Apa arti kebebasan finansial bagi kamu? Bagi kebanyakan orang, kebebasan finansial diartikan sebagai hidup bebas dari kekhawatiran keuangan. Untuk membangun hari esok yang aman, kita perlu berinvestasi dimulai dari hari ini.

Tetapi banyak orang menunda investasi karena tidak tahu cara memulainya. Bagi mereka yang baru mengenal produk investasi, sebagian juga tidak tahu apa langkah awal yang perlu dilakukan untuk mulai membangun portofolio investasi.

Baca juga: Puyo, Bisnis Puding Bermodalkan Kulkas Bekas

Meski demikian, mengelola investasi sesungguhnya bukan hal yang memberatkan. Lima langkah ini bisa kamu coba untuk mulai membangun portofolio investasimu.

Langkah 1 – Tentukan Pos Anggaran untuk Investasi

Langkah pertama menuju kebebasan finansial adalah mengendalikan uangmu. Mulailah mengatur anggaran dengan menyisihkan setidaknya 10% dari penghasilan bulanan untuk tabungan dan investasi. Lakukan terus secara rutin setiap bulan dan kamu pun akan segera terbiasa menabung serta berinvestasi.

Langkah 2 – Perdalam Pengetahuan Investasi

Pengetahuan soal investasi bisa diperoleh dari mana saja, mulai dari membaca majalah keuangan dan investasi hingga blog mengelola keuangan pribadi di internet. Saat ini makin banyak praktisi dunia investasi yang berbagi pengetahuan bagi investor pemula dengan pembahasan yang mudah dimengerti. Kamu juga bisa belajar melalui berbagai aplikasi mobile tentang investasi. Bila kamu makin memahami dunia investasi, tentu akan menjadi bekal dalam menentukan keputusan investasi yang kamu lakukan.

Langkah 3 – Pahami Tujuan Investasi dan Tentukan Toleransi Risiko

Dari banyaknya instrumen investasi, ada yang memberikan imbal hasil besar dan juga kecil. Saham berpotensi memberikan hasil pengembalian investasi yang lebih tinggi daripada obligasi namun dengan risiko lebih tinggi pula. Karena itu saham cocok untuk investasi dalam jangka panjang. Mereka yang sudah mendekati masa pensiun disarankan lebih banyak memilih obligasi karena fluktuasi pasar obligasi lebih rendah daripada fluktuasi pasar saham dalam jangka pendek.

Namun sebelum memilih obligasi, ada baiknya melihat ratingnya terlebih dahulu karena tingkat risiko berinvestasi di obligasi ditentukan juga oleh ratingnya. Jika ratingnya rendah maka risiko gagal bayarnya juga tinggi. Pemegang obligasi rating rendah mendapat imbal hasil lebih tinggi karena penerbit obligasi memberikan kupon atau bunga lebih besar. Rating obligasi dibagi dua: pertama, kategori investment grade, dengan rating tertinggi AAA dan terendah BBB-. Kedua, non investment grade atau junk bond (obligasi sampah), dengan rating tertinggi BB+ dan rating terendah C3.

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing produk investasi, kamu bisa menentukan toleransi risiko yang bisa kamu tanggung dan memutuskan alokasi aset investasi. Contohnya, campuran saham dan obligasi bisa memberikan tingkat pengembalian yang memadai dengan risiko yang sesuai.

Langkah 4 – Berinvestasi dalam Jangka Panjang

Statistik menunjukkan bahwa cara berinvestasi dengan metode market timing, yaitu membeli di posisi terendah dan menjual pada level tertinggi, sulit dan bahkan banyak investor profesional yang gagal menerapkannya. Berinvestasi dalam jangka panjang, dengan konsisten melakukan akumulasi pembelian setidaknya selama tiga hingga lima tahun, berpeluang memberikan hasil yang lebih baik.

Contohnya saja di reksa dana ada istilah dollar cost averaging, yaitu melakukan top up pembelian reksa dana dengan jumlah uang tertentu setiap bulan. Investor seperti “mencicil” membeli reksa dana tanpa melihat kondisi pasar. Jadi ada kalanya kita membeli unit reksa dana saat harganya rendah dan di lain waktu kita membeli ketika harga unitnya tinggi. Bila dilakukan rutin, teknik ini dapat menghasilkan biaya rata-rata yang lebih rendah dalam jangka panjang sehingga saat pasar sedang terkoreksi negatif, investor tidak terlalu mengalami kerugian.

Langkah 5 – Cari Nasihat dari Ahlinya

 

Nasihat dari perencana keuangan profesional sangat dibutuhkan. Kalaupun kamu tidak bisa menggunakan jasa perencana keuangan karena terkendala biaya, kamu bisa bertanya pada praktisi di industri keuangan dan investasi yang merupakan kenalan atau kerabat kamu. Saran dukungan yang memadai bisa kamu dapatkan dari mereka.

Baca juga: Menjangkau Disabilitas Lewat Tenoon

Setelah mengetahui langkah-langkah membangun portofolio keuangan ini, mudah-mudahan kamu menjadi lebih percaya diri memulai investasi. Selamat mencoba!