Usianya belum melewati seperempat abad, namun prestasinya telah membuat Indonesia bangga. Farid Naufal Alam adalah sosok muda yang berani terjun ke sektor yang jarang dilirik oleh generasi milenial untuk meraih sukses. Bersama dengan Aruna.id yang dibangunnya, ia berusaha meningkatkan potensi kesejahteraan nelayan lokal dengan bantuan teknologi informasi.

Baca juga: Cemilan Tempe Ala Yoga Surya Pratama

Saat ini, Aruna.id telah berhasil merangkul lebih dari 1.700 kelompok nelayan di seluruh Indonesia, dengan total anggota mencapai sekitar 20.000 orang. Mereka dibantu oleh Farid dan timnya untuk meningkatkan efiensi produksi serta penjualan melalui pengelolaan data hasil tangkapan dan kanal distribusi yang lebih luas.

Efisiensi Jalur Penjualan Melalui Teknologi

Seluruh nelayan yang dibina oleh Aruna.id telah berhasil mendistribusikan produk tangkapannya hingga ke mancanegara seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam. Di Indonesia sendiri, Farid berhasil memasarkan hasil tangkapan nelayan lokal ke total 16 provinsi mulai dari Aceh hingga Papua.

“Tujuan awal berdirinya Aruna adalah efisiensi rantai dagang hasil tangkapan nelayan lokal. Dengan kata lain, kami berusaha memperpendek jalur penjualan sehingga nelayan mendapat untung yang lebih besar,” kata Farid.

Upaya yang direngkuh oleh Farid dan timnya di Aruna.id merupakan sebuah langkah inspiratif dalam mengubah pola jual-beli tradisional pada hasil tangkapan laut, membuatnya lebih terintegrasi melalui dukungan teknologi. Aruna membuat sebuah aplikasi bernama eTPI, yakni versi digital dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Ini merupakan platform manajemen data untuk pengelola TPI dan koperasi nelayan yang berada di pesisir Indonesia.Aplikasi ini memiliki fitur sesuai dengan proses bisnis yang terjadi di TPI dan Koperasi Nelayan, seperti pencatatan hasil tangkap (inventory), aplikasi kasir (point of sales), pencatatan data nelayan, akuntansi dan lain sebagainya.Melalui eTPI, Aruna membantu pengurus TPI dan Koperasi Nelayan agar bisa mengelola datanya secara lebih efisien. Selain itu, eTPI memungkinkan pelaku industri kelautan dari manapun — termasuk dari luar Indonesia — untuk mengakses data tersebut.

“Saat ini kami membuat portal PasarLaut.com untuk membantu menghubungkan potensi nelayan di daerah, langsung dengan industri dan pelaku jual beli ikan dalam skala besar. Data yang kami tampilkan di PasarLaut.com diperoleh langsung dari aplikasi eTPI, sehingga bisa menampilkan data sesuai dengan kondisi nyata di lapangan,” jelas Farid.

Membaur dengan Keseharian Nelayan

Perjuangan Aruna.id tidaklah mulus, mereka sempat diragukan oleh banyak pihak termasuk para nelayan yang diajak untuk bermitra. Namun, keteguhan serta semangat dalam memaparkan visi dan misi yang berintegritas, lambat laun membuat para nelayan tertarik untuk bergabung.

“Satu contoh sukses tentang distribusi tangkapan laut, seketika menyebar dari mulut ke mulut di kalangan nelayan. Hal ini membuat kami lebih mudah mempresentasikan sinergi yang kami bawa ke hadapan nelayan. Bagaimanapun juga, nelayan ingin mendapat prospek yang lebih baik untuk aktivitas melautnya,” ujar Farid, yang memulai kiprahnya di Aruna.id sekitar empat tahun lalu.

Dalam setiap upaya pengenalan Aruna.id di seluruh Indonesia, Farid dan timnya tidak segan untuk terlibat langsung dalam aktivitas nelayan mulai dari menangkap ikan di laut, bermusyawarah dengan penduduk pesisir dan banyak hal lain yang bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan para calon mitranya.

“Kami melakukan pembinaan dengan pendekatan yang santai, berusaha membaur dengan keseharian nelayan sambil memerhatikan apa yang perlu dicarikan solusi untuk meningkatkan taraf hidup mereka, setidaknya lebih berprospek dibandingkan sebelumnya,” lanjut Farid.

Ditambahkan oleh Farid bahwa tantangan di setiap daerah berbeda, sehingga penting bagi Aruna.id untuk turun secara intens ke lapangan dan berupaya mengajak nelayan lokal untuk bertukar pikiran, mulai dari kegiatan melaut hingga kebiasaan hidup setempat.

“Kami tidak bisa menyamaratakan pandangan dalam membantu peningkatan kesejahteraan nelayan. Terkadang daerah tertentu memiliki keunikan tersendiri untuk bisa didekati dan memahami kondisi yang sebenarnya. Kami harus bisa memahami mereka terlebih dahulu, baru kemudian diajak bermitra untuk menciptakan distribusi hasil pangan yang lebih menguntungkan,” tuturnya.

Cita-cita Mengatasi Jurang Kemiskinan

Di balik kerja keras tersebut, Farid dan timnya selalu berusaha menjaga etos kerja yang tinggi dan mengedepankan semangat gotong royong untuk memajukan apa yang telah dirintis di Aruna.

Ada banyak harapan Farid terhadap kiprah Aruna.id dalam memajukan kualitas hidup nelayan lokal. Namun, satu yang pasti, ia ingin agar fakta bahwa hampir 50 persen hilangnya minat pada profesi nelayan — dalam sepuluh tahun terakhir — tidak bertambah buruk, sehingga jurang kemiskinan di masyarakat pesisir bisa teratasi sedikit demi sedikit.

Baca juga: Dari Hobi Blogging Jadi Bisnis Menjanjikan

“Kesempatan menjadi bangsa besar sangatlah besar, sehingga kita harus segera beranjak dari sikap mengeluh dan terus bekerja giat serta menghasilkan karya yang bermakna bagi sesama,” pungkas Farid.