Berinvestasi di reksa dana saat ini tidak memerlukan dana besar. Dengan dana investasi minimal Rp.100,000 kamu sudah bisa memulai investasi di reksa dana. Demikian juga kalau mau menambah dana atau top up, cukup Rp100.000.

Baca juga: Dinamika Berkarir Startup Ala Fransiska

Namun demikian, sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk reksa dana, alangkah baiknya kamu juga menghitung biaya berinvestasi di reksa dana ini, mulai dari management fee bagi manajer investasi yang mengelola dana kamu hingga biaya transfer antarbank jika kamu melakukan penambahan dana investasi.

Biaya ini ditanggung oleh investor dan akan mengurangi total dana investasi yang telah kamu setorkan ke rekening reksa dana. Biaya-biaya ini sudah tertera di brosur, fund factsheet atau prospektus reksa dana. Karena itu sebelum membeli reksa dana pastikan untuk membaca prospektus reksa dana.

Berikut ini adalah biaya-biaya yang muncul saat kamu berinvestasi di reksa dana:

1. Biaya Pengelolaan Investasi atau Management Fee

Merupakan total dari biaya manajemen, biaya operasional (atau biaya administrasi) dan pajak terkait yang dibebankan pada suatu reksa dana setiap tahunnya. Biaya management fee ini merupakan pemasukan utama bagi pihak manajer investasi untuk kelangsungan operasional perusahaan manajer investasi. Untuk setiap produk investasi yang diterbitkan manajer investasi dikenakan management fee yang jumlahnya bervariasi, tergantung jenis reksa dananya.

No Jenis Reksa Dana Management Fee
1 Reksa Dana Pasar Uang 0,40%-1.00%
2 Reksa Dana pendapatan Tetap 0,50%-1,25%
3 Reksa Dana Campuran 1,00%-1,50%
4 Reksa Dana Saham 2,00%-3,50%
5 Reksa Dana Terproteksi 0,20% – 0,75%

2. Biaya Transfer Antarbank

Biaya ini muncul saat kita transfer uang dari rekening bank kita ke rekening penampung yang dipegang bank kustodian reksa dana. Jika bank kustodian reksa dana berbeda dengan bank tempat kita buka rekening, tentu ada biaya baik transfer manual maupun transfer melalui mekanisme auto debet.

Biaya ini sebenarnya relatif kecil namun akan terlihat besar bila jumlah dana investasi yang ditransfer kecil, misalnya kita transfer uang sebesar Rp100.000 akan terkena biaya transfer antarbank Rp5.000 atau 5%.

Melihat hal ini, saat membuat sebuah produk reksa dana manajer investasi bekerja sama dengan beberapa bank kustodian untuk menampung dana investasi kita sehingga kita bisa memilih transfer ke bank kustodian yang sama dengan bank tempat kita menabung agar bebas biaya transfer antarbank.

3. Biaya Pembelian Reksa Dana (Subscription)

Saat kamu pertama kali membeli reksa dana, ada biaya yang dibayarkan investor kepada agen penjual atau manajer investasi. Biaya ini dapat mencapai 2,5% atau lebih dari jumlah yang diinvestasikan. Misalnya, jika kamu menginvestasikan Rp1.000.000 dengan biaya pembelian sebesar 2,5%, biaya yang harus kamu bayarkan adalah Rp25.000, sehingga investasi awal terpotong menjadi sebesar Rp975.000.

4. Biaya Top Up

Biaya ini muncul saat investor ingin menambah investasinya pada reksa dana yang sama. Transaksi top updapat dilakukan kapan saja dengan jumlah minimal top up sesuai dengan ketentuan reksa dana tersebut.

Bagi yang sering melakukan investasi reksa dana via bank, tentu sudah sangat familiar dengan biaya ini. Ada bank yang mengenakan biaya top up 1% sehingga jika kamu melakukan penyetoran senilai Rp200.000, dana investasi yang diterima di rekening reksa dana menjadi Rp198.000.

5. Biaya Penjualan Reksa Dana (Redemption)

Biaya ini merupakan biaya yang dibayarkan investor kepada agen penjual atau manajer investasi pada saat kita menarik dana atau mencairkan reksa dana. Setiap melakukan penarikan dana atau redemption, investor akan dikenakan redemption fee. Besarnya redemption fee ini berbeda-beda pada tiap perusahaan manajer investasi, kisarannya 1%-1,5%.

Ada manajer investasi yang tidak mengenakan redemption fee bagi investor yang memiliki reksa dana hingga tahun tertentu. Misal, bila dana sudah mengendap lebih dari setahun sejak kita melakukan subscription pertama.

6. Biaya Kustodian

Biaya ini adalah biaya yang dibebankan setiap tahunnya oleh Bank Kustodian dengan kisaran antara 0,2% – 0,25%.

Bank Kustodian atau sering disingkat Kustodian sebuah reksa dana adalah suatu lembaga yang merupakan pihak ketiga yang bertanggung jawab untuk menyimpan aset dari reksa dana tersebut. Kustodian juga dapat menyimpan catatan untuk dana tersebut atau melacak informasi lain jika dibutuhkan.

Baca juga: Bisnis Jastip Ala Yohana

Meski terkesan mengurangi dana investasimu, biaya-biaya ini merupakan hal yang wajar karena kamu mempercayakan dana ke tim yang profesional. Setelah mempertimbangkan biaya yang ada, kamu bisa memilih produk reksa dana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.