Memiliki mobil pribadi mungkin jadi impian banyak orang, termasuk kamu. Bagi kamu yang banyak beraktivitas berpindah-pindah lokasi, mengendarai mobil pribadi tentu ikut membantu mobilitasmu tanpa tergantung jadwal serta ketersediaan transportasi umum. Bagi yang sudah berkeluarga, mobil pribadi dapat digunakan untuk menunjang kegiatan keluarga seperti berbelanja dan rekreasi.

Baca juga: Puyo, Pudding Karya Pebisnis Millenial

Namun bagi sebagian besar orang, membeli mobil baru secara tunai merupakan hal berat karena harganya yang ratusan juta rupiah per unit. Sebagai jalan keluar, orang memilih kredit pembelian kendaraan bermotor (KKB).Sebelum membeli mobil memakai fasilitas KKB, pastikan lebih dulu apakah keuangan kamu sudah siap menanggung cicilan kredit per bulannya. Supaya jumlah cicilan tidak terlalu membebani dan membuat keuangan kamu berantakan, pertimbangkan strategi mudah memilih kredit mobil baru berikut ini:

1. Pilih kredit mobil dari bank ketimbang leasing

Bagi yang ingin cicilan kredit mobil lebih ringan sebaiknya pilih pembiayaan dari bank. Bunga KKB dari bank biasanya lebih rendah dibanding leasing atau perusahaan pembiayaan (multifinance) sehingga cicilan KKB per bulan lebih ringan.Mayoritas bank di Indonesia memiliki produk KKB dengan skema pinjaman yang hampir sama sehingga jika kamu membandingkan bunga KKB di antara satu dengan bank lainnya, tidak jauh berbeda.

Setiap dealer mobil memiliki kerjasama dengan bank yang berbeda-beda, biasanya lebih dari satu bank. Kamu wajib menanyakan kepada dealer, mereka lebih suka menerima KKB dari bank apa. Biasanya, dealer akan lebih cepat memproses transaksi penjualan dan memberikan diskon yang lebih besar jika kita menggunakan KKB dari bank yang bekerja sama dengan dealer.

Namun ada kekurangan mengajukan kredit mobil baru melalui bank, yaitu proses persetujuan kredit akan memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan leasing. Rata-rata bank mematok waktu proses persetujuan KKB 14 hari kerja atau lebih dari itu.

Selain itu, bank menerapkan syarat kelengkapan dokumen yang lebih ketat. Pihak bank akan melakukan survei dan merekalah yang akan menentukan apakah nantinya kamu layak menerima kredit.

Bank umumnya juga menetapkan uang muka dalam jumlah besar, minimal 30% dari nilai total kredit. Ini berbeda dengan leasing yang umumnya mematok persyaratan lebih longgar dan waktu proses lebih cepat. Uang muka kredit mobil melalui leasing juga bisa lebih kecil. Konsekuensinya, bunga kredit mobil baru melalui leasing umumnya dipatok lebih mahal.

Menggunakan KKB dari bank biasanya kamu juga harus mengasuransikan mobil yang akan dibeli karena bank sudah bekerjasama dengan pihak asuransi.

2. Pilih pembayaran uang muka lebih besar

Memperbesar porsi uang muka atau down payment (DP) akan meringankan cicilan karena beban cicilan jadi lebih kecil. Umumnya bank atau leasing mematok uang muka sebesar 10-30% dari total harga mobil. Jika kamu punya cukup dana tunai, tidak ada salahnya memberi DP hingga 40% sehingga beban utang tidak terlalu besar.

Misalnya harga mobil Rp200 juta, dengan DP 40% maka nilai KKB yang kamu harus lunasi hanya Rp120 juta. Sedangkan jika DP hanya 10%, kamu harus melunasi KKB senilai Rp180 juta. Cukup jauh bukan selisihnya?

DP ini tentunya merupakan uang hasil tabungan kamu, bukan sebuah utang. Karena jika DP merupakan utang, maka kamu akan mencicil dua jenis utang yang waktu pembayarannya berbarengan dan pasti membebani keuanganmu.

3. Pilih tenor lebih panjang

Mencicil dengan tenor atau jangka waktu cicilan yang lebih panjang memang akan menghasilkan cicilan yang lebih kecil per bulannya dibanding mencicil dengan tenor lebih singkat.

Misalnya harga mobil incaranmu Rp200 juta. Dengan DP Rp60 juta dan bunga 4,25%, kamu mengambil kredit selama 5 tahun, maka cicilan perbulan hanya Rp2,83 juta.

Bandingkan dengan tenor kredit hanya 3 tahun dengan asumsi DP dan bunga yang sama, kamu harus mencicil per bulan sebesar Rp4,38 juta.

Namun di sisi lain, total harga mobil yang kamu bayarkan hingga kredit lunas selama 5 tahun mencapai Rp229,74 juta. Sementara jika tenor hanya 3 tahun total harga mobil yang kamu bayarkan menjadi Rp217,68 juta. Dengan demikian, harga mobil lebih mahal sekitar Rp12,06 juta.

Terlebih lagi, mobil merupakan aset yang mengalami penyusutan modal, yaitu semakin menurun nilainya dari tahun ke tahun. Semakin tua usia mobil, semakin banyak pula biaya perawatan yang harus kamu keluarkan. Tidak seperti kendaraan roda dua yang harga suku cadangnya murah, harga onderdil mobil jauh lebih mahal.

4. Pilih mobil dengan harga sesuai kemampuan

Mobil-mobil yang termasuk low cost green car atau LCGC jadi pilihan tepat buat kamu yang menginginkan kredit mobil baru dengan cicilan ringan karena harganya masih berada di kisaran Rp150 juta. Memang kini harga mobil LCGC terus naik dan hampir menyamai MPV, namun tetap terjangkau untuk kalangan menengah.

Selain LGCC, ada juga mobil asal China. Harganya bersaing dengan kualitas bagus karena produsen dari China bekerja sama dengan produsen asal Eropa untuk menaikkan kualitas produk.

Buat kamu yang baru mampu mencicil mobil tak lebih dari Rp3 juta per bulan, bisa juga memilih mobil-mobil tersebut.

Baca juga: IMAJI Studio, Bisnis Fashion Etis Ramah Lingkungan

Jadi, memiliki mobil pribadi bukannya mustahil selama direncanakan dengan baik agar tidak mengganggu kondisi keuanganmu.