Lebaran sudah usai. Indahnya mudik ramai-ramai, bertemu handai taulan serta teman kini tinggal memori yang akan selalu dikenang. Sekarang kamu kembali ke rutinitas biasa, dan mungkin menghadapi masalah baru: keuangan yang berantakan, sementara gajian masih lama.

Pastinya kamu tidak sendirian. Bukan hal yang aneh kalau Lebaran dan hari-hari besar penting lainnya cukup menguras kocek siapa saja. Bahkan bala bantuan keuangan seperti tunjangan hari raya (THR) dan bonus dari kantor ternyata tetap tidak mencukupi kebutuhan yang besar tadi.

Buat kamu yang ingin membenahi keuangan agar kembali normal, bisa mencoba beberapa kiat di bawah ini. Check this out:

Buat Skala Prioritas

Betul, baiknya kamu mulai mencatat kira-kira apa saja kebutuhan yang harus kamu penuhi dalam kondisi krisis ini. Baiknya semua berdasarkan skala prioritas. Ambil contoh dana operasional sehari-hari, paket data internet atau pun biaya makan.

Skala prioritas ini juga akan memaksa kamu menunda membeli barang-barang tak penting hingga keuanganmu sehat.

Susun Anggaran Baru dengan Penghematan

Sempatkan untuk menyusun anggaran baru keuanganmu dan lakukan penghematan sebisanya. Banyak orang malas membuat anggaran hanya karena dianggap ribet dan buang-buang waktu. Padahal perencanaan anggaran itu penting untuk menstabilkan keuangan setelah adanya pengeluaran besar.

Dengan anggaran baru, kamu bisa tahu pos-pos mana saja yang bisa dihemat atau bahkan dihindari sampai keuanganmu stabil.

Misalnya kamu biasa “ngopi cantik” dua kali seminggu di kafe favorit, kamu bisa berhenti ngopi di tempat itu sementara, paling tidak sampai krisis keuangan Lebaran berakhir.

Puasa Belanja

Maksud puasa belanja di sini adalah kamu tidak iseng melakukan window shopping ke mall atau mengintip aplikasi belanja online untuk sementara.

Bukan apa-apa, seringkali rencana untuk mengatur keuangan jadi berantakan karena kamu tergoda belanja barang-barang yang sebenarnya bisa ditunda, hanya karena diskon atau penawaran menarik.

Hindari Berutang

Bukan rahasia lagi kalau saat keuangan morat marit, yang menjadi solusi adalah berutang, baik dengan teman, saudara atau bahkan kartu kredit.

Bila solusi ini ada di pikiranmu, lebih baik lupakan saja. Harusnya kamu memaksimalkan penggunaan dana tersisa setelah Lebaran, bukan malah mencari talangan dana yang ke depannya justru akan menyusahkanmu karena tetap harus dibayar. Belum lagi kalau bunganya mencekik leher.

Isi Kembali Tabungan dan Dana Darurat

Mungkin selama Lebaran, secara tidak sengaja kamu mengunakan dana darurat atau tabungan. Nah, pastikan kamu bisa membayar kembali dana yang sudah dipergunakan.

Bisa saja dana tersebut dikembalikan secara menyicil atau sekaligus, tergantung kondisi keuanganmu. Jangan sampai alasan krisis membuat kedua pos tersebut kosong melompong, karena siapa tahu kamu membutuhkannya lagi untuk keperluan darurat.

Kerja Tambahan

Banyak jalan menuju Roma. Kalau dirasa membutuhkan dana lebih, kamu bisa mencari kerja tambahan. Bisa dengan cara lembur di kantor atau bila kamu punya jiwa dagang, bisa jualan online.

Dana yang dihasilkan bisa menutup kekurangan dana yang kebetulan terpakai saat Lebaran. Mencari dana tambahan dengan bekerja merupakan salah satu cara menyelesaikan krisis dengan cepat.

Disiplin

Semua rencana yang kamu persiapkan untuk menanggulangi krisis Lebaran akan sia-sia jika kamu tidak disiplin. Ikuti rencana anggaran keuanganmu dengan konsisten, begitu juga komitmen untuk memperbaiki kondisi keuanganmu. Disiplin menjadi penting karena merupakan penentu apakah semua yang kamu rencanakan bisa berhasil.

Krisis keuangan usai Lebaran tidak perlu disesali. Pengalaman ini bisa kamu jadikan pemicu untuk lebih bijaksana lagi menggunakan uang. Setuju?