Investasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan uang atau aset yang dimiliki. Karena itu, banyak orang yang lebih memilih berinvestasi di pasar modal dibandingkan hanya menabung di bank lantaran imbal hasil atau return yang didapatnya lebih menguntungkan.

Sayangnya, sebagian orang kadang tak menyadari bahwa sebenarnya mereka bukan sedang berinvestasi, melainkan melakukan spekulasi. Kedua aktivitas tersebut memang memiliki batasan sangat tipis, namun jika dipelajari, tetap punya perbedaan yang tegas.

Sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi, tak ada salahnya mengetahui dan memahami terlebih dahulu perbedaan antara investasi dan spekulasi supaya tak salah kaprah.

Benjamin Graham dalam bukunya berjudul The Intelligent Investor menjelaskan perbedaan antara investasi dan spekulasi. Menurutnya, investasi adalah tindakan yang dilakukan melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan yang wajar. Sementara, tindakan yang tidak memiliki persyaratan tersebut dinamakan spekulasi. Agar lebih mudah memahami perbedaaan tersebut, berikut penjelasannya.

1. Perencanaan

Investasi memiliki perencanaan yang matang dan baik soal uang atau modal yang kamu tanamkan serta jenis investasi yang akan dipilih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Misal, hasil investasi akan digunakan untuk apa, apakah untuk pendidikan anak, membangun rumah, membuka usaha atau dana pensiun.

Perencanaan termasuk melakukan analisa mendalam soal tren dan perhitungan-perhitungan lain. Contohnya, analisa terhadap naik atau turunnya harga saham dengan mencari informasi dari berbagai sumber, seperti website, laporan keuangan atau profil perusahaan, media massa dan sebagainya.

Dengan perencanaan matang dan analisa mendalam, kamu tak akan panik ketika harga saham atau emas turun. Itu karena kamu sudah paham dan menyadari bahwa pergerakan harga tersebut memang kadang terjadi.

Sementara spekulasi lebih mengutamakan pada keuntungan dibandingkan melakukan investasi secara berkesinambungan. Di sini, kamu akan lebih fokus pada strategi kapan jual dan kapan beli, di mana instrumen investasi akan dijual saat harga tinggi dan dibeli ketika harga rendah demi mendapat keuntungan dalam waktu cepat.

2. Jangka Waktu

Investasi lebih berfokus pada penempatan dana dalam jangka menengah hingga panjang dengan imbal hasil yang wajar dan masuk akal. Sedangkan spekulasi sebaliknya, dilakukan dalam jangka pendek atau singkat dengan mengharapkan imbal hasil yang tinggi. Jika ada kesempatan untuk mendapatkan keuntungan besar maka mereka akan melepas asetnya daripada mempertahankannya dalam jangka waktu tertentu.

3. Risiko

Jika kamu berusaha mengukur risiko dan keuntungan berdasarkan analisa mendalam maka itu disebut investasi. Dalam investasi, investor berupaya untuk menghindari atau mengurangi risiko kerugian yang besar di kemudian hari.

Sementara jika tidak punya estimasi risiko dan justru melakukan analisa investasi berdasarkan naluri, intuisi atau perkiraan semata maka itu dinamakan spekulasi.

Biasanya para spekulan akan berpikir risiko yang tinggi akan menghasilkan untung yang besar. Tidak heran bila “perkiraan” mereka tepat, untung yang diperoleh akan berlipat. Namun jika salah, mau tidak mau mereka harus siap dengan kerugian yang besar juga.

4. Tujuan

Jika investasi dimaksudkan sebagai pelindung aset, di mana aset tersebut diinvestasikan agar tidak tergerus nilainya, itu adalah investasi.

Namun ketika instrumen investasi mengalami pelemahan atau turun harga dan segera melakukan pelepasan aset maka dipastikan itu adalah spekulasi. Mereka takut merugi ketika harga menurun atau melemah karena tujuannya berinvestasi adalah ingin cepat dapat untung atau kaya.

5. Dampak pada Perekonomian

Di sisi lain, investasi pada dasarnya dapat menciptakan peluang kerja dan menyejahterakan masyarakat serta membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Sebaiknya spekulasi justru bisa menjatuhkan ekonomi suatu negara. Terutama bila aksi itu dilakukan secara beramai-ramai dengan harapan memperoleh untung cepat tanpa memikirkan risiko.

Sebagai contoh, krisis subprime mortgage di Amerika Serikat pada tahun 2008 silam yang disebabkan oleh aksi spekulasi, Itu lantaran banyaknya pembelian properti di negara untuk alasan investasi dibandingkan untuk dihuni. Tak heran bila ekonomi di Amerika Serikat sempat anjlok karenanya.

Contoh lainnya adalah banyaknya masyarakat Indonesia yang melakukan spekulasi dengan membeli bitcoin dengan harapan dapat keuntungan cepat. Aksi itu sempat menuai kekhawatiran pemerintah karena mata uang virtual itu dinilai tidak aman dan bisa menganggu perekonomian Indonesia

Apakah sekarang kamu sudah memahami perbedaan investasi dan spekulasi? Ayo manfaatkan pengetahuanmu untuk berinvestasi secara bijak sesuai kebutuhan dan tujuanmu.