Salah satu kunci agar keuanganmu tetap sehat adalah membuat rencana anggaran setiap bulan. Mungkin kamu sudah melakukannya, tapi ternyata susah untuk bertahan pada anggaran tersebut. Ada saja alasan yang membuat pengeluaranmu melebihi anggaran. Ujung-ujungnya, tidak ada lagi sisa penghasilanmu untuk ditabung dan diinvestasikan.

Tapi, jangan menyerah dulu. Jika niat dan fokus, kamu pasti bisa melampaui tantangan itu. Untuk membantu mempertahankan anggaran yang sudah kamu buat, coba beberapa tips di bawah ini.

1. Ingat Lagi Tujuanmu

Ayo ingat-ingat lagi tujuanmu membuat rencana anggaran keuangan. Yang utama tentu supaya pengeluaran tidak melebihi penghasilanmu. Selain itu, kamu juga pasti berharap bisa punya sisa penghasilan untuk ditabung dan diinvestasikan guna mencapai tujuan-tujuanmu di masa depan.

Agar kamu tidak mudah lupa dengan tujuanmu menabung dan berinvestasi, visualkan tujuan tersebut. Misalnya kamu ingin mengumpulkan uang muka pembelian rumah, cari gambar rumah impianmu dan tempel di tempat yang mudah terlihat olehmu setiap hari disertai kalimat penyemangat untuk menabung dan berinvestasi. Mudah, bukan?

2. Gunakan Fitur Autodebet

Menunggu sisa penghasilan di akhir bulan untuk dialokasikan menjadi dana tabungan dan investasi biasanya akan lebih sulit daripada segera menyisihkannya di awal bulan. Supaya anggaran dana tabungan dan investasi ini terpenuhi, yang paling mudah adalah menggunakan fitur autodebet dari bank.

Buat rekening terpisah untuk tabungan atau investasi dan minta ke bank agar mendebet otomatis ke rekening tersebut setiap awal bulan, saat gajimu sudah masuk. Dengan demikian, sebelum kamu tergoda menggunakan dananya untuk keperluan lain, gajimu sudah otomatis terpotong dan disalurkan untuk tabungan serta investasi.

3. Pakai Uang Tunai Saat Belanja

Ambil uang tunai dari ATM sejumlah anggaran pengeluaranmu untuk satu minggu. Pakai uang yang tersimpan di dompetmu untuk berbelanja dan mencukupi kebutuhanmu yang lain sepanjang minggu itu. Lakukan hal yang sama di minggu berikutnya hingga akhir bulan.

Dengan bertransaksi tunai, kamu akan lebih menyadari berapa uang yang telah kamu habiskan. Apakah sesuai atau melebihi anggaranmu? Jangan tergoda menggunakan kartu debet atau kredit karena akan berpotensi mengacaukan rencana anggaran yang sudah kamu buat.

4. Rutin Mengecek Saldo Rekening

Ini berguna untuk melihat apakah saldo penghasilanmu di rekening masih mencukupi kebutuhan hingga akhir bulan. Pasalnya, bisa saja kamu tergoda menggunakan kartu debet saat berbelanja atau membayar keperluan lain meskipun kamu sudah menarik uang tunai untuk kebutuhan sepanjang minggu tersebut.

Jika saldo di rekening berlebih, kamu bisa mengalokasikannya untuk pos pengeluaran yang masih perlu tambahan biaya. Tapi jika saldo rekeningmu kurang hingga akhir bulan, artinya kamu terpaksa menarik uang tunai lebih sedikit dan mengurangi pengeluaran pada minggu berikutnya.

5. Simpan Struk dan Cermati Tagihan Belanjamu

Sehabis berbelanja, jangan buru-buru buang struknya. Kamu bisa melakukan analisis belanja setiap minggu menggunakan kumpulan struk itu dan membandingkannya dengan rencana anggaran yang sudah kamu buat. Apakah masih sesuai atau sudah jauh melewati anggaran? Tentu saja kalau sudah jauh melebihi anggaran, kamu perlu lebih mengencangkan ikat pinggang minggu berikutnya.

Jika kamu malas mengumpulkan struk, pakai saja aplikasi pengelola keuangan yang banyak tersedia. Tinggal masukkan datanya ke aplikasi tersebut dan kamu bisa melihat analisisnya melalui aplikasi.

Jangan lupa juga mengecek tagihan kartu kreditmu, terutama jika kamu banyak menggunakan kartu kredit untuk membayar berbagai tagihan secara otomatis. Siapa tahu ada tagihan pembelanjaan yang tidak kamu lakukan atau ada tagihan jasa yang sudah tidak kamu butuhkan lagi. Kamu bisa langsung menghentikan tagihan itu dan melakukan lebih banyak penghematan.

Bila kamu berhasil mempertahankan anggaran dan bisa menyisihkan sedikit kelebihan, boleh juga sesekali memberikan “hadiah” pada diri sendiri. Yang penting, tak lupa diri sehingga malah jadi boros. Setia pada anggaran, bukan berarti tak bisa bersenang-senang, lo. Setuju?