Berutang dilakukan orang karena pemasukan yang didapat tidak mencukupi untuk membayar keperluan keluarga, misalnya untuk biaya pendidikan anak, cicilan mobil atau keperluan lainnya.

Namun terkadang kita tak mampu mengontrol perilaku kita sehingga tanpa sadar utang menjadi menumpuk atau karena kondisi memaksa kita berutang besar ke bank, misalnya untuk biaya pengobatan sakit kritis yang memang menghabiskan biaya besar.

Langkah-langkah berikut menawarkan solusi untuk mengurangi utang besar tersebut agar kita lepas dari jerat utang selamanya.

Baca juga: Hanindia Narendrata, Bangun Startup yang Bermanfaat

1. Berhenti Menggunakan Kartu Kredit

Hentikan penggunaan kartu kredit kamu untuk mengurangi pengeluaran dan mulai melunasi tagihan. Menggunakan kartu kredit dan melunasi tagihan pada saat yang bersamaan adalah pekerjaan sia-sia karena tagihan tidak berkurang. Jika kamu ingin melunasi tagihan kartu kredit kamu, kamu harus berhenti menggunakan kartu kredit kamu sepenuhnya. Kalau tidak, kamu akan terjebak dalam siklus utang yang tidak pernah berakhir.

Bayangkan, misalnya, kamu memiliki tagihan kartu kredit Rp1.000.000 dengan bunga 2 persen perbulan. Dengan tambahan bunga Rp20.000 maka tagihan menjadi Rp 1.020.000. Jika kamu membayar cicilan Rp 100.000 maka total tagihan kamu hanya akan turun menjadi sekitar Rp920.000 . Jika kamu masih menggunakan kartu kredit misalnya membeli baju Rp125.000, tagihan kamu naik menjadi Rp1.045.000.

Perlu waktu lebih lama untuk melunasi tagihan kamu daripada jika kamu berhenti menggunakan kartu kredit sama sekali.

2. Penghasilan Tambahan

Utang yang besar menyebabkan pengeluaran bisa lebih besar daripada pemasukan, karena cicilan yang lebih banyak yang harus dibayarkan. Untuk menyeimbangkannya, tentunya pemasukan harus ditingkatkan agar utang bisa dilunasi.

Menanti kenaikan gaji atau mendapat promosi di kantor tentu tidak bisa dalam sekejap. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mencari pemasukan tambahan untuk membayar utang tersebut. Kamu bisa mencari pemasukan tambahan ini saat akhir pekan atau sepulang kamu dari pekerjaan rutin.

3. Tutup dengan Pinjaman Baru Berbunga Rendah

Cara ini sebenarnya tidak langsung membebaskan kamu dari utang namun hanya meringankan saja. Seperti diketahui bunga kartu kredit paling besar di antara jenis pinjaman lain di bank, bisa lebih dari 2% per bulan. Apalagi ada biaya lain seperti biaya administrasi jika membayarnya melalui teller.

Kamu bisa mendapatkan pinjaman baru yang bunganya lebih ringan untuk melunasi total tagihan kartu kredit sehingga terhindar dari bunga yang timbul jika hanya melakukan minimum payment saja.

Misalnya bunga kartu kredit adalah 2,5%, maka pinjaman baru haruslah memiliki bunga di bawah itu, yaitu 1% per bulan.

Beban utang bisa berkurang, syukur-syukur tidak ada bunga sama sekali. Cara ini terbilang ekstrem tetapi terkadang efektif karena bisa membuat beban utang berkurang meskipun butuh waktu lama.

4. Negosiasi dengan Bank

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah melakukan negosiasi dengan bank pemberi utang untuk meninjau kembali pengembalian utang, bisa dengan penjadwalan ulang utang dengan memperpanjang waktu cicilan atau minta kepada bank untuk menghentikan tambahan bunga supaya beban cicilan berkurang karena faktor bunga yang berjalan yang menambah besarnya utang.

Baca juga: Imaji Studio, Bisnis Fashion yang Ramah Lingkungan

Menjaga hubungan baik dengan bank perlu sekali agar di lain hari kita bisa meminjam lagi saat kita membutuhkan untuk keperluan yang benar-benar penting. Bila kita masuk daftar hitam bank karena gagal bayar, semua bank bisa mengetahuinya karena riwayat kredit kita terekam di sistem Bank Indonesia.

Setelah utang kamu lunas, kamu bisa mulai berkomitmen untuk menerapkan gaya hidup hemat. Jika kamu kekurangan pemasukan alangkah baiknya kamu mencari pemasukan tambahan daripada berutang agar arus kas keuangan kamu tetap positif.