Saat mulai berinvestasi, kamu perlu memahami bahwa tidak ada investasi yang sama sekali bebas dari risiko. Semakin tinggi potensi keuntungannya, akan makin tinggi pula risikonya (high risk high return). Namun, adanya risiko investasi ini di satu sisi justru baik bagi investor karena membuat kita waspada dan teliti sebelum membuat keputusan investasi.

Untuk menambah wawasanmu mengenai risiko investasi, cermati penjelasan berbagai risiko dalam dunia investasi berikut ini:

Baca juga: Bangun Start-up yang Bermanfaat Ala Hanindia Narendara

Risiko Pasar

Naik turunnya nilai investasi dipengaruhi oleh pergerakan pasar. Pergerakan pasar amatlah dinamis yang dapat disebabkan oleh sejumlah faktor seperti kondisi ekonomi global, regional serta dalam negeri, perubahan kebijakan pemerintah atau gejolak kondisi politik hingga kejadian bencana alam.

Contohnya jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun, umumnya sebagian besar harga saham juga mengalami penurunan, begitu pula dengan reksa dana saham. Hal ini tentu dapat mengakibatkan kerugian pada investor karena harga jual saham atau reksa dana saham akan jatuh dibandingkan harga belinya.

Risiko Suku Bunga

Pemerintah melalui bank sentral menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk mengontrol inflasi. Bila suku bunga terlalu rendah, orang mudah meminjam uang sehingga dana tunai akan masuk secara cepat dalam perekonomian dan menaikkan harga-harga barang. Akibatnya, inflasi pun terjadi. Sebaliknya, jika suku bunga terlalu tinggi, tingkat kredit akan menurun dan memperlambat pertumbuhan perekonomian.

Perubahan suku bunga ini paling nyata dampaknya pada investasi obligasi. Saat suku bunga naik, harga obligasi yang diterbitkan sebelumnya akan turun. Investor akan lebih tertarik membeli obligasi baru dengan kupon (bunga) yang lebih tinggi, sehingga agar obligasi lama tetap laku, pihak penerbit obligasi akan menurunkan harganya. Dengan demikian investor yang telah membeli obligasi lama sebelum harganya diturunkan akan mengalami kerugian.

Risiko Likuiditas

Likuid artinya cair, dan dalam investasi ada risiko instrumen investasimu tidak dapat segera dicairkan atau diuangkan. Makin mudah produk investasi dijual pada atau mendekati nilai wajarnya, maka makin likuid produk tersebut.

Misalnya saja investasi tanah dan properti. Jenis investasi ini termasuk tinggi risiko likuiditasnya karena belum tentu dapat cepat terjual sesuai dengan harga pasar atau harga yang kamu inginkan. Bila kamu menjual tanah atau properti di bawah harga pasar atau harga belinya, tentu kamu mengalami kerugian.

Risiko Gagal Bayar

Dalam berinvestasi, ada risiko dana yang telah kamu investasikan tidak dapat kembali. Misalkan saja pada investasi obligasi, perusahaan penerbit obligasi mengalami kerugian sehingga tidak dapat membayar kembali utang yang dipinjamnya dari investor beserta kuponnya (bunga).

Contoh lain, pernah terjadi beberapa kasus nasabah deposito tidak dapat memperoleh kembali dana depositonya karena bank penerbit deposito terlikuidasi dan tidak ikut Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Karena itu dalam berinvestasi pada deposito, cek apakah bank penerbit menjadi anggota LPS.

Risiko Penipuan

Risiko ini yang paling perlu kamu waspadai dalam berinvestasi. Penipuan terjadi bila pihak yang terlibat dalam transaksi cedera janji dan tidak memenuhi kewajibannya pada pihak lain yang terkait dalam transaksi tersebut. Akibatnya, dana investasimu pun hilang dan kamu merugi.

Untuk menghindari risiko penipuan, jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai investasi tersebut dan pihak yang menawarkannya. Bila berinvestasi pada surat berharga, tanamkan dana investasimu pada perusahaan keuangan atau manajer investasi yang bereputasi baik dan terpercaya.

Baca juga: Modal Bisnisa Ala Edy Fajar Presetyo

Dengan mempelajari berbagai risiko investasi, kamu akan lebih bisa menganalisis mana produk investasi yang paling sesuai dengan tujuan-tujuan keuanganmu. Selain itu, upayakan miliki beragam produk investasi dari yang berisiko rendah hingga tinggi agar lebih mengamankan aset investasimu. Selamat berinvestasi!