Di era digital ini, konten yang menarik di media sosial bisa menjadi pintu gerbang sebuah bisnis. Simak saja pengalaman Adawiyah Riwan. Perempuan yang akrab disapa Upil ini mengawali bisnis tanaman hias online-nya dari postingan media sosial yang mendulang banyak likes.

Upil yang hobi menanam tanaman hias dan fotografi kerap meng-upload dekorasi ruangan menggunakan tanaman koleksinya di instagram. Tak disangka, banyak yang menyukai postingan tersebut dan ingin membeli tanaman hias karya Upil. Karena pesanan makin banyak, tahun 2017 Upil lantas lebih serius menekuni bisnis tanaman hias online yang diberi nama Nanem Taneman.

Baca juga: Bisnis Furnitur Bekas Rifaul Bingar

“Jadi mengalir begitu saja dan bisa dibilang enggak pakai modal sama sekali di awal, karena berdasarkan pesanan,” kata Upil.

Layanan Konsultasi Desain Interior

Bisnis Nanem Taneman bukan sekadar menjual tanaman hias, melainkan juga memberikan layanan konsultasi desain interior dengan menggunakan tanaman sebagai elemen memperindah ruangan. Pertama-tama, konsumen mengirimkan foto ruangan yang ingin didekorasi pada Upil. Setelah itu dia akan memberikan rekomendasi produk tanaman hias Nanem Taneman yang cocok digunakan sekaligus tips menata ruangan dan perawatan tanamannya.

“Kalau permintaannya lebih spesifik atau rumahnya besar, biasanya aku harus datang dulu ke lokasi. Misalnya untuk melihat apakah ruangannya ber-AC atau tidak, sumber sinar mataharinya dari mana. Karena aku juga harus memastikan tanamannya nanti bisa terus hidup,” papar Upil.

Selain makin banyak, tanaman yang dipesan konsumen Nanem Taneman juga makin bervariasi jenisnya. Konsumen tak hanya memesan tanaman lokal, tetapi juga tanaman impor. Lantaran itu, kini selain mengambil tanaman hias dari Jakarta, Bogor dan Bandung, Upil juga mengimpor tanaman hias dari Singapura dan Belanda.

“Aku malah jadi tahu macam-macam jenis tanaman dari konsumen karena mereka referensinya dari luar negeri. Yang impor itu misalnya monstera varigata dan pilea,” ujar Upil.

Menjaga Kualitas Lima Hal

Meski layanan Nanem Taneman banyak berkaitan dengan desain ruangan, Upil sebenarnya tak punya latar belakang di bidang ini. Upil mempelajari sendiri cara memperindah ruangan dengan tanaman hias dan dibantu temannya yang berprofesi sebagai desainer 3D.

“Ada juga konsumen yang arsitek terus akhirnya jadi sering kerja sama kalau ada project yang butuh desain lebih spesifik,” beber Upil.

Selain konsumen retail, mulai ada permintaan untuk mendesain taman atau ruangan dari perusahaan dan coffee shop. Akhirnya di tahun kedua sejak Nanem Taneman berdiri, Upil memutuskan berhenti dari pekerjaannya di sebuah agensi digital dan fokus mengurusi bisnis.

Dalam menjalankan bisnisnya ini, ada lima hal yang benar-benar dijaga kualitasnya oleh Upil yaitu produk, packaging, konten media sosial, servis dan after sales service. Menurutnya perpaduan lima strategi itulah yang membuat Nanem Taneman memperoleh respon positif dari pasar dalam waktu relatif singkat.

“Selain itu aku juga selalu menjaga hubungan baik dengan konsumen. Karena aku percaya banget dengan kekuatan word of mouth marketing. Saat konsumen puas, mereka akan mudah merekomendasikan kita pada orang lain,” tutur Upil.

Memberikan Efek Terapi

Seiring dengan larisnya tanaman hias Nanem Taneman, ternyata banyak juga konsumen yang ingin mempelajari keahlian berkebun dari Upil. Awalnya Upil tak menyanggupi permintaan tersebut karena merasa belum percaya diri. Namun setelah sering diundang sebagai narasumber talkshow dalam kapasitasnya sebagai wirausaha muda, Upil akhirnya mulai yakin bisa menggelar pelatihan.

“Dan ternyata responnya positif banget. Aku posting iklan workshop pagi, sorenya peserta sudah full.Bahkan ada yang sampai daftar waiting list untuk ikut pelatihan berikutnya,” cetus Upil bersemangat.

Menurut Upil, kegiatan berkebun mulai dari menanam tanaman, merawat dan menyaksikan pertumbuhannya memang memberikan sejenis efek terapi. Inilah yang membuat makin banyak orang tertarik menekuni hobi yang satu ini.

“Ada perasaan bahagia yang enggak bisa dideskripsikan saat melihat tanaman yang kita tanam berhasil tumbuh dan hidup subur,” kata Upil.

Di samping itu, kebahagiaan yang dirasakan Upil dari Nanem Taneman juga berasal dari kemitraannya dengan para petani tanaman hias.

“Dulu mereka berjualan seadanya saja, ada orang yang cari atau pesan, baru tanaman terjual. Lewat Nanem Taneman, aku membantu para petani ini menjangkau pasar yang lebih luas sehingga mereka bisa menjual tanaman lebih banyak,” ujar Upil.

Sebagai rencana pengembangan jangka pendek, Upil sedang merencanakan pembuatan website Nanem Taneman. Dia berharap dapat makin banyak mengedukasi masyarakat agar tertarik menyukai dan merawat tanaman hias.

Baca juga: Pratiwi Hamdhana, Menjangkau Disabilitas Lewat Tenoon

“Sehingga akhirnya merawat tanaman itu menjadi sebuah lifestyle, enggak hanya kegiatan yang dilakukan pehobi saja,” pungkas Upil.