Di dunia startup Indonesia, nama Fransiska Putri Wina Hadiwidjana sudah tak asing lagi. Tahun 2015 lalu, Fransiska mendirikan Prelo.id, platform e-commerce yang fokus pada jual beli barang-barang preloved yang orisinal dan berkualitas.

Baca juga: Perjalanan Startup Milik Hanindia

Namun catatan prestasi Fransiska sudah terbentang sejak ia sekolah dan kuliah. Saat kuliah di jurusan Teknik Informatika ITB, Fransiska sempat magang di enam perusahaan yang berbeda, termasuk Google dan Microsoft.

Pada 2012, ia dikirim ke Amerika Serikat untuk mengikuti Singularity University Graduate Studies Program 2012 (GSP12). Dalam program tersebut Fransiska bersama dua rekannya menciptakan sarung tangan pendeteksi penyakit bernama Glove Tricorder. Sarung tangan itu dapat mengukur tekanan darah, denyut jantung dan kadar oksigen dalam darah pasien yang memakainya sehingga membantu dokter mendiagnosis penyakit.

Fransiska bersama dua rekannya pencipta Glove Tricorder kemudian merintis startup di bidang teknologi kesehatan bernama MedSensation yang kemudian beralih nama menjadi AugMI Labs. Kendati demikian Fransiska memutuskan pulang ke Indonesia dan mendirikan perusahaan startup sendiri di tanah air, Kleora.id yang selanjutnya bertransformasi menjadi Prelo.id.

Bersama Prelo, Fransiska juga mengusung misi mengajak orang mengurangi sampah dengan memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang layak pakai. Tak heran bila majalah Forbes lantas memasukkan Fransiska ke dalam daftar 30 orang berpengaruh di bawah usia 30 tahun di bidang retail dan e-commerce se-Asia tahun 2018.

Sejak pertengahan tahun 2018, Prelo.id diakuisi oleh Bukalapak.com. Fransiska juga bergabung dengan Bukalapak.com sebagai Head of Business. Kita simak, yuk, perbincangan dengan Fransiska mengenai pengalamannya merintis startup dan kiprah terbarunya bersama Bukalapak.com.

Apa yang memotivasi membangun bisnis startup di Indonesia?

Sebenarnya pengalaman pertama merintis startup adalah saat membuat Glove Tricorder di Amerika Serikat bersama AugMI Labs. Tapi saya melihat peluang untuk sukses lebih besar di negeri sendiri. Sebagai orang Indonesia, lebih mudah memahami pasar di Indonesia dan juga lebih mudah mencari tim. Dua hal itu kombinasi yang sangat penting untuk bekerja efisien dan tepat guna dalam membangun startup. Selain itu, Indonesia adalah pasar yang besar banget. Kalau sudah “menang” di Indonesia, tidak perlu berekspansi ke luar negeri pun enggak masalah.

Waktu menjalankan Kleora.id, Fransiska dan tim melakukan pivoting (mengubah model bisnis karena model bisnis awal tidak berjalan) menjadi Prelo.id. Apa pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman itu?

Saat merintis Kleora, fondasinya memang enggak kuat. Kualitas barang-barang yang dijual di platform enggak bagus dan aplikasinya sendiri sering down. Selain itu kita pernah dapat surat peringatan dari produsen kosmetik di Amerika Serikat karena menjual barang palsu merek tersebut. Jadi dalam membangun startup, jangan hanya karena didasari sedang tren dan terlihat keren. Lihat dulu ada enggak masalah yang cukup penting untuk dicari solusinya dan bisa jadi produk startup kamu. Kalau enggak ada, lebih baik jangan bikin startup.

Bagaimana tips menembus pendanaan investor?

