Berdasarkan jangka waktunya, investasi dibagi menjadi tiga yaitu investasi jangka pendek, menengah dan panjang. Investasi jangka pendek di bawah setahun, menengah 1-5 tahun dan jangka panjang di atas lima tahun.

Sebelum memilih jenis investasi, sebaiknya petakan dulu tujuanmu. Bila ingin memetik hasil investasi setelah setahun, investasi jangka pendek cocok untuk kamu. Sedangkan jika kamu bertujuan memenuhi suatu kebutuhan lima tahun ke depan atau lebih – seperti dana pendidikan anak atau dana pensiun, investasi jangka panjang bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Baca juga: Pengalaman Pahit Berbisnis, Nick Yudha

Jika kamu tertarik berinvestasi jangka panjang, cermati ragam pilihannya di bawah ini:

1. Emas

Emas adalah salah satu instrumen investasi favorit investor karena nilainya tak tergerus inflasi atau goncangan ekonomi. Uang yang disimpan di bank selama sepuluh tahun akan turun nilainya, sedangkan nilai emas justru naik berkali lipat.

Meski demikian, harga emas juga mengalami naik turun dipengaruhi berbagai faktor seperti tingkat suku bunga hingga dinamika permintaan dan penawaran pasar. Butuh waktu yang cukup lama bagi harga emas untuk naik secara signifikan. Karena itu, jika kamu membeli emas dan langsung menjualnya kembali setelah setahun, bisa jadi kamu belum memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Ketika harga emas turun, itulah saat yang tepat untuk membeli emas. Kini membeli emas pun tidak harus membutuhkan dana besar sekaligus. Sekarang emas bisa dibeli di bawah 1 gram, bahkan mulai dari 0,01 gram.

2. Properti

Investasi jangka panjang yang juga banyak diincar orang adalah properti. Sebab, jumlah tanah yang terbatas membuat harganya naik terus setiap tahun.

Di Indonesia, kenaikan harga properti berkisar 8-10% per tahun. Bahkan menurut CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda seperti dikutip situs detik.com, kenaikannya pernah mencapai 20 persen selama kurun waktu tahun 2009-2012. Karena itu keuntungan investasi properti akan sangat terasa jika dilakukan dalam jangka panjang.

Lantaran harganya yang tinggi, mencicil melalui KPR menjadi salah satu cara yang digunakan orang untuk dapat memiliki properti. Jika tujuanmu membeli properti untuk investasi, akan lebih baik lagi jika kamu bisa menyewakan properti tersebut dan membayar cicilan KPR dari hasil sewanya.

3. Saham

Investasi saham berpeluang memberikan keuntungan besar, bisa mencapai return atau imbal hasil di atas 20% per tahun. Investasi yang imbal hasilnya tinggi, biasanya juga diiringi dengan risiko yang tinggi. Namun secara historis pergerakan Indeks Hasil Saham Gabungan (IHSG) di atas 10 tahun selalu positif dan memberi imbal hasil optimal. Karena itu, sebaiknya investasi saham dilakukan dalam jangka panjang.

Besar kecilnya keuntungan yang kamu peroleh tergantung dari kinerja perusahaan yang kamu beli sahamnya. Itu sebabnya sebelum membeli saham sebuah perusahaan, kamu harus mempelajari perusahaan tersebut dengan baik. Usahakan membeli saham perusahaan yang labanya tumbuh dari tahun ke tahun.

Sekarang berinvestasi saham juga dapat dilakukan secara rutin dengan dana terjangkau, misalnya melalui program Yuk Nabung Saham dari Bursa Efek Indonesia. Kamu bisa “mencicil” membeli saham perusahaan incaran dengan membuat akun di perusahaan sekuritas yang jadi perantara jual beli saham di bursa efek.

4. Reksa Dana Saham

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang potensi imbal hasilnya paling besar sekaligus risikonya paling tinggi dibandingkan reksa dana lain. Di reksa dana ini, manajer investasi menempatkan dana investor minimal 80 persen di instrumen saham.

Berbeda dengan investasi saham langsung, berinvestasi di reksa dana saham kamu akan dibantu oleh manajer investasi. Manajer investasi yang akan mengelola penempatan dana pada saham-saham pilihannya. Begitu pula memantau pergerakan pasar. Sedangkan bila berinvestasi saham langsung, kamu harus mengerjakannya sendiri.

Setoran dana rutin untuk berinvestasi di reksa dana saham juga lebih kecil dibandingkan membeli saham langsung di bursa efek. Kini dengan Rp100.000, kamu sudah bisa mulai berinvestasi di reksa dana saham.

Baca juga: Jatuh Bangun Bisnis Yasa Singgih

Ibaratnya pelari maraton yang harus mengatur napas dan mempertahankan stamina demi mencapai garis finis, begitu pula seorang investor jangka panjang. Kesabaran, disiplin, komitmen dan kemauan untuk terus belajar adalah kunci sukses mengelola investasi jangka panjang. Siap memulainya?