Berinvestasi tidak hanya dilakukan ketika kita beranjak tua atau di saat memiliki uang lebih. Justru sebaliknya, mulai berinvestasi di usia muda, bisa memperbesar peluang kestabilan finansial di masa depan, termasuk ketika tidak lagi berada di usia produktif.

Memulai kegiatan investasi di usia 20-an akan memberikan begitu banyak keuntungan yakni mudah dilakukan, biaya lebih sedikit dan memberi kita lebih banyak ruang untuk belajar dari kesalahan serta menjadi senjata untuk meraih kemapanan finansial.

Baca juga: Bisnis Jastip Bermodal Minim

Lantas apa saja alasan yang dapat meyakinkan kita untuk benar-benar mulai investasi di usia 20-an? Berikut beberapa intisari yang dikutip dari situs Gobankingrates.com.

1. Meminimalkan Modal Investasi

Berinvestasi sejak usia 20-an memungkinkan kamu memulainya dengan dana yang kecil. Jika kamu telah memasuki usia kepala lima dan ingin punya dana pensiun lebih dari Rp1 miliar saat berusia 65 tahun, maka kamu harus menabung sekitar Rp35 juta per bulan dengan bunga tahunan 10 persen. Namun, jika kamu mulai menabung pada usia 20-an, maka dana yang harus kamu setor setiap bulan akan turun menjadi Rp1,7 juta. Sangat jauh selisihnya, bukan?

2. Membangun Fondasi Finansial yang Kokoh

Fondasi finansial yang kokoh bukan sekadar dibangun dari tabungan yang berasal dari 10-20 persen pendapatanmu. Salah satu hal mendasar yang harus kamu miliki adalah dana darurat, yaitu dana yang akan jadi penopang di saat hal darurat terjadi. Para ahli keuangan menyarankan jumlah minimal dana darurat adalah 3-6 kali biaya hidup per bulan. Dengan berinvestasi sejak muda, kamu akan bisa lebih cepat mengumpulkan kebutuhan dana darurat tersebut. Setelah itu, kamu bisa mulai fokus pada tujuan lain semisal menyiapkan dana kuliah pascasarjana, dana liburan atau dana pensiun.

3. Berinvestasi Adalah Proses Seumur Hidup

Meskipun kamu dapat mempelajari dasar-dasar investasi dalam waktu yang relatif singkat, menjadi seorang ahli bisa memakan waktu berbulan-bulan, puluhan tahun atau bahkan seluruh hidupmu. Semakin cepat kamu memulai, semakin cepat kamu akan memahami keruwetan pergerakan harga saham, hubungan antara obligasi dan saham hingga risiko dan imbalan yang benar-benar berarti ketika menyangkut investasi.

4. Melatih Investasi Menjadi Kebiasaan

Di dunia investasi ada pepatah: “Waktu terbaik untuk berinvestasi adalah sekarang”. Tidak ada seorang pun yang dapat meramalkan pergerakan pasar dari hari ke hari. Dengan berinvestasi secara teratur, lama kelamaan kamu akan dapat mengenali pasang surut pasar seiring berjalannya waktu. Jika kamu memulai investasi rutin saat masih muda, itu akan segera menjadi kebiasaan. Apabila telah terbiasa dan kamu juga melakukan investasi dengan perencanaan yang baik, saat kondisi pasar bergejolak pun kamu akan tetap tenang.

5. Bunga Majemuk yang Menguntungkan

Bunga majemuk adalah bunga yang akan kembali berbunga dari pokok dana yang diinvestasikan. Jumlah bunga yang muncul dari bulan pertama akan diakumulasi untuk perhitungan bunga di bulan berikutnya. Jika produk investasi yang kamu miliki memberikan imbal hasil 10 persen dengan dana pokok Rp1.000.000, maka bunga di bulan pertama adalah Rp100.000. Untuk perhitungan bunga di bulan selanjutnya bukan lagi dari Rp1.000.000, namun ditambahkan bunga bulan sebelumnya yaitu dikalikan dengan Rp1.100.000. Jadi bunga di bulan kedua menjadi Rp110.000, demikian selanjutnya. Bayangkan potensi keuntungan yang akan kamu terima bila investasimu dilakukan dalam jangka waktu puluhan tahun. Itu dapat terjadi jika kamu memulainya sejak usia 20-an.

6. Terasa Lebih Mudah

Semakin bertambah usiamu, pengeluaran pun akan makin banyak. Terutama jika kamu telah menikah dan mempunyai anak. Pada kondisi tersebut, memutuskan untuk memotong 10-20 persen dari anggaran bulanan untuk tabungan dan investasi bisa jadi sulit. Namun, jika kamu baru saja memasuki dunia kerja, menyisihkan 10-20 persen dari penghasilan untuk investasi akan terasa lebih mudah karena pengeluaran rutinmu belum terlalu besar.

7. Waktu Panjang untuk Mengelola Risiko

Risiko adalah bagian tak terpisahkan dari investasi. Menariknya, seringkali dengan risiko yang lebih besar, juga turut diikuti oleh potensi imbal hasil yang tidak kalah bersaing. Sebagai investor muda, kamu bisa mengambil risiko lebih besar untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Dalam usia 20-an, jika hal-hal buruk terjadi, kamu masih memiliki waktu cukup untuk kembali mengumpulkan modal investasi dan menunggu pasar pulih. Sebaliknya, jika keadaan berjalan baik, mengambil risiko tambahan saat masih muda berpeluang menghasilkan keuntungan investasi yang lebih besar dari perkiraan.

Bisa dikatakan, usia mudamu adalah salah satu aset terbesar untuk memulai investasi. Jangan ragu lagi, segera manfaatkan peluang emas itu!