Sekarang sedang banyak perusahaan rintisan di bidang teknologi (startup) yang bergerak di berbagai bidang. Usaha startup menarik banyak investor karena bila perusahaan startup berhasil, nilainya bisa naik berkali-kali lipat dan otomatis nilai saham investor berkembang pesat.

Baca juga: Bisnis Barbershop Emyranza

Namun data dari Forbes mengungkapkan fakta, sembilan dari sepuluh startup mengalami kegagalan atau probabilitas suksesnya hanya 10 persen. Ini adalah kebenaran yang mungkin sulit diterima namun merupakan kenyataan.

Karena itu sebelum ikut menanam duit di startup, sebaiknya kamu melakukan hal-hal berikut ini:

1. Memahami Industri

Ketika memutuskan berinvestasi di startup, pastikan kamu memiliki pengetahuan mengenai industri yang digeluti startup ini.

Janganlah silau dengan hasil yang telah dicapai startup ini, misalnya penjualannya meledak, namun kamu tidak memiliki pengetahuan tentang industrinya karena hal ini akan membuat investasi lebih berisiko. Pastikan kamu mencari tahu dulu tentang industrinya dan memahami industri tersebut sebelum kamu memasukkan uang.

2. Cari Tahu Tim Bisnisnya

Dengan berinvestasi di startup, kamu akan mempercayakan dana pada sebuah tim. Karena itu kenali dulu siapa yang menjadi pemimpin usaha ini. Pastikan founder dan co-founder memiliki pengalaman dalam bidangnya. Apakah mereka telah sukses dengan perusahaan lain di jenis usaha yang sama atau jika ini adalah bisnis pertama mereka, seberapa baik mereka bekerja bersama. Mengetahui siapa yang menjalankan bisnis sama pentingnya dengan memahami bidang yang mereka jalankan. Tim yang buruk dapat merusak bisnis hebat.

3. Kaji Strategi Monetisasi

Tiap perusahaan startup harus sudah memiliki strategi tentang bagaimana cara menghasilkan uang. Contohnya, platform media sosial seperti Facebook yang pada awal usahanya fokus pada peningkatan basis pengguna. Setelah penggunanya sangat banyak, Facebook menghasilkan uang dari iklan banyak perusahaan.

4. Ketahui Kompetisi Usaha

Kamu juga perlu memahami siapa kompetitor startup pilihanmu. Apakah startup kamu memiliki fitur atau sesuatu yang saat ini tidak ditawarkan oleh pesaing? Jika memang startup pilihan kamu ini punya fitur unggulan, perlu diwaspadai pula bila kompetitor akan menciptakan fitur serupa. Karena itu kamu harus memperhitungkan seberapa cepat kompetitor dapat menciptakan produk atau fitur yang serupa dan apa yang akan terjadi jika mereka melakukannya?

5. Tinjau Daftar Penasihat

Jika startup memiliki tim penasihat, kamu harus menghubungi mereka untuk memahami bagaimana mereka membantu perusahaan. Apakah mereka menawarkan saran bila diperlukan? Atau apakah nama mereka hanya dicantumkan tanpa fungsi? Biasanya tim penasihat berisi figur ternama di industri terkait agar startup memiliki nilai jual ke calon investor atau membantu saat startup berurusan dengan pihak eksternal seperti pemerintah. Kamu juga harus melihat berapa lama tim penasihat akan membantu startuptersebut.

6. Telisik Keuangannya

Keuangan atau urusan dapurnya startup tentu bagian terpenting untuk diketahui. Mengapa? Karena itu akan menunjukkan penggunaan uang investor. Di laporan keuangan startup kamu dapat melihat berapa banyak aset yang mereka miliki, kewajiban-kewajiban (utang) dan potensi pendapatan. Kamu juga dapat melihat bagaimana mereka menggunakan uang yang mereka miliki saat ini. Apakah banyak dimanfaatkan untuk pengembangan, pemasaran atau membayar utang?

7. Tinjau Rencana untuk Pendanaan Masa Depan

Bagaimana rencana startup untuk menggunakan suntikan modal berikutnya dari investor baru tentu perlu kamu ketahui. Mereka harus memiliki gagasan yang kuat tentang apa yang mereka rencanakan untuk membelanjakan dana investasi. Biasanya, startup akan memberikan perinciannya seperti rencana pertumbuhan, pemasaran dan pengembangan.

Baca juga: Fashion Etis Ramah Lingkungan Ala Imaji Studio

8. Perhatikan Periode Pembakaran Uang

Startup yang berpotensi menjadi perusahaan raksasa seperti GoJek memerlukan dana pengembangan dan pemasaran tak sedikit karena itu ada istilah “membakar uang investor” di startup. Jangan kaget jika harus menambah modal lagi di tengah jalan karena kebutuhan dana yang besar. Karena itu sebelum mulai berinvestasi di startup tanyakan berapa lama periode pembakaran uang investor, apakah mereka akan membakar uang tunai dalam enam bulan, 12 bulan atau lebih lama? Idealnya waktu pembakaran uang tunai akan berlangsung setidaknya 12 bulan – idealnya 15 bulan atau lebih. Hal ini memungkinkan startup untuk lebih fokus dalam membangun produk hebat daripada mencoba meningkatkan pembiayaan dari investor.

Bagaimana, mantap berinvestasi di startup?