan cara menabung dan berinvestasi. Dari kedua cara ini, masyarakat Indonesia masih cenderung lebih memilih menabung untuk mencapai tujuan keuangan mereka.

Hal tersebut salah satunya dapat dilihat dari hasil riset Inside ID yang dipublikasikan Februari 2018 lalu. Survei lembaga riset pemasaran ini mencatat, rata-rata responden mengalokasikan 13% pendapatannya untuk tabungan dan investasi. Dari persentase tersebut, responden menyisihkan 79% dana ke pundi tabungan, sementara 21% lainnya digunakan untuk berinvestasi.

5 Alasan Berinvestasi

Sebenarnya, mana yang dapat lebih membantumu mencapai tujuan keuangan di masa depan? Menabung atau berinvestasi? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari simak penjelasan berikut ini.

Ancaman Inflasi

Berdasarkan data terbaru, bunga tabungan bank-bank besar di Indonesia per tahun berkisar antara 0-2%. Untuk memperoleh bunga tabungan maksimal, seorang penabung harus menyimpan dana di bank minimal Rp1 miliar. Sementara itu, nilai rata-rata inflasi di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2007-2016) menurut data Badan Pusat Statistik adalah 5,94% per tahun. Dengan memperhitungkan inflasi tahunan tersebut, setelah 10 tahun nilai uang secara akumulatif turun sebesar 46,01%.

Dengan kata lain, nilai uang tabungan kamu tidak akan berhasil mengalahkan inflasi. Bila hanya mengandalkan bunga tabungan, kamu tidak akan bisa mengejar harga barang yang naik terus tiap tahun akibat inflasi.

Lain halnya dengan investasi. Imbal hasil investasi rata-rata lebih tinggi dari bunga tabungan. Misalnya investasi bidang properti. Menurut lembaga konsultan properti Knight Frank Indonesia, pertumbuhan harga tanah di Jakarta dan sekitar Jakarta sekitar 10% per tahun. Demikian pula jika kamu menginvestasikan uang di instrumen pasar keuangan seperti obligasi, reksa dana atau saham. Reksa dana memberi imbal hasil 10-20% dan saham bisa memberikan imbal hasil lebih dari 20%. Agar asetmu berkembang alih-alih mengalami penurunan nilai, kamu tinggal memilih produk investasi yang potensi imbal hasilnya lebih tinggi dibandingkan angka inflasi.

Risiko

Risiko tabungan terhitung kecil, karena uang tabungan kita dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sedangkan investasi memiliki risiko lebih tinggi. Kendati demikian, prinsip dari investasi adalah high risk high return yaitu semakin tinggi risiko investasi maka semakin tinggi return atau imbal hasil yang bisa diberikan. Risiko investasi memang lebih tinggi dibandingkan tabungan, namun potensi keuntungannya juga lebih besar.

Jika berinvestasi diibaratkan kegiatan menyelam, orang yang ingin menyelam tentu harus memiliki kemampuan menyelam terlebih dahulu sehingga dapat mengantisipasi risiko yang dapat terjadi ketika melakukan olahraga tersebut. Begitu pula dengan berinvestasi. Risiko investasi bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Dengan memiliki bekal pengetahuan seluk beluk berinvestasi yang memadai, kamu akan lebih memahami risiko tiap instrumen produk keuangan dan dapat memilihnya sesuai kebutuhanmu.

Keamanan

Dana tabungan kita di bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan hingga Rp2 miliar beserta bunganya sesuai aturan penjaminan. Artinya jika bank tempat kita menabung dilikuidasi, uang tabungan kita tidak akan hilang karena dijamin pemerintah. Bagaimana dengan dana investasi? Memang tidak ada aturan penjaminan dana investasi dari pemerintah. Potensi keuntungan atau kerugian berinvestasi, murni bergantung pada pergerakan pasar. Namun, pemerintah melindungi para investor dengan mengawasi pasar modal dan lembaga keuangan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan (Bappebti). Karena itu, sebaiknya kamu berinvestasi melalui lembaga keuangan yang sudah terdaftar dan memiliki izin dari OJK atau Bappebti.

Pengelolaan

Dana di tabungan tidak dikelola untuk dikembangkan, pihak bank memberi jasa penyimpanan dengan memberikan bunga namun juga mengenakan biaya administrasi. Sedangkan investasi di pasar modal, untuk beberapa produknya, seperti reksa dana, dana investor dikelola oleh pihak profesional atau badan/lembaga resmu yang memiliki legalitas yang jelas.

Kegunaan

Keuntungan dari investasi dapat memenuhi kebutuhan kita di masa depan, misalnya untuk pendidikan anak atau dana pensiun. Sementara uang di tabungan karena dapat ditarik sewaktu-waktu, lebih cocok digunakan untuk keperluan sehari-hari atau kebutuhan mendadak saat dibutuhkan.

Jadi, ada banyak manfaat dari kegiatan berinvestasi, bukan? Ayo mulai pahami seluk beluk investasi dan disiplinkan diri mengalokasikan sebagian pendapatan bulananmu untuk dana investasi. Dengan mulai berinvestasi dari sekarang, impian masa depanmu pun makin jadi nyata.