Sejumlah perusahaan publik (emiten) alias perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), biasanya rutin membagikan dividen setiap tahun kepada para pemegang saham. Bagi kamu para investor saham, bersiaplah mendapatkan imbas dari keuntungan tersebut.

Baca juga: Inspirasi Bisnis Nick Yudha

Pembagian dividen ini cenderung menarik kalangan investor untuk membeli saham perusahaan tersebut atau meningkatkan nilai saham mereka. Namun, tak semua perusahaan tercatat memberikan dividen setiap tahunnya dan tak semua pemegang saham mendapat dividen.

Ada persyaratan bagi perusahaan untuk memberikan dividen kepada pemegang saham dan investor yang berhak menerima dividen.

Sebagai investor pemula, berikut ini serba-serbi dividen dari investasi saham yang sebaiknya kamu ketahui terlebih dahulu.

Definisi Dividen

Menurut Hessel Nogi S. Tangkilisan dalam buku Manajemen Keuangan Bagi Analisis Kredit Perbankan(2003), dividen adalah bagian dari laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham pada periode tertentu. Namun, emiten yang membagikan dividen kepada pemegang saham harus sudah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Biasanya, dividen dibagikan dalam kurun waktu satu tahun. Namun tak semua perusahaan membagikan dividen. Bagi perusahaan yang mengalami kerugian atau ingin mengalokasikan dananya sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja, biasanya tak membagikan dividen.

Porsi Dividen

Dividend Payout Ratio atau Rasio Pembayaran Dividen adalah porsi dividen yang dibagikan dari laba tahunan. Porsi dividen ditentukan dalam RUPS. Emiten akan mengumumkan jumlah dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham. Namun biasanya perusahaan tidak akan membagikan semua laba yang diperolehnya sebagai dividen karena harus menyisihkan laba sebagai cadangan dan modal kerja.

Kebanyakan perusahaan memberikan dividen dalam persentase. Namun, kamu bisa menghitung dividen per saham. Misalnya, diketahui perusahaan A mencatatkan laba bersih tahunan sebesar Rp10 miliar, dengan Rasio Pembagian Dividen (DPR) 40% dari laba bersih dan saham beredar sebanyak 100 juta lembar.

Maka jumlah total dividen yang diberikan kepada pemegang saham adalah laba bersih x DPR = Rp100 miliar x 40% = Rp40 miliar

Sementara menghitung dividen per saham adalah jumlah total dividen : saham yang beredar = Rp40 miliar : 100 juta = Rp400 per lembar saham

Karena itu, semakin banyak saham yang dimiliki pemegang saham di perusahaan tersebut maka dividen yang diperoleh juga semakin besar.

Contohnya, pemegang saham punya saham A sebanyak 2000 lembar maka untuk mengetahui jumlah dividen yang bisa dikantongi adalah jumlah saham yang dimiliki x dividen per saham = Rp2000 x Rp400 = Rp800 ribu.

Jenis Dividen

Ada dua jenis dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham setelah mendapat restu dalam RUPS. Pertama, dividen tunai atau cash dividend, yakni dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai.

Kedua adalah dividen saham atau stock dividend yang diberikan dalam bentuk saham kepada pemagang saham.

Dividen tersebut bisa diberikan sebagai dividen interim dan dividen final. Dividen interim atau dividen sementara, biasanya diberikan pada tahun berjalan sebelum pembukuan keuangan ditutup. Sedangkan dividen final atau akhir dibagikan setelah akhir tahun pembukuan keuangan ditutup.

Bila sebelumnya pemegang saham sudah menerima dividen interim, maka jumlah dividen final yang diputuskan dalam RUPS Tahunan akan dikurangi dividen interim.

Misalnya, dalam RUPS ditentukan bahwa pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp400 per saham. Namun sebelumnya pemegang saham sudah memperoleh dividen interim Rp250 per saham, sehingga dividen finalnya yang dibagikan Rp150 per saham (Rp400 dikurangi Rp250 yang sudah dibayar sebelumnya).

Yang Berhak Dapat Dividen

Saat perusahaan mengumumkan pembagian dividen kepada pemegang saham, akan disertai cum date, ex date dan payment date (tanggal pembayaran dividen). Investor yang berhak mendapat dividen adalah mereka yang punya saham sampai dengan cum date, baik membeli atau mempertahankan saham sampai bursa tutup pada hari tersebut.

Contohnya, tanggal cum date 6 Juli 2018, maka investor yang memegang atau membeli saham A hingga perdagangan bursa tutup pada 6 Juli 2018, berhak mendapat dividen. Investor tidak berhak mendapat dividen jika membeli saham perusahaan A pada ex date atau satu hari kerja bursa setelah tanggal cum date, dalam contoh ini pada tanggal 7 Juli 2018.

Baca juga: Rifaul Bingar, Mengolah Barang Bekas Menjadi Furnitur Berkelas

Sementara tanggal pembayaran dividen, biasanya dilakukan setelah 10 hari ex date. Dividen akan ditransfer perusahaan langsung ke rekening investor setelah dipotong pajak penghasilan (Pph) 10%.

Tapi jangan salah, rekening yang dimaksud bukan rekening tabunganmu, lo. Sebelum berinvestasi saham, investor diwajibkan membuat Rekening Dana Nasabah (RDN) atau Rekening Dana Investor (RDI) di bank yang bermitra dengan broker atau perusahaan sekuritas penjual saham incaranmu.

RDN berfungsi menjaga keamanan dana investor sehingga broker tidak bisa menyalahgunakannya. Cara membuka RDN juga mudah, kamu tinggal mengisi formulir di kantor perusahaan sekuritas atau secara online.

Berminat mendapatkan dividen? Itu berarti saatnya kamu mulai melirik investasi di saham.