Dari mana seseorang mendapatkan penghasilan? Kamu tentu akan menjawab, dari bekerja. Mungkin itu juga motivasi kamu saat segera mencari pekerjaan setelah lulus kuliah.

Selain menjadi karyawan kantoran, ada banyak profesi lain yang ditekuni orang untuk memperoleh penghasilan. Misalnya saja mereka yang bergerak di bidang jasa seperti dokter, pengacara atau arsitek. Begitu juga pengusaha yang menjalankan bisnis demi mendapatkan keuntungan. Uang yang diperoleh dari semua jenis pekerjaan itu termasuk dalam pendapatan aktif. Artinya, jika orang tersebut berhenti bekerja atau berhenti menjalankan usaha, pendapatannya juga akan terhenti.

Namun tahukah kamu pendapatan juga bisa diperoleh meski tanpa bekerja? Pendapatan ini disebut sebagai pendapatan pasif. Istilah populernya, uang yang akan bekerja untukmu.

Apa saja pendapatan pasif yang dapat kamu miliki? Ayo kita lihat satu per satu.

Sewa Properti

Memiliki properti seperti tanah dan bangunan sangat menguntungkan karena nilainya yang naik tiap tahun. Di kawasan Jabodetabek, nilai properti baik rumah, apartemen dan perkantoran mengalami kenaikan 10% per tahun.

Jika kamu memiliki properti yang tidak sedang kamu gunakan, kamu bisa menyewakannya. Punya lokasi properti yang strategis seperti dekat kampus atau perkantoran? Raih keuntungan dengan memanfaatkannya sebagai kos-kosan. Kamu pun tinggal “duduk manis” menunggu uang sewa setiap bulan atau setiap tahun.

Waralaba

Pendapatan Pasif

Menciptakan usaha waralaba atau franchise akan mendatangkan pendapatan pasif bagi kamu. Misalnya kamu membuat usaha makanan dan merek usaha kamu ini berkibar serta disukai masyarakat luas. Kamu bisa mewaralabakan usaha resto kamu ini ke orang yang berminat.

Dengan mengenakan franchise fee kepada pihak yang membeli hak franchise, maka kamu mendapat persentase dari pendapatan usaha yang dijalankan orang tersebut. Jika semakin banyak yang tertarik dan menjalankan usaha waralaba kamu itu maka pendapatan pasif kamu semakin besar.

Membuat Aplikasi

Jika kamu punya keahlian di bidang teknologi informasi seperti membuat aplikasi, kamu punya potensi memperoleh pendapatan pasif. Daftarkan aplikasi buatan kamu ke App Store atau Play Store. Makin banyak orang yang mengunduh, makin besar potensi uang mengalir ke rekeningmu, misalnya dari pemasang iklan yang menaruh iklannya di aplikasimu.

Pendapatan dari Dividen Saham

Pendapatan yang kita peroleh dari hasil jual beli saham termasuk pendapatan aktif. Tapi memiliki saham bisa mendatangkan penghasilan pasif jika saham yang kita beli merupakan saham perusahaan yang rajin memberi dividen kepada investornya. Namun untuk mendapat dividen dalam jumlah besar, kamu tentu harus membeli saham dengan jumlah banyak juga.

Hidup dari Bunga Deposito

Yang terakhir ini mungkin hanya bisa dijalankan sedikit orang. Pasalnya bunga deposito di Indonesia saat ini relatif rendah dibandingkan tahun 1990-an. Dengan bunga deposito saat ini 5%-6% per tahun, maka seandainya kamu menyimpan dana Rp100 juta, hanya mendapatkan 5-6 juta per tahun dari bunga atau Rp500.000 per bulan. Tentu jika mengharapkan pendapatan pasif yang besar dari deposito, kalian harus menyimpan dana yang lebih dari Rp100 juta, bukan?

Pendapatan pasif berguna untuk menopang pendapatan aktif dan bisa digunakan sebagai persiapan di saat usia kamu sudah tidak produktif lagi. Jika mimpimu adalah hidup sepenuhnya dari pendapatan pasif, kamu bisa merintisnya sejak sekarang. Misalnya, dengan berinvestasi untuk mengumpulkan modal memiliki properti yang akan kamu sewakan kelak.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo mulai bergerak dan wujudkan mimpimu!