Sebuah usaha wiraswata memerlukan modal dana, baik pada saat memulai usaha maupun di pertengahan jalan untuk pengembangan usaha. Namun pelaku usaha ini, terutama usaha kreatif, animasi dan rintisan (startup) kerap kesulitan mendapatkan akses permodalan dari bank atau lembaga keuangan formal lainnya.

Baca juga: Mengolah Barang Bekas Ala Rifaul Bingar

Bank menilai usaha yang baru dirintis tidak bankable atau tidak memenuhi persyaratan yang diminta bank. Ditambah kinerja yang belum membuahkan hasil dan pendapatannya yang masih belum jelas.

Karena ditolak bank, pelaku usaha ini perlu mencari alternatif pendanaan, salah satunya adalah dengan mengajukan dana ke crowdfunding atau sekumpulan investor.

Secara garis besar crowdfunding itu adalah pendanaan beramai-ramai atau patungan. Crowdfunding memungkinkan puluhan bahkan ratusan orang patungan mewujudkan suatu proyek komersial maupun penggalangan dana untuk kepentingan sosial.

Saat ini cukup banyak startup yang berhasil mendapatkan dana dengan sistem crowdfunding. Contohnya, game horor buatan anak Indonesia, DreadOut. Game developer ini mencantumkan angka US$25.000 (sekitar Rp340 juta) untuk dana yang dibutuhkan, sedangkan dana yang terkumpul mencapai US$29.067 (sekitar Rp400 juta), yang artinya melebihi target yang ditentukan.

Sebelum kamu tertarik untuk mengajukan proposal permodalan ke crowdfunding, perlu juga mempelajari kelebihan dan kekurangan dari crowdfunding:

Kelebihan:

1. Memberi Akses ke Modal Tanpa Beban Bunga

Modal yang didapat dari crowdfunding bukanlah pinjaman atau bentuk utang tapi merupakan penyertaan modal. Sebagai pemilik usaha, kamu tidak perlu membayar bunga atau memberikan jaminan bila menawarkan proposal permodalan ke equity crowdfunding dan reward-based crowdfunding. Equity crowdfunding adalah pengumpulan modal melalui platform online dengan imbalan sebagian saham perusahaan.

Melalui equity crowdfunding, kamu cukup menawarkan saham perusahaan sebagai imbalan bagi crowdatau masyarakat yang menjadi investor. Sedangkan melalui crowdfunding berbasis reward, pemilik usaha memberikan hadiah atau reward tertentu ke investor. Reward dapat berupa produk pemilik usaha senilai dana yang diberikan investor.

2. Menghemat Tenaga, Waktu dan Biaya

Untuk mendapatkan akses pendanaan kamu cukup mendaftar secara online. Kamu tidak perlu menghubungi calon investor untuk mendanai usaha. Jika proposal usaha yang kamu masukkan sudah naik di situs crowdfunding, dapat dipastikan usaha kamu akan segera didanai, apalagi kalau memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan.

Dengan proses secara online tentu menghemat tenaga, waktu dan biaya, berbeda dengan proses pinjaman bank yang perlu tatap muka dan survei ke lapangan.

Kekurangan:

1. Modal Didapat Tidak Besar

Jangan berharap mendapat modal hingga Rp1 miliar ke atas dari crowdfunding. Ada keterbatasan modal yang bisa didanai melalui platform crowdfunding. Kalau membutuhkan modal lebih besar kamu bisa mengajukan ke perusahaan Private Equity yang memang didukung investor kelas kakap dan memiliki dana melimpah.

2. Dikenakan Biaya oleh Platform Crowdfunding

Sebelum mengajukan proposal ke sebuah platform crowdfunding, kamu harus tahu bahwa platform crowdfunding mengenakan biaya pada pencari dana. Tidak semua dana yang terkumpul bisa kamu gunakan sebagai modal karena ada potongan biaya dari platform crowdfunding. Selain itu pada equity crowdfunding, pendapatan usahamu akan berkurang karena harus dibagikan kepada para investor sebagai pemilik saham perusahaanmu.

3. Tidak Fleksibel

Setelah syarat dan ketentuan diputuskan, pemilik usaha sebagai eksekutor di lapangan tidak dapat membuat perubahan besar terhadap ketentuan-ketentuan tersebut.

Berikut langkah-langkah untuk mendapatkan modal dari crowdfunding:

1. Membuat Proposal Usaha dengan Menarik

Buatlah proposal usaha yang menarik, interaktif, dan informatif. Proposal berisi informasi detail mengenai jenis bisnis, proses manajemen, proses pemasaran dan tujuan utama dari bisnis yang dijalankan. Tuliskan anggaran dan tetapkan target pendanaan yang realistis. Harus jelas berapa banyak uang yang kamu butuhkan dan ke mana uang itu akan digunakan.

Sertai juga video kampanye singkat yang menjelaskan apa proyek usaha kamu, untuk apa uang dari crowdfunding dan apa bedanya usaha kamu dengan usaha sejenis. Buatlah video yang jelas, ringkas dan menarik.

Baca juga: Membangun Start-Up Ala Hanindia Narendrata 

2. Mendaftar ke Situs Crowdfunding

Proposal yang sudah selesai bisa langsung didaftarkan ke salah satu situs crowdfunding yang ada di Indonesia. Pilihlah sekiranya situs crowdfunding yang terpercaya dan sudah terkenal karena di situs itulah para pemilik modal biasanya berkumpul. Ada banyak platform yang menawarkan layanan pengumpulan dana investor. Crowdfunding yang sudah dikenal masyarakat di antaranya adalah Kickstarter, IndieGoGo dan RocketHub.

Ibaratnya pepatah: “Banyak jalan menuju Roma”, kini di era digital juga tersedia alternatif pembiayaan modal wirausaha seperti crowdfunding di atas. Calon-calon wirausaha seperti kamu pun dapat terus maju mewujudkan cita.