Kemerdekaan atau kebebasan merupakan suatu kondisi terlepas dari tekanan dan beban. Tak terkecuali merdeka secara finansial, yaitu saat kebutuhan finansial anggota keluarga di bidang kesehatan, pendidikan termasuk masa depan sudah terpenuhi.

Baca juga: Dulcet Patisserie, Bisnis Kue yang Berawal dari Hobi

Ingin tahu kamu sudah merdeka secara finansial atau belum? Ayo kenali ciri-cirinya.

1. Keluarga Tidak Terlindungi Asuransi

Jika kamu dan anggota keluarga belum memiliki asuransi, khususnya asuransi jiwa dan kesehatan, maka kamu belum merdeka secara finansial. Asuransi jiwa dan kesehatan merupakan produk keuangan yang bermanfaat untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

Biaya kesehatan makin tinggi dari tahun ke tahun. Jika kita menanggung sendiri biaya kesehatan akan menguras keuangan keluarga, terlebih saat kita terkena penyakit berat sehingga ada joke “sadikin”, sakit sedikit langsung jatuh miskin. Karena itu, membeli produk asuransi merupakan langkah antisipasi untuk keadaan ini.

Bila terjadi kemungkinan terburuk, misalnya kepala keluarga meninggal dunia, klaim pertanggungan dari asuransi jiwa bisa menopang kebutuhan hidup keluarga. Keluarga yang ditinggalkan tidak akan serta merta jatuh miskin.

2. Belum Punya Dana Pensiun

Banyak orang Indonesia yang tidak memiliki dana pensiun karena tidak mempersiapkannya saat masih aktif bekerja. Mereka tidak bisa menikmati penghasilan bulanan lagi karena sudah tidak bekerja sedangkan kebutuhan hidup sehari-hari masih ada saat memasuki usia senja.Profesi pegawai negeri sipil (PNS) banyak diincar orang karena mendapat jaminan pensiun dari negara. Bagaimana dengan karyawan swasta? Saat ini sudah banyak Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang bisa diikuti perorangan. Dengan ikut DPLK perorangan, saat masa pensiun kita bisa mendapatkan dana tunai. Kita bisa memilih pencairan bulanan seperti halnya cara pengambilan pensiunan PNS/TNI Polri atau langsung mengambil seluruh dana pensiun kita.

Untuk karyawan swasta biasanya sudah memiliki Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan (dulu bernama Jamsostek) namun besaran dana yang diterima dari BPJS Ketenagakerjaan dirasakan kurang karena hanya mengutip 5,7% dari penghasilan bulanan, berbeda dengan di luar negeri seperti Singapura yang mengutip 30% dari penghasilan bulanan.

Ada juga produk reksa dana yang bisa digunakan sebagai cara mendapatkan dana pensiun. Namun, kamu harus memilih produk reksa dana jangka panjang seperti reksa dana saham yang bisa memberi return hingga 15% per tahun sehingga hasilnya maksimal.

3. Belum Berinvestasi

Nilai uang pada saat ini akan berkurang tahun depan, dua tahun lagi, sepuluh tahun lagi hingga puluhan tahun yang akan datang. Hal ini disebabkan inflasi di mana uang yang beredar terlalu banyak dan cepat sehingga diikuti kenaikan harga barang dan jasa secara terus menerus.

Jika hanya diendapkan di tabungan, uang kita tidak berkembang karena bunga tabungan hanya 1-2% per tahun. Karena itu kembangkan uangmu dengan diinvestasikan di produk-produk keuangan seperti deposito, saham, emas batangan, obligasi dan reksa dana.

Ada produk yang aman namun imbal hasilnya lebih sedikit atau setara dengan inflasi yaitu deposito yang memberi return paling tinggi sekitar 6%. Sebaliknya bila menginginkan produk investasi yang memberi return besar melebihi inflasi tahunan, kamu bisa memilih saham walaupun risikonya juga besar.

Bagi yang tidak ingin ribet mengurusi investasi, bisa berinvestasi di reksa dana karena dana kita akan dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang profesional.

4. Tidak Ada Dana Darurat

Tabungan yang berfungsi sebagai dana darurat sangat diperlukan bagi keluarga jika terjadi hal tak diinginkan seperti pemutusan hubungan kerja atau anggota keluarga sakit.

Biasanya dana darurat ini merupakan tabungan bersama, sehingga masing-masing dapat mengontrol pemakaian dana di tabungan ini. Para ahli perencanaan keuangan menyarankan besarnya dana darurat sekitar 12 kali gaji/penghasilan atau bisa juga 12 kali pengeluaran bulanan keluarga.

Tentukan dana yang disetor untuk tabungan bersama ini tiap bulannya. Misalkan suami isteri bekerja maka masing-masing bisa menyetor 30% dari gaji ke rekening bersama. Bagi pasangan yang belum memiliki anak, bisa menabung lebih banyak dari jumlah itu.

Baca juga: Jatuh Bangun Usaha Yasa Singgih

Kebebasan finansial memang tak bisa dicapai hanya dalam waktu singkat. Namun dengan niat dan komitmen yang kuat, tentu kamu dapat mewujudkannya.