Siapa bilang hanya kesehatan saja yang butuh pemeriksaan? Keuanganmu ternyata juga harus diperiksa secara rutin, lo.

Pemeriksaan keuangan, kerennya disebut “financial check-up”, dilakukan untuk mencegah kondisi keuangan seseorang memburuk dan juga bisa memastikan keuangan seseorang dalam kondisi sehat walafiat.

Mereka yang paham betul pentingnya financial check up biasanya akan memeriksa kondisi keuangan secara rutin sebulan sekali, enam bulan sekali atau pun setahun sekali. Bahkan sudah ada aplikasi financial check up yang bisa kamu gunakan di ponsel pintarmu.

Ingin melakukannya sendiri sambil iseng-iseng? Kenapa tidak. Berikut tiga cara cepat dan mudah melakukan financial check up untuk memastikan keuanganmu dalam kondisi sehat atau malah sedang sakit berat.

Hitung Jumlah Utang dan Aset

Aset ini berhubungan dengan kekayaan yang kamu miliki, misalnya saja tabungan di bank, investasi reksa dana, emas atau pun mobil dan properti.

Sementara utang adalah kewajiban yang harus kamu bayar, termasuk kredit mobil, rumah atau pun kartu kredit. Hitung jumlah keseluruhan total utang kamu.

Jika jumlah aset dikurangkan jumlah utang ternyata hasilnya nol, itu berarti aset kekayaanmu terkikis oleh utang, dan kondisi keuanganmu bisa dibilang harus diperbaiki secepatnya.

Sementara jika aset kekayaanmu ternyata lebih besar dari utang, itu tandanya kondisi keuanganmu dianggap sehat.

Hitung Arus Kas

Jangan terjebak dengan istilah ini dan menganggapnya rumit. Maksud arus kas secara sederhana adalah pemasukan dan pengeluaran uang yang kamu lakukan dalam periode waktu tertentu.

Ambil contoh setiap bulannya kamu mendapat gaji bersih Rp4 juta. Idealnya pengeluaran kamu harusnya di bawah Rp 4 juta. Jangan sampai pengeluaran justru lebih besar dari pemasukan karena itu tandanya keuangan kamu sedang sakit.

Bagaimana jika ternyata pengeluaranmu lebih besar pasak dari tiang? Ada dua solusi: pemasukan ditambah atau pengeluaran dikurangkan, bisa juga dua-duanya.

Arus kas ini juga bisa menunjukkan bagaimana pola hidup kamu. Bisa jadi selama ini kamu konsumtif dan suka hura-hura atau malah suka berhemat dan menabung.

Berapa Dana Daruratmu?

Kebanyakan orang menyepelekan dana darurat karena menganggap “kan, sudah ada tabungan”.

Yang perlu kamu tahu, dana darurat itu sangat berbeda dengan tabungan. Tabungan bisa dibilang bagian dari investasi, sementara dana darurat adalah dana likuid (cepat cair) yang bisa membiayai kamu seandainya terjadi hal-hal darurat semisal kecelakaan, sakit, mobil rusak atau seandainya kamu mendadak tidak punya pekerjaan akibat di-PHK.

Besarnya dana darurat yang dimiliki mereka yang sudah berkeluarga dengan yang masih jomblo berbeda, lo. Untuk yang sudah berkeluarga biasanya lebih besar karena biaya bulanan yang mereka keluarkan juga tinggi.

Berapa dana darurat yang harus disiapkan? Sebenarnya itu tergantung masing-masing individu. Yang pasti dana darurat yang dianggap cukup adalah antara 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan kamu. Makin besar dana darurat yang kamu miliki, berarti kondisi keuangan kamu dalam keadaan sehat, menjurus ke sejahtera.

Baiknya kamu melakukan financial check up secara rutin karena seandainya ada kebocoran keuangan bisa diketahui secara cepat. Aktivitas yang satu ini juga akan membantu kamu mengontrol dan mengendalikan keuangan pribadi secara efektif.

Selain itu jangan pernah meremehkan gejala kondisi keuangan yang kamu anggap bermasalah. Misalnya kalau kamu merasa heran karena gaji menguap tak tersisa setiap bulannya, baiknya segera periksa kondisi keuangan kamu. Semoga berguna, ya.