Memilih investasi yang tepat memang penuh tantangan. Seorang investor diharapkan bisa mengetahui dan mempelajari saksama investasi yang menjadi pilihan. Jangan sampai bukan keuntungan yang didapatkan, malah kerugian karena kurang detail mempelajari investasi tersebut.

Hal ini sering terjadi pada investor newbie yang biasanya lebih fokus pada mencari keuntungan semata namun sering melupakan risiko masing-masing investasi.

Buat kamu yang masih pemula dalam hal investasi, berikut sejumlah kesalahan-kesalahan fatal yang kerap terabaikan investor newbie saat melakukan investasi.

1. Tak ada perencanaan keuangan dan analisa investasi

Investor newbie kadang terlalu terburu-buru melakukan investasi lantaran tergoda keuntungan awal yang ditawarkan atau sekadar ikut-ikutan teman, tanpa melakukan perencanaan keuangan yang matang terlebih dahulu. Padahal itu penting supaya investasi yang dilakukan berjalan lancar dan sukses.

Selain perencanaan keuangan, analisis juga sangat penting dilakukan sebelum memutuskan memilih instrumen investasi. Baik itu saham, reksa dana, emas, properti dan lainnya. Jangan langsung percaya dengan kata-kata manis orang atau investor lain maupun rumor yang beredar tanpa mencari tahu kebenarannya.

Tanpa perencanaan dan analisis, kamu jadi tak punya gambaran mengenai kemampuanmu untuk berinvestasi, kinerja instrumen investasi yang kamu pilih dan berapa besar potensi keuntungan atau kerugian yang bakal diperoleh.

2. Tergesa-gesa ingin mendapat keuntungan

Investor newbie biasanya ingin cepat mendapat keuntungan, sehingga memilih melakukan investasi jangka pendek. Sebagian beranggapan investasi jangka pendek bisa mengurangi kerugian, padahal itu belum tentu benar.

Investasi jangka pendek juga tak lepas dari mengambil keputusan yang terlalu tergesa-gesa lantaran melihat keuntungan besar, padahal bisa saja keputusan yang diambilnya salah. Misalnya saja terjebak membeli saham “gorengan” yang berujung pada kerugian.

Daripada melakukan investasi tergesa-gesa hanya untuk mendapat keuntungan cepat, mungkin kamu bisa menunggu sedikit lebih lama sambil mempertimbangkan untung ruginya.

3. Jarang melakukan evaluasi aset-aset investasi

Jika ingin mengetahui investasi yang kamu lakukan berhasil, caranya dengan mengevaluasi secara berkala. Evaluasi aset investasi ini bertujuan untuk memonitor kinerja investasi. Misalnya, dengan membuat daftar semua investasi yang kamu lakukan, lalu cek imbal hasil yang kamu peroleh dalam setahun. Kemudian bandingkan imbal hasil tersebut dengan jenis investasi lainnya apakah sama atau lebih rendah.

Bila kamu melakukan investasi dalam durasi satu tahun maka evaluasi diperlukan setiap bulan. Namun jika investasi dengan durasi sekitar tiga tahun, lakukan evaluasi setiap enam bulan sekali dan jika jangka panjang, disarankan evaluasi aset satu kali dalam setahun. Dengan sering melakukan evaluasi maka kamu bisa segera memperbaiki strategi investasi demi mendapatkan hasil yang lebih baik.

4. Tidak fokus

Banyak investor newbie yang merasa “ketagihan” saat mendapat keuntungan dari satu instrumen investasi, akan segera mencoba instrumen yang lain. Padahal, mereka belum memahami dan menguasai secara utuh instrumen investasi sebelumnya.

Untuk menjadi investor newbie yang cerdas dan andal, fokus pada satu instrumen sebaiknya dikuasai terlebih dahulu agar bisa mendapatkan keuntungan investasi yang besar.

Sebaliknya jika kamu tak fokus, misal berinvestasi pada banyak instrumen karena tertarik keuntungan besar dalam waktu bersamaan, malah bisa membuat perhatianmu terpecah dan berpotensi merugi karena kekurangtahuan terhadap masing-masing instrumen.

Meski demikian, diversifikasi investasi memang perlu dilakukan untuk menghindari risiko kerugian jika hanya meletakkan dana pada satu instrumen saja. Namun diversifikasi jangan dilakukan secara masif. Ada baiknya memilih jenis instrumen yang hampir sama dan memiliki keterkaitan, sehingga tak sulit mempelajarinya. Saham dan reksa dana saham misalnya.

5. Malas bertanya dan belajar

Kadang investor newbie malas bertanya dan belajar. Padahal pengetahuan soal investasinya masih kurang sehingga sangat membutuhkan bantuan, saran dan input dari ahli di bidang investasi atau investor yang sudah berpengalaman.

Banyak bertanya kepada ahlinya atau mengikuti berbagai pelatihan, seminar maupun workshop bisa meningkatkan pengetahuan soal investasi. Kamu juga harus mempelajari beberapa faktor yang mempengaruhi investasi seperti inflasi serta kondisi ekonomi dan politik.

Hal lain yang sangat penting adalah mengetahui secara detail metode investasi yang dilakukan dan potensi imbal hasil yang diperoleh dalam situasi ekonomi terbaik hingga terburuk. Karena itu, jangan malas mencari informasi secara lengkap dan transparan terkait investasi yang kamu pilih. Karena pada akhirnya hal ini membantu kamu mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Selamat berinvestasi, newbie!