Saat membaca berita ekonomi dan bisnis, mungkin kamu pernah mendengar ada kalanya sebuah perusahaan go public dan melakukan penjualan saham perdana. Dalam dunia pasar modal, penjualan saham perdana pada publik diistilahkan dengan Initial Public Offering (IPO).

Baca juga: Jatuh Bangun Usia Muda Yasa Singgih

Tujuan perusahaan melakukan IPO adalah memperoleh dana segar yang digunakan untuk meluaskan usaha atau membayar utang. Sedangkan bagi investor, dengan membeli saham IPO, investor menjadi ikut memiliki perusahaan tersebut.

Di kalangan pelaku pasar modal, saham IPO memiliki daya tarik tersendiri karena disebut punya kemungkinan memberikan keuntungan tinggi. Namun, pada kenyataannya tidak semua saham IPO memberikan keuntungan bagi investor.

Ada saham IPO yang harganya melonjak tinggi saat hari pertama dicatat di pasar modal tapi kemudian pada hari-hari selanjutnya, harga saham tersebut tidak mengalami kenaikan lagi atau dikenal dengan “saham tidur”. Investor yang telanjur membelinya pun akan merugi.

Bila kamu tertarik membeli saham IPO, simak dulu, yuk, tipsnya berikut ini:

1. Pelajari Kinerja Perusahaan

Sebelum melepas sahamnya untuk dijual pada publik pertama kali, sebuah perusahaan diwajibkan mempublikasikan prospektus perusahaannya secara terbuka. Prospektus adalah dokumen berisi informasi penting mengenai perusahaan termasuk kinerja perusahaan dan laporan keuangan beberapa tahun sebelum IPO.

Kamu bisa mencari prospektus perusahaan yang akan IPO di media massa atau website perusahaan tersebut.

Melalui prospektus, kamu dapat melihat perusahaan tersebut bergerak di sektor apa. Bandingkan dengan perusahaan sejenis di sektor yang sama. Jika kinerjanya baik dan punya prospek bisnis bagus di masa depan, sahamnya dapat dipertimbangkan untuk dikoleksi.

2. Cek Jumlah Saham yang Dijual

Jumlah saham yang ditawarkan perusahaan untuk dijual berkaitan dengan besarnya modal yang disetor yang akan dimiliki masyarakat. Semakin besar porsi saham yang dijual, makin besar peluang masyarakat untuk membelinya dan ikut memiliki perusahaan tersebut.

Bila perusahaan melepas saham dalam porsi besar, artinya cukup banyak diminati pelaku pasar modal dan likuiditasnya tinggi. Sebaliknya, jika porsi saham yang ditawarkan kecil, menandakan peminatnya tidak terlalu banyak.

Kamu bisa melihat informasi jumlah saham yang ditawarkan di bagian tengah halaman depan prospektus perusahaan.

3. Perhatikan Valuasi Harga Saham

Valuasi atau penilaian harga saham sebuah perusahaan dapat diperoleh dengan melihat Price Earning Ratio(PER) perusahaan tersebut. PER didapat dari harga saham per lembar dibagi dengan tingkat keuntungan per lembar saham (Earning Per Share/ EPS). Biasanya besaran EPS sudah ada pada laporan keuangan perusahaan.

Makin tinggi PER, makin tinggi pula harga sahamnya. Jika PER perusahaan tinggi disertai dengan kinerja yang baik, itu artinya nilai saham perusahaan tersebut cukup wajar. Sebaliknya jika PER tinggi tapi kinerja atau perkembangan usahanya tidak bagus, harga sahamnya berarti terlalu mahal.

4. Cek Rekam Jejak Penjamin Emisinya

Dalam melakukan go public, perusahaan akan dibantu oleh perusahaan sekuritas yang berperan sebagai penjamin emisi (underwriter). Kamu bisa mengecek rekam jejak penjamin emisi tersebut saat melakukan IPO sebelumnya.

Apakah IPO yang ditangani penjamin emisi tersebut sukses? Apakah sahamnya banyak diminati dan harganya naik terus? Bila ya, berarti penjamin emisi memiliki strategi yang baik dalam menangani IPO dan akan menerapkan hal yang sama pada proses IPO saham incaranmu.

5. Cermati Tujuan IPO

Perusahaan akan memaparkan tujuan penggunaan dana yang diperoleh melalui IPO dalam prospektus. Cermati apakah persentase penggunaannya lebih banyak untuk membayar utang, restrukturisasi permodalan atau ekspansi usaha?

Baca juga: Waralaba Kreatif ala Fauzan Mahda

Jika dana hasil IPO lebih banyak digunakan untuk ekspansi usaha, peluang perusahaan memperoleh laba tentu lebih besar. Hal ini akan menaikkan harga sahamnya di masa mendatang dan menguntungkan para investor.

Dengan kata lain, sebaiknya berinvestasi pada saham IPO juga dilakukan dengan analisis yang matang. Jangan sampai kamu ikut-ikutan membeli saham IPO hanya karena tergiur keuntungan instan, tapi malah merugi, ya!