Memiliki rumah adalah impian semua orang, namun bagi sebagian orang dengan penghasilan pas-pasan, memiliki tempat berlindung sendiri menjadi perkara sulit. Meski untuk cicilan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bulanan mungkin mencukupi tapi kadang masalah terjadi di awal, yakni uang muka atau down payment (DP) yang nilainya cukup besar.

Baca juga: Martina Ingga Latifah, Sukses Berbisnis dengan Mengalahkan Minder

Tapi kini kamu tak perlu khawatir lantaran Bank Indonesia (BI) telah melonggarkan syarat uang muka KPR, dengan membebaskan pihak perbankan dalam memberikan besaran maksimum nilai kredit atau Loan To Value (LTV) mulai 1 Agustus 2018.

Sebelumnya, BI menentukan kredit pembelian rumah tahap pertama yang luasnya di atas 70 meter persegi (m2) sebesar 85 persen dari total harga rumah, sehingga pembeli rumah atau kreditur diharuskan membayar uang muka sebesar 15 persen. Dengan adanya revisi aturan LTV, besaran uang muka menjadi kebijakan masing-masing bank, namun disesuaikan dengan hasil penilaian manajemen risiko bank.

Kendati demikian, ini hanya berlaku untuk rumah pertama semua tipe. Sedangkan untuk pembelian rumah kedua dan ketiga masih dikenakan ketentuan uang muka sebesar 10 hingga 20 persen, kecuali untuk tipe rumah ukuran 21 meter persegi (m2).

Pembebasan ketentuan uang muka minimal untuk rumah pertama memang bertujuan untuk memudahkan pembeli rumah pertama dan mendorong pembelian rumah untuk investor. Dengan begitu, besaran uang muka tidak akan semahal sebelumnya, yang bisa membuat calon pembeli memilih mundur dan mengubur impiannya memiliki rumah idaman.

Mencicil DP KPR Jadi Solusi

Meski uang muka tak akan sebesar sebelumnya, bagi yang belum memiliki anggaran cukup tetap saja DP ini jadi masalah.

Untungnya sekarang ini banyak pengembang properti yang menawarkan skema uang muka dengan cara mencicil, dengan tenor bervariasi. Misalnya lima hingga sepuluh kali yang dibayarkan ke pengembang.

Dengan begitu, kamu yang ingin membeli rumah tak perlu berpikir lama untuk mengambil rumah saat itu juga karena tak perlu menunggu memiliki uang tunai untuk membayar uang muka.

Soal berapa lama uang muka dicicil, menjadi kesepakatan antara pengembang dan pembeli. Sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan kamu.

Nilai rumah dan properti umumnya akan terus merangkak naik. Selain memberikan kemudahan untuk memiliki rumah melalui cicilan uang muka, kamu juga masih bisa membeli properti sebelum harganya terlalu tinggi. Itu sebabnya jika tak buru-buru membeli rumah, maka kemampuan mendapatkan hunian akan lebih sulit lantaran kenaikan gaji jauh lebih lambat dibanding dengan kenaikan harga properti.

Risiko Mencicil DP KPR

Meski skema uang muka dicicil ini membantu mereka dengan anggaran terbatas untuk memiliki rumah, tetapi ada beberapa hal yang perlu diketahui. Contohnya, risiko skema kredit menjadi lebih panjang dan biasanya cicilan uang muka ini harus selesai sebelum mengajukan kredit ke bank. Pasalnya, penyelesaian pembayaran uang muka ke pengembang menjadi syarat pengajuan kredit ke bank.

Perlu diketahui juga besaran uang muka yang dipilih akan mempengaruhi cicilan KPR. Semakin besar uang muka maka cicilan KPR akan semakin ringan. Jika uang muka yang dipilih paling ringan, maka cicilan KPR akan lebih besar atau jangka waktu cicilan KPR akan semakin panjang.

Misalnya, dengan uang muka besar, jangka waktu cicilan KPR hanya 10 tahun, namun dengan uang muka ringan maka jangka waktu cicilan KPR menjadi 15 tahun. Perlu diketahui juga bahwa bunga kredit bisa berubah sewaktu-waktu yang akan memengaruhi pembayaran cicilan KPR ke bank.

Jika cicilan uang muka selesai namun kredit ditolak bank, maka potensi kehilangan uang muka bisa terjadi. Namun ada beberapa pengembang yang akan mengembalikan setengah atau seluruh uang muka yang telah dibayarkan. Karena itu, kamu harus cermat membaca klausul dalam perjanjian dengan pihak pengembang.

Baca juga: Dari Hobi Blogging jadi Bisnis Mengasyikan

Intinya, skema mencicil uang muka memang menguntungkan tapi juga memiliki risiko. Karena itu, jika punya anggaran cukup, sebaiknya tak perlu mencicil uang muka. Namun jika tak ada anggaran yang tersedia, memilih skema cicilan uang muka KPR memang menjadi salah satu cara yang bisa kamu coba.