Banyak orang kepincut berinvestasi di pasar modal dibandingkan investasi konvensional lantaran imbal hasil atau return menarik yang ditawarkan. Beragamnya jenis produk investasi di pasar modal juga memberi banyak pilihan bagi investor atau calon investor. Misalnya saja berinvestasi melalui saham, reksa dana, obligasi termasuk suku, Real Estate Investment Trust (REIT), dan Exchange Traded Fund (ETF).

Namun terlepas dari potensi return besar yang menggiurkan, ternyata masih banyak keuntungan lain dari investasi di pasar modal. Keuntungan ini juga tak terbatas pada investor semata, tapi juga bagi emiten atau perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), masyarakat hingga negara atau perekonomian.

Yuk, kita simak keuntungan apa saja yang diperoleh dari berinvestasi di pasar modal.

Keuntungan Bagi Investor

Selain mendapatkan return yang menguntungkan, kamu juga bisa menekan risiko karena adanya manajer investasi yang membantu mengelola dana investasi reksa dana atau pengelolaan yang profesional oleh para emiten di pasar modal.

Umumnya perusahaan yang tercatat di BEI punya reputasi baik dan transparan.

Kamu juga bisa mendapatkan dividen atau keuntungan dari dana yang kamu investasikan dalam bentuk saham di perusahaan atau meraih keuntungan dari penjualan surat berharga. Bahkan kamu bisa mengambil alih kepemilikan suatu perusahaan dengan melakukan investasi dalam nominal besar jika perusahaan itu membutuhkan banyak dana melalui penawaran kepemilikan saham.

Dengan memiliki saham di sebuah perusahaan, kamu bisa punya hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan. Di sini, kamu bisa menyatakan pendapat. Di samping itu, kamu bisa menjual kembali instrumen pasar modal untuk mendapatkan dana segar atau mengembangkan investasi dengan memanfaatkan data-data yang diperoleh dari pasar modal. Misalnya, membeli saham lain yang bagus dan punya prospek keuntungan lebih baik di masa depan.

Keuntungan Bagi Emiten

Manfaat Investasi Pasar Modal

Tak cuma investor yang bisa mendapatkan dana segar dengan menjual instrumen investasinya di pasar modal, emiten pun bisa melakukannya jika membutuhkan suntikan dana, baik untuk meningkatkan produktivitas, ekspansi usaha atau memperbaiki struktur modal dan neraca keuangan hingga menghindari kebangkrutan. Caranya, dengan menjual saham atau instrumen investasi mereka kepada investor.

Selain itu, emiten lebih mudah mendapatkan investor atau melakukan penawaran penjualan instrumen pasar modal, seperti saham.

Dalam hal ini investor bisa membeli langsung saham perusahaan yang go public lewat Perusahaan Perantara Pedagang Efek atau lebih dikenal dengan istilah broker, atau pun membelinya secara tidak langsung melalui reksa dana saham yang dikelola manajer investasi.

Keuntungan Bagi Masyarakat

Secara tidak langsung, investasi di pasar modal juga memberikan keuntungan kepada masyarakat, seperti membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi investor. Masyarakat juga bisa menikmati dan mudah mencari produk perusahaan atau barang yang dikonsumsi lantaran perusahaan itu memiliki modal dan keuangan yang stabil dari pasar modal untuk terus melakukan produksi.

Di samping itu, pasar modal juga membuka lapangan pekerjaan. Itu karena pasar modal bisa membantu perusahaan memiliki dana lebih untuk melakukan ekspansi usaha dengan membangun unit atau anak usaha. Hal itu sudah pasti membutuhkan sumber daya manusia (SDM) baru.

Keuntungan Bagi Negara

Manfaat Investasi Pasar modal

Sebagai pembuat kebijakan, ada beberapa kebijakan pemerintah yang dipengaruhi pasar modal, seperti kebijakan ekonomi fiskal, ekspor impor dan pajak. Dengan demikian, pasar modal memberi dampak pada perekonomian negara.

Manfaat pasar modal bagi perekonomian negara, di antaranya adalah menjadi salah satu sumber pendapatan. Melalui beragam transaksi di pasar modal, ada pajak yang dikenakan negara kepada investor pasar modal. Penerimaan pajak yang diperoleh negara antara lain dari pajak emiten saham, dividen saham, kupon obligasi, penawaran umum saham perdana atau  IPO dan anggota bursa.

Penerimaan pajak itu akan masuk ke dalam kas negara dan digunakan untuk menyejahterakan rakyat melalui pemerataan pendapatan, pembangunan dan lainnya. Melalui pasar modal, pemerintah pun bisa menarik investor asing untuk menanamkan modalnya di dalam negeri dan wadah bagi negara menjual surat berharga demi menghimpun dana.

Selain itu, perputaran uang dalam transaksi di pasar modal juga bisa menjadi indikator dan mempengaruhi roda perekonomian suatu negara. Semakin besar dan tinggi volume transaksi di pasar modal mengindikasikan aktivitas bisnis perusahan di negara itu berjalan lancar dan baik.

Siapa sangka dengan berinvestasi di pasar modal, kamu juga bisa membantu perekonomian negara dan memajukan perusahaan emiten itu sendiri. Jadi makin banyak alasan untuk segera berinvestasi di pasar modal, bukan?