Berinvestasi dilakukan agar dana yang kita miliki bisa berkembang. Bila mengincar potensi keuntungan yang lebih baik dibandingkan deposito, salah satunya adalah reksa dana.

Investor yang bisa menerima risiko lebih tinggi dapat mencoba berinvestasi di reksa dana yang memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Namun jika kamu termasuk investor pemula, bisa memulainya dengan reksa dana pasar uang terlebih dahulu.

Baca juga: Memberdayakan Kaum Difabel Lewat Tenoon

Dari banyak ragam reksa dana, reksa dana pasar uang cocok untuk investor pemula karena reksa dana ini memiliki risiko lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana lain seperti reksa dana pendapatan tetap atau saham.

Berikut alasan mengapa reksa dana pasar uang cocok untuk investor pemula.

1. Risiko Rendah dengan Imbal Hasil Lumayan

Seperti telah disebutkan di atas, risiko di reksa dana ini paling rendah daripada reksa dana lain namun potensi keuntungannya lebih tinggi dari bunga deposito.

Jika deposito memberi bunga 4%-6% per tahun, maka reksa dana pasar uang bisa memberikan imbal hasil lebih dari itu. Karena itu, reksa dana pasar uang cukup banyak peminatnya, terutama dari para investor retail atau skala kecil yang ingin uangnya berkembang melebihi imbal hasil deposito namun masih dalam risiko yang terukur dan terkendali.

Perusahaan reksa dana dalam hal ini Manajer Investasi (MI) akan memutarkan uang kamu di pasar uang untuk mendapatkan keuntungan. Uang nasabah ditempatkan di deposito bank dan juga surat utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Karena dana dikembangkan di instrumen investasi selain deposito, maka imbal hasil reksa dana pasar uang bisa lebih tinggi dari deposito.

2. Penarikan Dana Fleksibel Tanpa Denda

Walau sebagian dana reksa dana ini ditempatkan di deposito, namun nasabah bisa menarik dananya kapan saja. Reksa dana pasar uang tidak memiliki masa jatuh tempo, atau dengan kata lain uang hasil investasi dapat ditarik kapan saja.

Hal ini tentu tidak berlaku pada deposito karena bank mengenakan denda bila dana di deposito dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo.

3. Jumlah Investasi Kecil

Berbeda dengan deposito yang mensyaratkan dana minimal Rp1 juta, di reksa dana pasar uang, nasabah cukup menyetor dana minimal Rp100.000 saja untuk buka rekening. Tidak ada perlakuan berbeda pada nasabah yang menyetor dana besar atau kecil karena imbal hasil yang diberikan sama.

Sedangkan pada deposito, semakin lama tenor atau jatuh temponya, umumnya bunga yang diberikan akan lebih tinggi. Namun dengan semakin panjang jatuh tempo deposito, akan makin lama pula investor dapat mencairkan kembali dananya bila ada kebutuhan.

4. Loncatan ke Reksa Dana Lain

Karena berada pada level risiko paling rendah, reksa dana ini cocok sebagai produk pertama bagi investor pemula yang ingin mencoba berinvestasi di reksa dana. Setelah memahami reksa dana berisiko rendah, biasanya investor reksa dana pasar uang akan mencoba berinvestasi ke level risiko berikutnya, seperti reksa dana pendapatan tetap kemudian reksa dana saham.

Profil nasabah reksa dana pasar uang bervariasi mulai ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan dan bahkan korporasi atau perusahaan sesuai toleransi mereka terhadap risiko dan keperluan akan dana tersebut di masa yang akan datang. Sehingga ada juga investor tipe penyuka risiko tinggi menjadi nasabah reksa dana pasar uang sebagai diversifikasi investasi mereka.

Baca juga: Mengolah Barang Bekas Menjadi Furnitur Berkelas

Jadi, tak perlu ragu memulai investasi, bukan?