Bukan rahasia lagi kalau properti termasuk salah satu investasi yang cukup menguntungkan. Maklum, kebutuhan properti di Indonesia tidak pernah cukup, sehingga harganya selalu tinggi dan menjadi buruan orang.

Di zaman now, banyak anak muda yang mulai melirik untuk berinvestasi di properti. Alasannya sederhana, investasi ini dianggap cukup mudah dibanding misalnya kamu berencana membeli obligasi atau surat berharga.

Harga properti memang cukup mahal, tetapi jangan salah, dalam waktu singkat harga tersebut bisa naik hingga tiga kali harga awal. Jadi kemungkinan rugi memang kecil.

Bila kamu termasuk yang ingin mencoba-coba berinvestasi properti namun masih miskin pengalaman dan tidak pede, coba ikuti beberapa trik di bawah ini.

1. Pastikan Keuanganmu

Ini yang paling utama, kamu harus tahu berapa dana yang ada untuk membeli properti. Kamu juga harus punya alternatif pembayaran seandainya uang yang kamu miliki tidak cukup, misalnya pembiayaan oleh bank lewat program Kredit Pembelian Rumah (KPR).

Pikirkan dengan masak-masak, seandainya kamu memutuskan membeli properti dengan KPR. Ingat, kredit KPR merupakan komitmen jangka panjang yang membutuhkan kestabilan keuangan jangka panjang juga. Jangan sampai kamu gagal bayar di tengah jalan.

2. Tentukan Jenis Properti

Jenis properti itu beragam. Ada yang berjenis residensial seperti rumah, apartemen, atau rumah susun (rusun), ada juga yang berbentuk pertokoan, dan bangunan multifungsi.

Kalau kamu berencana berinvestasi sekaligus akan tinggal di sana, mungkin kamu bisa membeli properti tipe residensial. Tetapi kalau kamu lebih suka properti yang bisa dipakai untuk berbisnis, mungkin bisa memilih toko atau bangunan multifungsi.

3. Cek Lokasi

Tahap selanjutnya adalah mengecek lokasi. Jangan pandang enteng hal yang satu ini karena lokasi sangat menentukan suksesnya investasi kamu. Bahkan ada ungkapan bahwa tiga faktor utama yang menentukan sukses berinvestasi properti yaitu: lokasi, lokasi dan lokasi.

Pastikan lokasi yang kamu pilih merupakan kawasan yang baik dan berkembang di masa depan. Cara gampangnya, cari lokasi yang rendah tingkat kejahatannya dan mudah dicapai, baik dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Makin baik lagi kalau lokasinya dekat dengan fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah dan pusat perbelanjaan.

Dibutuhkan sedikit survei untuk mendapatkan lokasi yang pas. Jadi jangan terburu-buru memutuskan. Ingat, beli properti sama seperti mencari jodoh, jadi jangan salah pilih. Perlu juga bertanya ke penduduk sekitar, karena mereka paling tahu kondisinya.

4. Cek Peta Perencanaan Pembangunan

Seandainya kamu sudah mendapatkan lokasi yang cocok, sempatkan waktu untuk melakukan pengecekan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) karena lembaga tersebut memiliki peta perencanaan pembangunan masa depan.

Siapa tahu tempat yang kamu incar akan menjadi kawasan industri yang buntut-buntutnya menguntungkan kamu, atau jangan-jangan rawan penggusuran karena ada rencana pembangunan jalan di sana.

5. Periksa Status Kepemilikan

Tertarik dengan salah satu properti yang dijual? Jangan buru-buru memutuskan. Lebih baik kamu periksa dulu status kepemilikan properti yang kamu incar. Mengecek kelengkapan dokumen is a must, terutama karena semua jenis properti harus memiliki sertifikat.

Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1960 tentang peraturan dasar pokok-pokok agraria ada lima jenis sertifikat, yaitu sertifikat hak milik (SHM), sertifikat hak guna bangunan (HGB), sertifikat hak satuan rumah susun, girik, dan akta jual beli.

Dari kelima jenis sertifikat itu, SHM merupakan sertifikat yang menunjukkan kepemilikan secara penuh. Disarankan untuk membeli properti dengan sertifikat SHM karena pemiliknya sudah jelas. Kamu juga bisa minta pertolongan notaris untuk mengecek keabsahan SHM tersebut untuk menghindari sertifikat palsu.

6. Cari Tahu Harga Pasaran

Jangan langsung membeli sebuah properti tanpa mengetahui harga pasaran di kawasan tersebut. Baiknya kamu rajin bertanya agar terhindar membeli properti dengan harga kemahalan.

Mengetahui harga pasaran juga menguntungkan karena ada patokan saat kamu melakukan tawar menawar.

Selain itu, kamu juga harus hati-hati jika sebuah properti ditawarkan dengan harga terlalu murah. Cek terlebih dahulu latar belakangnya. Jangan-jangan merupakan properti yang sedang dalam sengketa.

Jadi, bila kamu tertarik memulai investasi bidang properti, kamu harus jeli menangkap momen. Berhubung harganya selalu naik, baiknya jangan menunggu terlalu lama, karena kamu akan menyesal. Berminat?