Kamu tidak pernah tahu sampai kapan kamu terus aktif bekerja dan mengumpulkan uang. Belum tentu semua orang mampu bekerja hingga masa pensiun tiba. Salah satu penangkal menghadapi masa paceklik di masa tua adalah dengan investasi. Investasi berguna untuk menghadapi ketidakpastian di masa depan.

Bila kamu sudah bekerja dan belum menikah, tentu merupakan kesempatan besar untuk mulai investasi karena pengeluaran rutinmu masih belum terlalu banyak.

Tak perlu khawatir harus mengeluarkan dana besar untuk berinvestasi, karena sudah ada instrumen investasi yang terjangkau seperti reksa dana. Beberapa produk reksa dana bisa kamu mulai investasinya hanya dengan menyisihkan dana Rp100.000 per bulan.

Ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh bila mulai berinvestasi di usia muda, di antaranya berikut ini:

1. Belajar disiplin keuangan

Sisihkan gajimu di awal bulan untuk pos investasi. Buatlah investasi berkala yang membuatmu menyisihkan sebagian dari gaji tiap bulannya, misalnya berinvestasi di reksa dana. Caranya dengan menyetujui manajer investasi melakukan permintaan ke bank tempat kita menabung melakukan pendebetan otomatis sejumlah uang dari rekening kita ke rekening reksa dana.

Setelah itu, kamu bisa menggunakan gajimu untuk keperluan yang lain-lain. Dengan mendisiplinkan diri di bidang keuangan kamu bisa menyelamatkan masa depanmu karena punya cadangan dana.

2. Bijak Mengelola Keuangan

Dengan berinvestasi, maka kamu belajar mengelola keuangan pribadi kamu tiap bulannya. Sejak awal bulan buatlah rencana keuangan kamu dalam sebulan. Kamu pun belajar mengatur pos-pos pengeluaran secara detail sehingga uang sebulan akan cukup pemakaiannya.

Melalui berinvestasi rutin per bulan, kamu jadi punya kewajiban untuk menyisihkan sejumlah uang setiap bulan. Secara tidak langsung, hal ini bisa membantu kamu menghilangkan gaya hidup yang boros, foya-foya atau membeli barang-barang yang sebenarnya tidak kamu butuhkan.

Melakukan kebiasaan ini di awal bulan maka kamu akan terlatih memangkas pengeluaran yang tak perlu.

3. Hasil yang Lebih Besar

Hasil investasi bisa optimal jika dilakukan dalam jangka panjang. Bila dimulai sejak usia muda maka jangka waktu berinvestasi bisa lebih panjang dan tentu hasilnya lebih besar.

Contohnya seperti ini: seseorang menginvestasikan uang sebesar Rp130 juta, misalnya di properti dengan asumsi imbal hasil 5% per tahun dan berencana mengambil hasil investasinya saat ia berusia 60 tahun.

Jika orang tersebut memulainya saat usia 20 tahun, maka nilai investasinya akan tumbuh menjadi Rp900 juta 40 tahun ke depan.

Hasilnya akan lebih kecil jika dimulai pada usia 30 karena hanya akan menghasilkan sekitar Rp550 juta pada usia 60, sementara jika dimulai pada usia 40 tahun hanya akan menghasilkan Rp330 juta.

Bayangkan jika dana sebesar itu diinvestasikan di produk investasi seperti reksa dana saham yang memberi imbal hasil di kisaran 15%-20% per tahun, tentu hasilnya lebih dahsyat lagi.

4. Banyak Waktu untuk Belajar

Sebagai karyawan muda dan pemula mungkin gaji kamu hanya lebih tinggi sedikit dari gaji UMR, namun hal itu tak perlu jadi kendala berinvestasi karena kamu justru memiliki keuntungan waktu lebih panjang, termasuk untuk mempelajari seluk beluk investasi.

Saat gagal berinvestasi di sebuah instrumen, kamu masih punya banyak waktu untuk menelisik penyebab kegagalan dan mendalami produk investasi lainnya.

Misalnya kamu berinvestasi di properti, tapi ternyata harga yang kamu bayarkan terlalu tinggi dari seharusnya karena kamu tidak memperhatikan faktor lokasi yang jauh dari akses transportasi publik sehingga return investasi per tahunnya rendah. Meski gagal, tentu menjadi pengalaman berharga buatmu.

Proses belajar akan membuatmu menemukan cara berinvestasi yang tepat. Bila kamu mengelolanya dengan benar, perlahan investasi itu akan berkembang serta berpotensi menghasilkan kekayaan berlipat di masa depan.

5. Lebih Cepat Pensiun

Semakin muda berinvestasi maka kebebasan finansial lebih cepat tercapai. Saat kita tidak harus bekerja lagi namun mendapatkan penghasilan, itulah kebebasan finansial.

Kebebasan finansial dapat dicapai dengan cara berinvestasi misalnya dengan memiliki reksa dana, saham, properti, dll. Jenis investasi tersebut mampu mengatasi inflasi karena imbal hasilnya melampaui angka inflasi dan juga bunga deposito di bank.

Bila investasimu sudah bisa memberikan imbal hasil memadai untuk mencukupi kebutuhan hidup, kamu pun dapat memilih berhenti bekerja. Ini dapat terwujud jika kamu memulai investasi sedini mungkin.

6. Mewujudkan Impian Jangka Panjang

Impian jangka panjang kamu untuk memiliki rumah, misalnya, bisa terwujud ketika kamu sudah mulai investasi di usia muda. Selain berada di usia produktif, kamu juga belum memikirkan utang di sana-sini dan tanggungan untuk anak-istri.

Jadi, segera berinvestasi, yuk!