Bisa dibilang saat ini Reksa Dana dan Unit Link cukup populer. Keduanya diminati banyak orang karena menawarkan keuntungan yang cukup besar dan proses pembeliannya tidak sulit.

Unit Link biasanya dikeluarkan oleh perusahaan asuransi. Inovasi ini dilakukan perusahaan asuransi untuk menarik lebih banyak nasabah karena dana yang disetor untuk asuransi bisa kembali kepada nasabahnya, bila tidak ada klaim.

Sayangnya, Reksa Dana dan Unit Link sering dianggap anak kembar, meskipun pada kenyataannya keduanya punya perbedaan yang cukup signifikan.

Penasaran? Berikut beberapa persamaan dan perbedaan antara Reksa Dana dan Unit Link yang harus kamu ketahui sebelum memilih mana yang paling cocok untuk masa depanmu.

Persamaan

  • Dikelola Manajer Investasi

Betul, baik Reksa Dana maupun Unit Link sama-sama dikelola manajer investasi atau sering disebut MI. Kamu tidak perlu pusing-pusing, karena semua diurus manajer investasi yang berpengalaman.

  • Instrumen Investasi

Instrumen investasi antara Reksa Dana dan Unit Link itu sama, yaitu dana milik nasabah akan diputar di pasar uang, obligasi atau pun saham. Itu sebabnya Reksa dana dan Unit Link memiliki risiko yang kurang lebih sama.

Perbedaan

  • Perantara

Kalau Reksa Dana sering disebut investasi murni karena dana milik kamu langsung ditempatkan pada manajer investasi, maka proses investasi pada Unit Link justru berbeda karena melibatkan perusahaan asuransi sebagai perantara.

Pada Unit Link, kamu akan menyetor sejumlah dana (premi) pada perusahaan asuransi, yang kemudian menempatkan “sebagian” dari dana tersebut ke manajer investasi.

  • Tujuan

Tujuan Reksa Dana adalah murni investasi untuk mendapatkan keuntungan atau imbal hasil dari yang sudah diinvestasikan.

Sementara Unit Link punya tujuan ganda yaitu selain investasi juga proteksi asuransi. Jadi selain keuntungan investasi yang bisa kamu dapatkan dalam waktu tertentu, kamu juga akan terlindungi bila sewaktu-waktu mengalami sakit atau kecelakaan yang menyebabkan cacat atau kematian.

  • Dana Investasi

Investor Reksa Dana bisa fleksibel menentukan sendiri berapa jumlah dana yang “mampu” mereka setor. Biasanya hanya dengan Rp100 ribu, kamu bahkan sudah bisa melakukan investasi di Reksa Dana.

Sementara untuk Unit Link, dana investasi ditentukan oleh pihak perusahaan asuransi. Bahkan bila ternyata setoran dilakukan terlambat, akan ada denda dan konsekuensi lainnya.

  • Pencairan

Investor Reksa Dana bisa mencairkan dana dengan mudah. Dalam waktu tiga hari dana sudah masuk ke rekening investor. Pencairan bisa dilakukan dengan datang ke agen penjual tempat kamu membeli Reksa Dana. Bisa juga pencairan secara online.

Sementara pencairan dana di Unit Link jauh lebih rumit karena terkait dengan asuransi. Jika kamu menarik semua dana investasi, maka asuransi yang selama ini memproteksi kamu otomatis juga akan berhenti karena investasi membayar biaya asuransi. Sehingga disarankan untuk menyisakan dana investasi alias tidak diambil semuanya.

  • Hasil Investasi

Mungkin ini poin yang paling penting dalam investasi. Kapan kamu bisa mendapatkan hasil investasimu?

Hasil investasi Reksa Dana bisa dipantau sejak hari pertama kamu melakukan investasi.

Bagaimana dengan Unit Link? Biasanya hasil investasi baru bisa didapatkan pada tahun kedua. Betul, pada tahun pertama tidak ada kegiatan investasi karena premi yang dibayar peserta akan digunakan untuk biaya dan potongan yang dilakukan perusahaan asuransi.

  • Biaya Jual Beli Investasi

Bila kamu berinvestasi di Reksa Dana, kamu tidak akan dikenakan biaya untuk melakukan jual beli investasi, alias gratis. Kalau pun kamu membeli reksa dana secara online, maksimal biaya yang dikenakan sebesar 1-2 persen saja.

Sementara bila kamu melakukan jual beli investasi di Unit Link, kamu akan dikenakan biaya sebesar 5 persen.

Nah, dengan penjelasan di atas, mana yang paling menguntungkanmu?