Dengan berinvestasi, kita bertujuan mengembangkan dana yang sudah dimiliki untuk mencapai tujuan di masa depan. Namun, tidak semua orang memiliki kemampuan mengelola dananya sendiri untuk dikembangkan, disebabkan terbatasnya pengetahuan dan juga waktu.

Baca juga: Tas Kulit Biyantie, Kerja Keras Meri Yuarif

Oleh karena itu, kita dapat mempercayakan pengelolaan dana pada institusi atau orang yang memiliki kemampuan di bidang investasi yang dikenal dengan sebutan manajer investasi.

Manajer investasi bertanggung jawab menerapkan strategi investasi dana dan mengelola portofolio investasi dari nasabah yang mempercayakan dananya untuk dikelola. Dana dapat dikelola oleh satu orang, oleh dua orang sebagai rekan manajer, atau oleh tim yang terdiri dari tiga orang atau lebih. Manajer investasi memperoleh fee dari persentase total nilai aset yang dikelola atau asset under management(AUM).

Sejumlah hal ini menjadi alasan mengapa kita perlu mempercayakan pengelolaan dana pada manajer investasi:

1. Keahlian

Karena merupakan profesinya, maka manajer investasi memiliki pengetahuan lebih mengenai produk keuangan. Manajer investasi mempunyai tim khusus yang bertugas menganalisis perusahaan yang sahamnya kita beli serta perusahaan yang menerbitkan surat utang yang jadi koleksi sebuah reksa dana.

Produk pasar modal dari perusahaan yang tidak bereputasi baik tentu tidak layak untuk dibeli karena bisa merugikan investor. Tim dari manajer investasi ini memiliki analisis mendalam dan juga pengetahuan mengenai prospek bisnis terkini maupun masa depan dari perusahaan yang sahamnya dibeli dari dana kita.

2. Waktu

Kamu yang bekerja di kantor setiap hari atau punya kesibukan lain yang menyita waktu tentu tidak memiliki waktu luang untuk mengamati pergerakan harga produk-produk investasi di pasar keuangan, mulai dari bunga deposito, harga saham, obligasi dan lain-lain.

Jam perdagangan bursa saham berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, sehingga bagi pekerja kantoran tidak ada kesempatan mengamati pasar saham dan obligasi. Untuk itulah kita dapat menggunakan jasa manajer investasi yang memang mengkhususkan diri memantau pergerakan pasar keuangan.

3. Fee Relatif Kecil

Rata-rata manajer investasi pengelola reksa dana mengenakan fee maksimal 3% dari dana kelolaan untuk produk reksa dana saham dalam setahun. Besaran fee lebih kecil ditetapkan untuk reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap, yaitu berkisar 1%-2%.

Dengan fee yang tidak besar ini, kamu masih memiliki selisih besar dari return atau imbal hasil yang kamu dapatkan dari investasi dalam setahun.

4. Mudah Menyetor dan Menarik Dana

Dengan bantuan teknologi terkini, proses penyetoran dan penarikan dana hasil investasi menjadi lebih mudah. Saat ini penyetoran bisa dilakukan melalui ATM ke rekening reksadana tanpa kamu datang ke kantor manajer investasi.

Selain itu proses penarikan juga bisa dilakukan melalui permintaan lewat email, dengan menyertakan tanda tangan elektronik atau fotonya. Selambatnya dalam tujuh hari, dana sudah masuk ke rekening kita yang terdaftar saat membuka rekening reksa dana.

5. Dana Investasi Tidak Besar

Saat ini, dengan dana minimal Rp100.000, dana kamu sudah bisa dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Mungkin dulu kamu berpikir hanya orang kaya yang bisa memanfaatkan jasa manajer investasi karena mungkin mereka menetapkan syarat minimal dana yang besar untuk dikelola.

Pada tahun 1990-an dana minimal penyetoran harus di atas Rp500.000 karena proses administrasi menggunakan tenaga manusia yang lebih memakan biaya. Namun kini dengan bantuan teknologi, jumlah dana minimal yang harus disetor bisa semakin ditekan.

Dengan semakin terjangkaunya investasi reksa dana, kini kamu bisa mempercayakan dana kamu ke tim profesional. Mudah dan praktis, bukan?