Bagi penggemar cake artisan di Jakarta, Dulcet Patisserie adalah nama yang sudah tidak asing lagi di telinga. Toko kue online ini menjadi hot list para pencinta makanan pencuci mulut atau dessert karena memadukan teknik boga artistik khas Prancis dengan berbagai bahan baku lokal berkualitas.

Baca juga: Tanaman Hias Adawiyah Riwan

Dulcet Patisserie dibangun sejak tahun 2011 oleh dua bersaudara Karina Mecca (25) dan Keshia Deisra (23), yang berawal dari kesulitan mereka dalam menemukan cake dan dessert yang sesuai selera, yakni yang rasanya tidak terlalu manis.

Mulai Dari Nol

Keduanya sama-sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan formal dalam tata boga, namun Keshia memiliki bakat memanggang kue (baking) yang dipelajarinya secara otodidak. Ditambah dengan keberaniannya untuk bereksperimen memodifikasi beragam jenis cake, jangkauan kreasi Keshia pun semakin berkembang luas.

“Kami memulainya dengan menjadikan cake dan dessert buatan Keshia sebagai hadiah kepada teman dekat dan kerabat. Banyaknya respon postif yang kami dapat, akhirnya menguatkan diri untuk mulai berjualan secara online,” jelas Karina yang menjabat sebagai Brand Marketing Director.

Ditambahkan oleh Karina, bahwa kehadiran Dulcet Patisserie tidak hanya bertujuan menawarkan aneka cake dan dessert cantik, melainkan juga dengan rasa yang enak dan bisa dinikmati banyak orang. Biasanya, berbagai kreasi keduanya disajikan sebagai pemanis momen-momen spesial seperti ulang tahun, acara keluarga dan kantor atau sekadar untuk teman bersantai.

Menariknya, Karina dan Keshia benar-benar memulai semuanya di Dulcet Patisserie dari nol, karena keduanya sama sekali tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis. Satu hal yang mereka yakini adalah bahwa bisnis yang berawal dari hobi akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan penuh gairah.

“Intinya kami learning by doing, belajar dari pengalaman dan tidak cepat putus asa. Selain itu, kami juga banyak berdiskusi dengan ayah kami sebagai konsultan bisnis,” jelas Karina.

Memadukan Bahan Lokal

Mengingat cake dan dessert yang ditawarkan oleh Dulcet Patisserie adalah ragam artisan, yang membutuhkan banyak bahan baku khusus, keduanya kemudian putar akal untuk menjadikan kue-kue mereka tetap lezat, namun dengan harga jauh lebih kompetitif dibandingkan pesaing.

“Kami selalu mencoba berbagai bahan pengganti sampai mendapatkan yang cocok dengan keinginan kami, sekaligus juga membina hubungan yang baik dengan supplier sehingga memungkinkan jaminan pasokan bahan baku yang berkualitas,” rinci Karina.

Menurut Karina, menaklukkan pasar cake artisan di Jakarta adalah sebuah tantangan tersendiri. Dulcet Patisserie dituntut menciptakan rasa yang mudah diterima lidah konsumen. Sebagai contoh, beberapa cake yang mereka buat menonjolkan cita rasa dan aroma kopi Nusantara, menjadikan daya tariknya kian meningkat di mata pelanggan.

“Tidak ada inspirasi tertentu, kami hanya menggunakan bahan yang rasanya dekat dengan keseharian kami, sehingga cake Dulcet dapat dimakan kapanpun,” ungkap Karina.

Menjaga Kualitas dan Rasa

Untuk mepertahankan loyalitas konsumen dan juga memperluas pasar, Dulcet Patisserie berusaha selalu menjaga seluruh kualitas, mulai dari rasa hingga layanan terbaik.

Karina mengaku tidak ada strategi khusus untuk hal di atas, kecuali meningkatkan apa yang sudah menjadi nilai lebih Dulcet Patisserie, yakni sebagai produk cake dan dessert dengan kualitas dan rasa yang jujur kepada konsumen.

“Kami yakin konsumen dapat merasakan produk dan pelayanan yang diperhatikan dengan baik oleh pembuatnya,” ujar Karina mantap.

Adapun dalam menyikapi perubahan tren yang sangat cepat di bisnis boga, Karina dan Keshia bersama selalu berusaha tanggap untuk berkreasi dengan sekreatif mungkin, sehingga bisa mengidentifikasi hal-hal yang perlu atau tidak untuk diterapkan pada laju bisnisnya.

Mengamini apa yang dikatakan oleh sang kakak, Keshia mengatakan bahwa kejujuran rasa akan memberikan sentuhan personal yang mengesankan.

“Kami ingin menciptakan kaitan emosional konsumen dengan beragam cake di Dulcet. Kami akan menerima saran dan kritik, serta mengingat dengan baik apa yang disukai konsumen. Kami ingin lebih memahami konsumen yang mencintai produk-produk kami,” terang Keshia.

Ditambahkan olehnya, bahwa jurus word of mouth marketing cukup membantu memperluas cakupan konsumen Dulcet Patisserie, di mana biasanya konsumen yang puas akan merekomendasikan produknya ke tempat lain.

Baca juga: Camilan Unik Yoga Surya Pratama

“Satu hal yang pasti, jujur adalah segalanya. Selain tentang bahan baku yang digunakan, kami juga akan jujur dengan kemampuan membuat cake terbaik. Jika keinginan konsumen tidak bertemu dengan karakter Dulcet, maka kami akan berperan sebagai konsultan untuk mengetahui lebih lanjut apa yang diinginkan dan menggabungkannya dengan keunikan cake kami. Banyak konsumen yang suka dengan cara ini dan terus kembali memesan cake,” jelas Karina panjang lebar.