Mungkin kamu sudah menyadari pentingnya berinvestasi dan saat ini sedang mencari-cari investasi apa yang cocok. Pastinya kamu beruntung karena di era sekarang berinvestasi lebih gampang dibanding masa sebelumnya berkat teknologi yang makin maju.

Baca juga: Bisnis Jastip Ala Yohana

Nah, sebelum terjun ke dunia investasi, kamu harus punya beberapa strategi yang harus dilakukan.

Penasaran? Yuk, kita cek.

1. Tetapkan Tujuan

Sebelum memulai investasi, penting untuk mengetahui apa tujuan atau target dari investasi yang kamu lakukan. Setiap investor memiliki tujuan atau target investasi yang berbeda. Begitu juga dengan kamu. Misalnya investasi untuk membeli rumah, biaya pendidikan anak atau lainnya.

Tujuan investasi ini sebaiknya disesuaikan dengan rencana keuangan yang realistis dan jangka waktu pencapaian yang terukur. Apakah jangka pendek kurang dari 3 tahun, menengah antara 3 hingga 5 tahun atau panjang lebih dari 5 tahun.

Tujuan atau target investasi ini penting untuk menentukan arah investasi, khususnya dalam memilih jenis instrumen investasi demi mendapatkan hasil yang kamu harapkan.

2. Instrumen Investasi yang Dikenal

Instrumen investasi memang bisa dipelajari, namun tak semua orang bisa mempelajari semua jenis investasi dengan cepat. Ada beberapa instrumen investasi yang teknisnya lebih rumit sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mendalaminya.

Beberapa hal yang perlu kamu pelajari tentang instrumen investasi misalnya soal keuntungan, cara dan proses investasi hingga risiko yang bakal kamu hadapi di saat kondisi ekonomi tidak mendukung.

Dengan mengetahui berbagai macam faktor tersebut, kamu akan lebih siap dan mudah mencari solusi saat gejolak pasar terjadi. Bahkan, kemungkinan kerugian pun bisa diminimalkan atau dihindari.

Karena itu sebaiknya kamu memilih instrumen investasi yang sudah kamu kenal atau menarik minatmu, sehingga saat mempelajarinya pun lebih mudah dan menyenangkan.

3. Kejelasan Investasi

Jangan mudah tergoda dengan tawaran keuntungan besar yang ditawarkan sebuah perusahaan investasi. Untuk menghindari kerugian atau menyesal di kemudian hari karena kena tipu investasi bodong, kamu perlu melakukan strategi investigasi terhadap perusahaan investasi yang kamu incar.

Pastikan perusahaan investasi tersebut jelas struktur organisasi dan kepemilikannya, kegiatan usahanya, juga alamatnya. Paling penting, perusahaan itu harus tercatat sebagai perusahaan investasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Jika perusahaan investasi tak terdaftar di lembaga pemerintah, tak usah berpikir dua kali untuk mengabaikannya dan mencari yang kredibel.

4. Alokasi Dana Investasi

Kadang ada sebagian investor, terutama pemula, yang ketagihan berinvestasi sehingga mengalokasikan banyak dana untuk satu instrumen tertentu. Padahal cara tersebut kadang sangat berisiko. Jika pergerakan investasi positif, tentu akan berkorelasi baik terhadap keuntungan yang diperoleh. Tapi kalau sebaliknya, kamu bakal menderita kerugian besar.

Sebaiknya strategi yang kamu harus lakukan adalah mengalokasikan dana investasi yang masuk akal. Jangan berlebihan atau terlalu sedikit. Kira-kira maksimal 50 persen dari dana yang kamu miliki untuk investasi dan sisanya disisihkan untuk memenuhi kebutuhan atau sebagai dana cadangan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerugian di kemudian hari. Jika itu terjadi, kamu masih memiliki dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus bisnis lain.

5. Investasi Sejak Dini

Masih banyak anak muda yang ragu untuk menginvestasikan dananya. Padahal jika investasi dilakukan sejak dini dan sungguh-sungguh maka secara jangka panjang akan berpotensi memberikan imbal hasil atau keuntungan yang menggiurkan.

Baca juga: Bisnis Barbershop Emyranza

Mengapa investasi sebaiknya dilakukan sejak dini? Karena kebutuhan anak muda masih sedikit dan belum memiliki tanggungan. Kamu bisa memulai investasi sesuai dengan kemampuan finansialmu. Semakin dini berinvestasi maka secara jangka panjang hasil investasi bisa membantu kamu mewujudkan keinginan, seperti memiliki rumah atau mobil hingga menyelamatkan kondisi finansial kamu di masa depan.

Dengan strategi yang matang, kamu pasti bisa melakukan investasi yang bermanfaat untuk masa depanmu. Selamat mencoba.