Bila kamu sudah menikah dan sedang menanti kelahiran buah hati, ini saatnya merencanakan dana pendidikan untuk anak. Kenapa harus mulai sekarang? Karena uang sekolah naik terus setiap tahun.

Kebutuhan dana pendidikan bisa menjadi sangat besar pada saat anak kamu mulai bersekolah nanti. Jangan sampai saat dananya dibutuhkan, kamu baru bingung mencari pinjaman sana sini. Jika dananya sudah tersedia, kamu tentu tak pusing memasukkan anak ke sekolah pilihan.

Sebelum menyiapkan dana pendidikan anak, ada empat hal yang perlu kamu cermati. Simak penjelasannya berikut ini.

1. Memilih Sekolah

Kebutuhan dana pendidikan anak terutama sangat bergantung pada pilihan sekolahnya. Apa sekolah yang kamu dan pasangan pilih untuk anak kalian kelak? Apakah sekolah negeri, swasta, swasta nasional plus atau swasta bertaraf internasional?

Begitu juga untuk pilihan perguruan tinggi. Kamu berencana menguliahkan anakmu di mana? Universitas negeri, swasta atau bahkan ke luar negeri?

Jika kamu punya impian menyekolahkan anak ke sekolah swasta bertaraf internasional dan menguliahkan anak di luar negeri, tentu dana pendidikan yang harus kamu siapkan akan jauh lebih besar ketimbang menyekolahkan anak di sekolah negeri.

2. Hitung Kebutuhan Dananya

Setelah kamu dan pasangan menentukan sekolah pilihan, kalian bisa mulai melakukan survei pada komponen biaya yang harus diperhitungkan jika ingin menyekolahkan anak di sana. Cari tahu berapa besar biaya uang pangkal, uang sekolah bulanan hingga biaya tambahan seperti biaya buku dan ekstra kurikuler.

Besarnya uang sekolah di Indonesia rata-rata naik 10-15% setiap tahun mengikuti kenaikan inflasi. Jadi, kamu juga harus menghitung kenaikan biaya akibat inflasi ini. Misalnya sekarang anakmu masih berada dalam kandungan dan uang pangkal masuk SD pilihanmu adalah Rp20 juta. Berarti, kamu masih punya waktu enam tahun untuk menyiapkan uang pangkalnya.

Dalam enam tahun ke depan besarnya uang pangkal SD yang harus kamu siapkan adalah: Rp20 juta dikali 1,15 lalu hasilnya dikali 1,15 lagi sampai lima kali. Angka 1,15 didapat dari 1 + 0,15 (perkiraan persentase kenaikan uang pangkal setiap tahun). Hasilnya didapat angka Rp46.261.215, dibulatkan menjadi Rp50 juta.

Hitung kebutuhan biaya untuk setiap jenjang pendidikan dari TK sampai Perguruan Tinggi lalu jumlahkan totalnya. Itulah dana pendidikan yang harus kamu siapkan untuk anakmu.

3. Menabung atau Investasi?

Mungkin kamu sudah mulai menabung untuk kebutuhan dana pendidikan anak. Namun setelah kamu punya hitungan dana pendidikan yang dibutuhkan, coba bandingkan perbedaan dana yang harus kamu setorkan tiap bulan dengan menabung dan berinvestasi untuk membentuk kebutuhan dana tersebut.

Kita ambil contoh uang pangkal SD Rp50 juta di atas. Dengan menabung, kamu harus menyetorkan dana Rp695.000 tiap bulan untuk mencapai Rp50 juta dalam enam tahun. Sedangkan jika kamu berinvestasi dengan perkiraan imbal hasil 5% per tahun, kamu hanya perlu menyetor dana Rp595.000 per bulan untuk mencapai Rp50 juta dalam enam tahun.

Kamu bisa menghitung berapa dana yang harus diinvestasikan setiap bulan dengan kalkulator finansial. Biasanya kalkulator ini tersedia di website manajer investasi atau agen penjual instrumen keuangan investasi. Sesuaikan investasi dengan kemampuanmu saat ini. Kamu bisa menambah atau top up investasi bulananmu secara bertahap untuk mencapai target dana yang diinginkan.

Makin tinggi risiko investasi, biasanya makin besar pula potensi imbal hasilnya dan makin kecil dana yang harus kamu setorkan tiap bulan untuk berinvestasi. Jika kamu ingin berinvestasi pada produk berisiko tinggi, kombinasikan juga dengan produk yang berisiko rendah agar kerugian tidak terlalu  besar ketika terjadi gejolak pasar.

4. Lindungi dengan Asuransi Jiwa

Menyiapkan dana pendidikan anak prosesnya berlangsung lama hingga bertahun-tahun. Selama itu bisa saja terjadi risiko pada pencari nafkah utama seperti meninggal atau cacat yang mengakibatkan putusnya pencaharian. Jika hal ini terjadi, investasi bulanan bisa terhenti sehingga target dana pendidikan tidak tercapai.

Untuk melindungi aset keuanganmu, kamu perlu menyiapkan asuransi jiwa. Jika risiko terjadi, asuransi jiwa akan mengeluarkan uang pertanggungan sehingga kamu tetap bisa menyediakan dana pendidikan yang diperlukan. Pilih asuransi jiwa yang jumlah uang pertanggungannya paling mendekati target dana pendidikan anakmu.

Selamat menyiapkan dana pendidikan anak!