Saat mendengar perencanaan anggaran keuangan, banyak orang mengasosiasikannya dengan kegiatan yang merepotkan. Padahal kita bisa memilih cara perencanaan anggaran sesuai dengan gaya kita. Tidak ada yang benar atau salah, yang penting dengan metode rencana anggaran tersebut kita dapat mengontrol pemasukan dan pengeluaran sehingga tidak selalu defisit tiap bulan.

Baca juga: Peruntungan Ayam Potong Joko Sarwono

Buat kamu yang baru mulai belajar merencanakan anggaran keuangan, berikut ini sejumlah alternatif metode perencanaan anggaran yang bisa kamu coba:

Cara Tradisional

Metode perencanaan anggaran ini yang paling umum dilakukan orang. Pertama-tama, buat daftar semua pemasukan dan pengeluaran kita, bisa mingguan atau bulanan. Bandingkan kedua daftar tersebut, sehingga kita bisa mengetahui letak “kebocoran” bila terjadi defisit.

Setelah itu, buat rencana mingguan atau bulanan dengan menetapkan jumlah anggaran untuk setiap kategori pengeluaran. Catat kembali setiap pengeluaranmu dan bandingkan dengan anggaran semula untuk mengontrol pengeluaranmu.

Cara perencanaan anggaran ini cocok untuk orang yang menyukai hal-hal detail dan punya cukup waktu serta kedisiplinan mencatat setiap pengeluarannya.

Cara 50-30-20

Metode ini membagi pengeluaranmu menjadi tiga bagian: kebutuhan, keinginan dan tabungan.

Gunakan 50 persen dari pendapatanmu untuk pos kebutuhan sehari-hari seperti biaya konsumsi dan transportasi sebulan, cicilan utang hingga keperluan penting lainnya. Untuk membiayai pos “keinginan” seperti hang out atau shopping gunakan 30 persen dari pendapatanmu. Sedangkan 20 persennya, gunakan untuk tabungan dan investasi.

Perencanaan anggaran ini lebih sederhana dibandingkan metode tradisional, namun kamu perlu disiplin dan jujur membedakan mana kebutuhan serta keinginan. Jika semua hal kamu masukkan dalam pos kebutuhan, tentu jumlahnya akan melebihi 50 persen sehingga akhirnya mengambil pos tabungan.

Cara 80-20

Perencanaan anggaran keuangan ini bahkan lebih simpel lagi dari cara 50-30-20. Kamu hanya perlu memprioritaskan minimal 20 persen dari pendapatanmu untuk membayar utang serta menabung dan berinvestasi, lalu bisa membelanjakan sisanya untuk berbagai keperluan.

Cara paling mudah memastikan 20 persen pendapatanmu digunakan untuk membayar utang, tabungan dan investasi adalah dengan mengatur debit otomatis dari rekening gajimu ke rekening kreditur serta perusahaan manajer investasi. Dengan demikian, kamu tidak perlu khawatir “keblablasan” menggunakan uang di rekening gajimu.

Pembagian persentase perencanaan anggaran ini tidaklah kaku, kamu dapat mengaturnya sesuai kondisi finansialmu. Misalnya saja bila saat ini kamu sedang punya target membereskan utang yang menumpuk, persentasenya bisa dibagi menjadi 30-10-60; 30 persen untuk membayar utang, 10 persen untuk tabungan dan investasi, sisanya untuk dibelanjakan.

Setelah utangmu lunas, persentase tabungan dan investasi bisa ditingkatkan lagi sesuai targetmu mencapai tujuan-tujuan di masa depan.

Cara Amplop

Metode ini sebetulnya aplikasi sederhana dari cara perencanaan anggaran tradisional. Kamu cukup membagi pengeluaran rutinmu menjadi beberapa kategori seperti belanja bulanan, ongkos transport, bayar cicilan, tabungan hingga hiburan.

Setelah itu, tentukan anggaran untuk masing-masing kategori dan masukkan uang sejumlah anggaran tersebut ke dalam amplop setiap kategori.

Yang paling penting dalam menjalankan metode ini tentunya disiplin. Ketika uang dalam amplop menipis, itu tanda kamu harus mengerem pengeluaran. Jika uangnya habis, kamu juga tidak boleh tergoda menggunakan uang yang masih tersisa di amplop lain.

Cara Multirekening

Cara ini adalah pengembangan dari metode 80-20. Jika 20 persen pendapatanmu akan dialokasikan untuk beberapa keperluan, kamu bisa membuat sejumlah rekening khusus untuk mencapai masing-masing tujuan.

Misalnya, kamu ingin menabung dan berinvestasi untuk keperluan uang muka rumah, biaya menikah sekaligus bulan madu ke luar negeri. Kamu bersama calon pasangan bisa membuka rekening khusus untuk masing-masing keperluan itu. Kamu membuka rekening khusus uang muka rumah dan biaya menikah, sedangkan calon pasangan membuka rekening untuk biaya bulan madu. Pakai fitur debit otomatis dari rekening gajimu untuk mengisi rekening khusus tadi.

Baca juga: Usaha Waralaba Kreatif Fauzan Mahda

Di era digital ini, perencanaan anggaran keuangan pun makin mudah dengan kehadiran berbagai software  maupun aplikasi. Jadi, enggak harus repot dan ribet membuat anggaran keuangan, bukan?