Galau karena sulit menyisihkan uang untuk investasi? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang yang mengalami hal yang sama, meskipun mereka punya kesadaran pentingnya investasi seperti kamu.

Idealnya dana investasi itu 10-15 persen dari total pemasukan yang kamu dapatkan. Namun angka tadi bukanlah mutlak karena sekarang berinvestasi sudah bisa dimulai dengan dana minim.

Buat yang berpenghasilan pas-pasan, sulitnya melakukan investasi bisa jadi karena pemasukan tiap bulan dianggap terlalu mepet. Belum lagi kalau tiba-tiba ada pengeluaran dadakan yang memaksa kamu mengeluarkan uang ekstra.

Padahal siapa pun bisa menyisihkan dana untuk investasi. Bahkan kalau kamu punya tekad super kuat, menyisihkan dana investasi bisa dilakukan setiap bulan. Ingin tahu caranya? Ayo disimak 4 kiat di bawah ini:

Pilih Investasi yang Ramah Kantong

Beruntunglah kamu yang lahir sebagai generasi milenial, karena bentuk investasi sudah semakin kreatif dan terjangkau. Kamu bisa memilih jenis investasi yang sesuai dengan kocekmu.

Misalnya saja, jika kamu cuma mampu menyisihkan Rp100.000 per bulan, kamu bisa memilih investasi reksa dana. Investasi yang satu ini cukup mudah dan aman karena ada manajer investasi yang mengurus danamu.

Bisa juga memilih investasi emas, kalau kamu lebih suka investasi ala tradisional dengan menggunakan logam mulia. Cukup banyak lembaga yang menawarkan program investasi emas, misalnya saja PT Pegadaian dan bank-bank di Indonesia.

Pilihkan investasi yang sesuai dengan kantong karena kalau tidak, investasimu bisa berhenti di tengah jalan. Pikir masak-masak sebelum memutuskan, terutama kalau kamu berkeinginan melakukan investasi jangka panjang.

Atur Keuangan dengan Baik

Ini mungkin tantangan yang paling berat. Kamu harus meninjau kembali keuanganmu, termasuk pos-pos keuangan tak penting. Lebih super lagi kalau kamu membuat rencana keuangan baru setiap bulan, sehingga mengetahui secara pasti pengeluaran mana saja yang bisa dihemat, plus berapa yang bisa disisihkan setiap bulan.

Dana yang disisihkan tersebut bisa kamu gunakan untuk investasi.

Ingat, siapa pun bisa menyisihkan uang, selama pengaturan keuangannya dilakukan dengan baik.

Pisahkan Dana Investasi

Bisa juga kamu langsung menyisihkan sejumlah dana setiap kali gajian. Misalnya menyisihkan langsung 10-15 persen pemasukanmu setiap bulan. Anggaplah uang yang disisihkan itu “uang hilang” jadi kamu tidak merasa berat hati atau kepikiran terus.

Sisihkan uang tersebut dengan mengunakan rekening lain, alias jangan dicampur dengan rekening tabungan atau dana daruratmu.

Percaya atau tidak, sisa penghasilanmu tetap cukup untuk keperluan bulanan, karena kamu dipaksa untuk disiplin menggunakan dana sisa secara bijak.

Konsisten dan Motivasi Diri

Yup, kamu harus punya tekad kuat dan konsisten untuk melakukan investasi tiap bulan. Jangan sampai rencana tersebut hanya semangat sementara yang kemudian memudar.

Jangan mudah tergoda seandainya ada ajakan jalan-jalan atau belanja barang yang bisa menganggu keuanganmu.

Sebaliknya motivasi diri kamu dengan selalu memikirkan keuntungan jangka panjang dengan berinvestasi. Pikirkan apa yang akan kamu lakukan bila investasimu berhasil: beli rumahkah? Mobil? Atau mungkin buka usaha sendiri sehingga tidak perlu bekerja di kantoran lagi.

Melakukan investasi harus dimulai sejak dini, apalagi bila kamu masih muda. Membiasakan diri melakukan investasi setiap bulan merupakan hal yang tepat, apalagi jika kamu belum memiliki banyak kebutuhan. Sedikit tidak mengapa asal konsisten dan berkelanjutan. Lagipula bukankah pepatah mengatakan sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit?