Investasi merupakan kegiatan mengembangkan dana sehingga dana yang kamu miliki bertambah karena adanya imbal hasil atau return dari kegiatan investasi tersebut. Masih banyak masyarakat yang mau diiming-imingi penawaran investasi dengan modal kecil namun bisa mendapatkan imbal hasil yang sangat besar. Tidak heran jika mereka sering terjebak dengan investasi bodong yang memberikan penawaran semacam ini.

Sebenarnya, keinginan mendapat imbal hasil besar bukan hal yang salah dan sangat manusiawi. Juga karena memang ada instrumen investasi yang bisa memberi untung besar. Namun demikian, risiko yang bakal ditanggung juga besar, sepadan dengan potensi imbal hasilnya sehingga calon investor harus siap dengan potensi kehilangan sebagian dananya.

Dalam dunia investasi dikenal prinsip high risk high return, tidak ada penawaran imbal hasil tinggi yang memiliki risiko rendah, atau sebaliknya. Faktor risiko inilah yang tidak pernah disinggung dalam penawaran investasi bodong.

Karena itu, sebelum memulai investasi maka kamu sebaiknya mengetahui terlebih dahulu apakah karakter kamu cocok dengan instrumen investasi yang kamu pilih. Untuk itu kenali terlebih dahulu profil risiko kamu. Profil risiko merupakan salah satu kunci utama bagi kamu untuk memutuskan produk investasi mana yang akan kamu pilih.

Secara garis besar kamu akan menemui ada tiga tipe investor di dunia investasi:

1. Tipe Konservatif

Investor yang masuk tipe ini kurang menyukai risiko bahkan malah cenderung menghindarinya. Ia tidak mempermasalahkan imbal hasil investasi yang didapat kecil asalkan dana pokok investasinya aman atau tidak berkurang. Investor yang masuk kategori konservatif harus rela mendapat imbal hasil investasi yang tidak tinggi.

Produk investasi yang sesuai untuk investor dengan tipe ini adalah produk pasar uang seperti deposito. Jika memilih reksa dana maka bisa mencoba reksa dana pasar uang yang memiliki komposisi 90% deposito dan 10% obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun. Biasanya investor pemula berada di tipe ini karena sedang belajar berinvestasi.

2. Tipe Moderat

Tidak seperti tipe koservatif yang menginginkan kenihilan risiko, investor dengan tipe moderat sudah bisa menerima risiko. Karena itu investor dengan tipe ini berada di tengah-tengah antara konservatif dan agresif.

Tipe investor moderat memiliki toleransi risiko yang juga moderat, masuk dalam profil risiko yang lumayan tinggi dan termasuk kategori potensial atau setengah siap untuk investasi.

Ia tidak mengharapkan tingkat imbal hasil terlalu tinggi, cukup yang sedang-sedang saja namun stabil dan terukur, cukup 7%-10% per tahun. Ia juga bisa menerima jika nanti akan kehilangan sebagian dana investasinya dengan harapan dalam jangka waktu menengah sampai panjang akan kembali. Produk investasi yang cocok untuk investor tipe ini adalah surat utang atau obligasi yang pergerakan harganya tidak terlalu volatil atau bergejolak dan memberi imbal hasil di kisaran 7%-10% per tahun. Selain obligasi, investor tipe ini biasanya menyukai investasi properti karena memiliki kestabilan harga dan bisa terukur pergerakan harganya.

3. Tipe Agresif

Investor tipe agresif memiliki toleransi risiko yang tinggi, sehingga masuk kategori profil risiko tertinggi dan masuk level siap di kategori kesiapan berinvestasi. Investor tipe ini telah siap menghadapi volatilitas tinggi yang terjadi di pasar keuangan.

Investor tipe ini siap kehilangan pokok investasi dalam jumlah besar namun dengan harapan mendapat hasil berkali-kali lipat dari nilai pokok investasinya. Ia mengharap imbal hasil lebih dari 20% per tahun karena cenderung mementingkan besaran imbal hasil investasi.

Bila mengalami kerugian, investor tipe agresif berharap bisa menutupnya dengan imbal hasil besar yang akan didapatnya di kemudian hari. Jenis instrumen investasi yang cocok dengan tipe ini antara lain pasar saham dan bursa berjangka seperti forex dan komoditi di mana saham bisa mengalami kenaikan lebih dari 20% dalam setahun namun bisa juga mengalami penurunan harga lebih dari 20% dalam setahun.

Nah, dari uraian di atas kamu bisa menilai diri kamu sendiri, masuk tipe investor manakah kamu. Tidak salah juga kalau kamu ternyata tipe konservatif namun mencoba produk investasi yang moderat atau agresif karena kamu akan belajar sesuatu dari situ.