Dalam membangun startup, ada beberapa tahapan pendanaan. Pertama, bootstrapping atau memakai uang sendiri sebagai modal. Bisa uang tabungan kamu atau pinjam dari keluarga. Kedua dari program inkubator dan akselerator yang memberikan akses permodalan untuk startup. Ketiga, dari angel investor atau investor yang memang sudah fokus mendanai startup teknologi. Diikuti saja tahapan pendanaan ini karena masing-masing tahapan membutuhkan validasi ide, risiko dan model bisnis startup kamu. Yang pasti seorang founder atau CEO startup harus menjaga reputasi dan rekam jejak yang baik. Karena investor jumlahnya tidak banyak dan saling mengenal. Kalau kita sudah punya catatan yang tidak baik, akan lebih sulit menembus pendanaan investor. Bangun networking juga karena referensi dan koneksi sangat dibutuhkan untuk meyakinkan investor.

Dari pengalaman Fransiska, apa tantangan terbesar menjalankan startup?

Menjadi CEO dan founder startup mungkin terdengar keren, tapi sebetulnya posisi itu paling tinggi tuntutannya karena kamu harus bisa memenuhi keinginan semua pihak baik dari user, tim dan investor. Menurut saya tantangan terbesar adalah bagaimana menjaga tim tetap solid, terutama saat bisnis sedang turun atau menghadapi masalah. Apalagi bisnis startup itu awalnya pasti banyak bekerja dengan teman sendiri. Kamu harus bisa menyemangati teman sendiri sekaligus bisa tegas di saat dibutuhkan agar bisnis tetap berjalan.

Kenapa memutuskan bergabung dengan Bukalapak.com dan melepas Prelo.id?

Membangun startup pada satu titik kita harus realistis juga. Melepas Prelo untuk diakuisisi Bukalapak adalah keputusan terbaik menurut saya. Prelo akan dapat makin berkembang pesat sebagai bagian dari keluarga Bukalapak. Saat Bukalapak menawarkan untuk mengambil alih Prelo, saya meminta semua tim Prelo juga diikutkan, jadi masih bisa meneruskan Prelo di bawah Bukalapak. Misi Bukalapak membantu UKM Indonesia sejalan dengan saya. Saya sendiri sangat senang mempelajari dan mengeksplor hal baru. Sebagai unicorn startup, Bukalapak punya cakupan dan target yang lebih tinggi, sehingga saya bisa belajar banyak hal baru dari situ.

Apa persisnya tanggung jawab Fransiska sebagai Head of Business Bukalapak.com?

Saya bertanggung jawab mengembangkan produk dan bisnis, termasuk pengembangan tim. Salah satu program yang sedang saya tangani adalah Mitra Bukalapak. Program ini membantu warung-warung kelontong tradisional menyediakan barang dagangan secara lebih efisien dengan harga yang bersaing untuk konsumen. Bukalapak membantu dealing langsung dengan produsen-produsen barang kebutuhan pokok dan menyetok barangnya di gudang Bukalapak. Warung Mitra Bukalapak yang ingin menyetok barang dagangan tinggal memesan melalui aplikasi Mitra Bukalapak. Dalam waktu 1×24 jam barang sudah diantar ke warung oleh Bukalapak. Prosesnya jauh lebih praktis dan efisien dibandingkan dulu saat warung harus satu per satu mendatangi agen produsen atau toko grosir untuk membeli barang dagangan. Sebagai Mitra Bukalapak, warung tradisional juga bisa menjual pulsa, paket data atau melayani pembayaran listrik. Warung tradisional jadi bisa lebih bersaing menghadapi jaringan toko retail modern.

Baca juga: Bisnis Jastip Ala Yohana

Fransiska dikenal sebagai orang yang punya determinasi tinggi dalam bekerja. Apa motivasinya dan bagaimana menjaga fokus mencapai target?

Karena saya senang belajar hal-hal baru dan ada kepuasan tersendiri kalau bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai yang dijanjikan atau melebihi target. Yang penting tentukan dulu prioritasnya dan lihat seperti apa tanggung jawab yang harus kita penuhi serta bagaimana cara memenuhi tanggung jawab tersebut.