Ketika membutuhkan uang, sebagian masyarakat memilih datang ke bank. Namun biasanya, proses peminjaman atau kredit melalui bank cukup memakan waktu dan merepotkan, sehingga banyak yang memilih alternatif kredit dengan prosedur lebih mudah.

Apalagi jika kamu membutuhkan dana darurat atau mendesak, bank tentu tidak akan menjadi pilihan utama. Di era digital saat ini, sejumlah perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) yang juga menyediakan pinjaman online hadir untuk memberikan alternatif kredit yang cepat dan mudah.

Meski memiliki sejumlah keuntungan, pinjaman online juga tak lepas dari potensi kerugian, apalagi layanan tersebut masih merupakan barang baru di negeri ini, sehingga membuat sebagian masyarakat ragu untuk memilihnya.

Karena itu, ada baiknya kamu mengetahui pro dan kontra pinjaman online, yakni terkait potensi keuntungan dan kerugian yang bakal didapat.

Baca juga: Bisnis di Usia Muda Ala Yasa Singgih

Pro Pinjaman Online

Bicara soal keuntungan, tentu saja jika kamu tak memenuhi syarat mendapat pinjaman dari bank, pinjaman online menjadi salah satu alternatif yang bisa dipilih lantaran persyaratan dan prosesnya yang mudah. Biasanya yang dijadikan syarat adalah dokumen pribadi, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), surat keterangan kerja, slip gaji dan fotokopi rekening bank.

Dari segi waktu pun akan lebih ringkas dibandingkan meminjam dari bank. Proses peminjaman hanya dalam hitungan jam atau hari, tak seperti bank yang sampai berminggu-minggu atau bulan. Hal ini cocok bagi kamu yang membutuhkan dana cepat.

Proses pengajuan juga bisa dilakukan kapanpun tanpa perlu datang ke kreditur. Selain itu, jika kamu masih memiliki kredit di bank, sudah pasti tak akan punya peluang untuk mengajukan kredit baru. Jika itu terjadi, pinjaman online bisa cukup membantu lantaran beberapa perusahaan fintech tak mewajibkan nasabahnya punya riwayat kredit yang baik.

Keuntungan lain yang ditawarkan, kamu tak akan dikenakan penalti jika ingin melunasi pinjaman sebelum jatuh tempo serta tak meminta jaminan kepada debitur. Tenornya atau jangka waktu peminjaman juga fleksibel, mulai enam minggu hingga 36 bulan.

Kontra Pinjaman Online

Pinjaman online dipilih karena dianggap solusi mudah dan alternatif cepat bagi mereka yang kesulitan atau malas meminjam di bank. Namun beberapa potensi kerugian seperti di bawah ini pun membuat sebagian orang kontra dengan pinjaman online dan tetap memilih cara konvensional.

Pertama, karena kreditur tidak mensyaratkan jaminan, bunga pinjaman online pun menjadi tinggi. Biasanya lebih tinggi dari bunga pinjaman di bank, sebab risiko yang harus ditanggung perusahaan penyedia jasa pinjaman online juga jauh lebih besar dibanding lembaga pemberi pinjaman lainnya.

Untuk menyiasatinya, kamu bisa membandingkannya dengan perusahaan sejenis supaya mendapatkan bunga terbaik. Karena platform pinjaman online masih terbilang baru di Indonesia, maka potensi bangkrut alias gulung tikar juga bisa sewaktu-waktu terjadi. Sebab itu, pilih perusahaan fintech yang terpercaya dan tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencegah dan meminimalkan potensi kerugian yang mungkin dialami.

Di sisi lain, dunia online memiliki sejumlah risiko. Misalnya, data pribadi debitur yang disalahgunakan, seperti dijual ke marketing kartu kredit.

Selain itu, ada juga oknum fintech yang menyalahi aturan sistem peminjaman sehingga merugikan debitur. Contohnya kasus RupiahPlus yang menagih utang dengan mengontak orang di luar kontak yang didaftarkan debitur, bahkan mengancam dan memaki debitur.

Sekali lagi, untuk menghindari kerugian, jangan pilih lembaga penyedia pinjaman online yang abal-abal, tapi yang sudah terdaftar di OJK, sehingga wasit industri keuangan ini bisa mengawasi dan mengontrol kegiatan lembaga tersebut.

Baca juga: Usaha ‘The Denim Club’ Bangkit Dari Bangkrut

Jika sudah mengetahui untung dan ruginya, semoga kamu bisa lebih bijak melakukan keputusan finansial, termasuk menggunakan jasa pinjaman online melalui perusahaan fintech bila memang layanan ini cocok untukmu.