Dari banyak produk di pasar modal, Obligasi Ritel Indonesia (ORI) merupakan instrumen yang memiliki ciri mirip dengan deposito, baik dari nilai investasi, risiko, adanya jatuh tempo maupun bunga yang diberikan. ORI adalah surat berharga yang dijual negara kepada individu atau perseorangan warga negara Indonesia melalui agen penjual yang ditunjuk pemerintah.

ORI termasuk produk investasi yang cukup terjangkau. Dengan modal minimum Rp5 juta, kamu sudah bisa membeli ORI.

Berbeda dengan obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan swasta, pihak yang menjamin dana kamu di ORI adalah pemerintah. Risiko berinvestasi di ORI terhitung cukup rendah karena kecil kemungkinan pemerintah gagal membayar utang pada para investor. Kelebihan lainnya, pemerintah menawarkan bunga yang lebih tinggi daripada bunga deposito pada saat penerbitan ORI.

Sebagai penerbit ORI, pemerintah meminjam dana dari masyarakat yang digunakan untuk membiayai pembangunan. Pemerintah memberikan bunga atau kupon dan pada saat jatuh tempo mengembalikan dana kepada pemegang ORI. Umumnya, pemerintah menawarkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan angka inflasi agar masyarakat tertarik membeli ORI.

Sejarah ORI

ORI yang pertama kali diterbitkan pemerintah adalah ORI Seri 001 yaitu pada tahun 2006 dengan bunga/kupon sebesar 12,05% per tahun. Ini tercatat sebagai bunga ORI terbesar sepanjang sejarah penerbitan ORI dengan dana perolehan mencapai Rp3,28 triliun. Dalam rentang tahun 2006-2012 pemerintah menerbitkan 9 seri ORI. Tahun-tahun berikutnya pemerintah hanya menerbitkan ORI sekali setahun.

Pertanyaan-pertanyaan berikut ini sering ditanyakan investor pemula yang tertarik berinvestasi di ORI. Bila kamu juga ingin lebih mendalami produk investasi yang satu ini, simak penjelasannya, yuk.

Apa bedanya ORI dengan produk pasar modal lainnya, seperti saham, misalnya?

Saham dan obligasi adalah jenis instrumen efek yang berbeda. Saham merupakan surat kepemilikan yang diterbitkan oleh perusahaan sedangkan ORI adalah surat utang yang diterbitkan oleh negara.

Apa yang didapatkan investor jika membeli ORI?

Yang didapat investor jika membeli ORI adalah kupon/bunga yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito bank BUMN pada saat penerbitan ORI tersebut. Kupon ORI dibayarkan setiap bulan, seperti bunga deposito. Investor juga berpeluang memperoleh keuntungan jika menjual ORI dengan harga yang lebih tinggi di bursa efek. Sedangkan dana pokok investasi akan didapatkan kembali oleh investor saat jatuh tempo.

Di mana kita bisa membeli ORI?

Kamu bisa membeli melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia saat ORI seri terbaru ditawarkan ke masyarakat. Agen penjual ORI antara lain bank dan perusahaan sekuritas. Kamu bisa mengecek bank dan perusahaan sekuritas mana saja yang ditunjuk pemerintah di laman http://www.djppr.kemenkeu.go.id.

Bagaimana jika saya butuh dana sementara jatuh tempo masih lama?

Jika kamu butuh uang segera namun waktu jatuh tempo ORI masih lama, misalnya satu atau dua tahun lagi, kamu bisa menjualnya ke pihak lain. Biasanya transaksi dilakukan melalui bank atau perusahaan efek/ sekuritas. Jadi, pemegang ORI bisa berubah di saat jatuh tempo karena sifat ORI yang bisa diperjualbelikan.

Seberapa besar risiko membeli ORI dibandingkan dengan produk investasi lainnya?

Risiko membeli ORI lebih kecil karena seluruh dana pokok investasi dijamin oleh negara tanpa batasan dan tanpa syarat.

Berapa dana yang dibutuhkan untuk membeli ORI?

Minimal Rp5 juta dan kelipatannya.

Kapan waktu jatuh temponya?

Jatuh tempo berkisar rata-rata 3 tahun setelah penerbitan ORI tersebut.

Dengan membeli ORI, kamu bisa mengembangkan dana untuk persiapan keperluan di masa depan sekaligus membantu pemerintah dalam menyediakan dana pembangunan.