Agustus 2018 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Meski begitu, secara tahunan negeri ini masih mencatat inflasi.

Tingkat inflasi tahun kalender Januari-Agustus 2018 sebesar 2,13 persen. Sedangkan inflasi year on year(yoy) Agustus 2017-Agustus 2018 mencapai 3,2 persen.

Baca juga: Bisnis Tempe Ala Yoga Surya Pratama

Secara sederhana, inflasi bisa diartikan sebagai naiknya harga barang atau jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu yang menyebabkan nilai mata uang terus tergerus. Jika ini terjadi maka dompet atau tabungan kamu sudah pasti akan semakin tipis karena naiknya harga-harga barang atau jasa pada saat inflasi, belum tentu berkorelasi positif pada naiknya gaji kamu.

Akibatnya, pengeluaran akan membengkak dan pemasukan tetap namun terasa kian menipis. Menghadapi situasi ini, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar keuanganmu tetap sehat, tidak terimbas inflasi.

Susun anggaran keuangan

Untuk membuat keuangan kamu tetap sehat, susunlah anggaran keuangan. Apalagi saat inflasi, di mana harga-harga naik dibanding sebelumnya, maka cara ini bisa membantu kamu mengendalikan pengeluaran.

Ketika membuat anggaran keuangan, pakai penghasilan bersih sebagai pemasukan bulanan. Lalu, catat dan hitung rencana pengeluaranmu tiap bulannya. Jangan sampai hasilnya lebih besar pasak daripada tiang. Karena itu, prioritaskan uangmu untuk kebutuhan primer dan pangkas pengeluaran yang tak perlu atau mendesak.

Berinvestasi

Dibandingkan hanya menyimpan uang di tabungan, ada cara lebih baik untuk menghadang serangan inflasi terhadap keuanganmu. Caranya, melakukan investasi pada instrumen yang potensial dengan tingkat imbal hasil yang baik.

Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan, namun dengan imbal hasil yang lebih tinggi dibanding inflasi. Beberapa instrumen investasi itu di antaranya saham, reksa dana, emas atau deposito.

Namun sebelum mengalokasikan dana pada instrumen tertentu, ada baiknya berkonsultasi, mencari informasi atau memilih manajer investasi atau perusahaan investasi yang punya reputasi baik dan terpercaya. Ini agar uang yang kamu investasikan aman dan terus memberikan imbal hasil yang diharapkan.

Tata ulang cicilan kredit

Inflasi naik, kadang berkorelasi dengan naiknya suku bunga kredit dari bank. Ini jadi kabar buruk bagi kamu yang punya cicilan di bank seperti KPR atau Kredit Pemilikan Rumah, terutama bila KPR yang kamu ambil memiliki sistem bunga floating atau mengambang. Pastinya bunga KPR kamu juga akan naik, seiring dengan kebijakan bank tempat kamu mengambil KPR.

Naiknya bunga kredit yang harus dibayar jelas akan mengikis dompet kamu. Tapi sebelum ini terjadi kamu bisa mengubah sistem KPR dengan mengikuti sistem bunga flat atau fixed (tetap). Sehingga kalau terjadi krisis atau inflasi, kamu tidak perlu cemas.

Kamu juga bisa mengalihkan KPR ke bank syariah karena mereka menerapkan sistem bunga fixed sampai jangka waktu kredit rumah berakhir. Namun kamu harus tahu bahwa bunga kredit bank syariah memang cenderung lebih tinggi dibanding bank konvensional.

Cari diskonan

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan mencari barang diskonan atau promo, semisal yang ditawarkan pusat perbelanjaan atau kartu kredit.

Untuk itu, kamu harus rajin-rajin mencari informasi atau membandingkan barang-barang kebutuhan harian yang mendapat potongan harga. Bisa juga memakai strategi membeli secara grosiran untuk harga yang lebih miring saat berbelanja kebutuhan harian.

Bila kamu suka belanja online, coba cari penawaran cash-back. Dana cash-back itu bisa kamu gunakan untuk berbelanja barang lainnya.

Berhemat

Saat inflasi tinggi, sebaiknya kamu berhemat dan lebih dapat mengendalikan keinginan belanja. Prioritaskan transaksi pembelian pada barang yang kamu “butuhkan” bukan yang kamu “inginkan”.

Bahkan kamu harus siap mengurangi pengeluaran tidak penting, termasuk juga siap menganti merek barang yang biasa kamu gunakan dengan merek lain tetapi dengan harga yang lebih terjangkau.

Misalnya, sebelum inflasi kamu gemar belanja sepatu merek X. Nah, karena inflasi dan harga sepatu kesayangan kamu naik, kamu harus jeli mencari pengganti atau menahan diri sementara waktu untuk tidak belanja sepatu sampai kondisi ekonomi membaik.

Untuk menerapkannya, ubah gaya hidup kamu yang sebelumnya suka berbelanja atau boros. Antara lain, kamu bisa membawa bekal ke kantor atau mulai naik kendaraan umum. Dengan berhemat, keuanganmu dapat tetap sehat meski dalam situasi sulit.

Baca juga: Usaha Waralaba Kreatif Ala Fauzan mahda

Inflasi memang tidak bisa dihindarkan, tetapi setidaknya kamu bisa berusaha agar tidak “dikalahkan” oleh inflasi.