Berutang tidak selamanya buruk. Terkadang kita berada di situasi tidak memiliki dana untuk keperluan mendesak dan kita terpaksa berutang ke bank.

Namun dalam proses mencari pinjaman dan mencicil utang kita harus menjadi pengutang atau debitur yang baik agar kita tidak terjerat dalam utang besar yang tidak terselesaikan. Itulah yang terburuk dari utang, yaitu tidak bisa lepas dari jerat utang karena jumlah utang segunung melampaui kemampuan membayar.

Menjadi pengutang yang baik juga baik untuk masa depan karena pihak bank atau lembaga keuangan lainnya akan percaya memberi pinjaman lagi sewaktu kita butuh dana. Perlu diingat bahwa semua rekam jejak kredit nasabah telah terdaftar dalam Sistem Informasi Debitur (SID) yang ada di sistem Bank Indonesia. Ini merupakan bukti kuat untuk menilai karakteristik calon nasabah berdasarkan kondisi keuangannya.

Baca juga: Camilan Unik Paduan Ala Yoga Surya Pratama

Agar kamu dapat menjadi pengutang yang baik, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1. Membayar Tepat Waktu

Bayarlah cicilan utang dengan tepat waktu untuk mencegah munculnya bunga cicilan atau denda keterlambatan pembayaran. Tentu sayang jika uang kita digunakan untuk membayar denda yang seharusnya bisa dicegah kalau kita membayar tepat waktu.

Agar tidak terlambat membayar, kamu bisa memanfaatkan fitur autodebit di bank. Kamu tinggal meminta bank secara otomatis mentransfer dana sesuai jumlah cicilan ke rekening kreditur setelah gajimu masuk setiap awal bulan.

2. Melunasi Seluruh Tagihan

Jika kamu menggunakan kartu kredit untuk membeli sesuatu, usahakan langsung lunasi semua tagihan saat jatuh tempo. Jangan terbiasa memanfaatkan minimum payment atau pembayaran minimum karena pasti di bulan berikutnya kamu harus membayar bunga dari sisa tagihan yang belum terbayar. Bila ini terus menerus kamu lakukan, tagihannya akan membengkak dan mengurangi kredibilitasmu sebagai debitur.

3. Berutang Sesuai Kemampuan

Teori dari perencana keuangan atau financial planner menyebutkan rasio ideal pembayaran cicilan utang terhadap pendapatan per bulan adalah 30%. Rasio di atas angka itu menunjukkan lampu kuning bahwa cicilan utang kita agak berat untuk dibayarkan setiap bulannya.
Karena itu sebelum mengajukan utang baru, hitung terlebih dahulu utang-utang kamu ke pihak lain yang belum lunas. Kemudian tambahkan jumlahnya dengan utang baru yang ingin kamu ajukan, totalnya harus kurang atau sama dengan 30% pendapatan bulanan kamu. Jangan sampai kamu berutang melebihi kemampuan yang mengakibatkan kredit macet sehingga akhirnya kamu dimasukkan dalam black list bank atau pemberi pinjaman.

4. Mencari Pinjaman dengan Bunga Rendah

Meminjam pada lembaga-lembaga keuangan seperti bank, bank perkreditan rakyat (BPR) dan lembaga keuangan formal lainnya memiliki tingkat bunga yang cukup tinggi, di atas 12% per tahun, jarang yang bunganya di bawah 12%. Namun untuk jenis kredit tertentu seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) menawarkan bunga kurang dari 12%, yaitu 7%, sejak tahun 2015.

Cobalah untuk mencari informasi kepada bank yang mengikuti program pemerintah ini karena memang program tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat dalam pinjaman dengan bunga yang rendah. Membandingkan bunga terendah sebelum kamu mengajukan pinjaman akan cukup membantu mengurangi cicilan ke depannya.

Baca juga: Dari Hobi Blogging Jadi Bisnis Menjanjikan

5. Utang untuk Kegiatan Produktif

Berutang akan memberikan manfaat jika dipakai untuk kegiatan produktif, alih-alih menggunakannya hanya untuk tujuan konsumtif. Barang konsumsi akan habis atau menyusut nilainya sehingga utang untuk barang-barang ini bersifat kontraproduktif.

Kegiatan yang produktif antara lain pembelian rumah dengan KPR, mendirikan usaha dan biaya pendidikan. Semua yang disebut ini merupakan kegiatan yang akan memberi nilai tambah. Harga rumah akan terus naik, sementara kegiatan wirausaha bisa meraih keuntungan dan menambah kekayaan sementara pendidikan menambah pengetahuan dan keterampilan yang bisa mendatangkan penghasilan.

Bagaimana, mudah bukan menjadi pengutang yang baik? Jangan sampai di usia muda ini kamu kewalahan dikejar-kejar debt collector, deh!