Produk Investasi yang Bisa Memberikan ‘Gaji’ Untukmu

77
Produk Investasi yang Bisa Memberikan 'Gaji' Untukmu

Kebanyakan orang berpikir pendapatan rutin hanya dapat diperoleh melalui pekerjaan tetap yang sifatnya kantoran. Tapi dengan berinvestasi, kamu juga berpeluang mendapatkan penghasilan rutin, lo. Ini yang dikenal dengan istilah income investing.

Pada dasarnya income investing adalah kegiatan berinvestasi melalui sejumlah produk investasi yang diharapkan dapat terus bisa memberikan penghasilan optimal secara berkala, misalnya setiap bulan atau tahun. Penghasilan rutin ini bisa kamu pakai untuk membiayai kebutuhan sehari-hari atau kebutuhan lainnya.

Beberapa instrumen investasi bisa kamu gunakan untuk mencapai tujuan income investing, di antaranya:

1. Saham pemberi dividen

Jika berinvestasi saham, investor bisa mendapat dua keuntungan yaitu dari kenaikan harga saham dan juga dividen. Dividen berasal dari perusahaan-perusahaan yang rutin membagikan sebagian laba bersih mereka kepada pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Biasanya, dividen dari saham diberikan setahun sekali.

Di Bursa Efek Indonesia ada perusahaan yang royal memberi dividen, bahkan hampir 100% keuntungannya diberikan ke pemegang saham. Namun sebaiknya kamu memilih perusahaan yang memiliki rasio pembayaran dividen yang aman, yang berarti mereka hanya mendistribusikan 40% hingga 50% laba tahunan.

Perusahaan-perusahaan seperti ini akan menginvestasikan kembali sisa labanya ke dalam bisnis untuk mempertahankan pertumbuhannya atau istilah dalam korporasi, laba ditahan. Hal ini lebih positif bagi investor karena peluang memperoleh penghasilan rutin dari dividen saham juga makin besar bila bisnis perusahaan terus bertumbuh.

2. Obligasi

Berinvestasi di obligasi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih asing. Padahal berinvestasi di obligasi bisa memberi pemasukan rutin bagi keuangan yaitu dari kupon atau bunga obligasi yang kita miliki.

Sebagian pihak penerbit obligasi membayarkan bunga per tiga bulan dan ada yang membayarnya sekali dalam setahun. Pilihan obligasi saat ini beragam mulai dari obligasi pemerintah, obligasi korporasi, Obligasi Retail Indonesia (ORI), obligasi daerah, saving bond atau obligasi tabungan dan masih banyak lagi. Harga obligasi retail pun ada yang terjangkau, mulai dari Rp5 juta, seperti saving bond atau ORI.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

Bunga yang diberikan dari investasi obligasi ini beragam tergantung rating obligasi tersebut. Makin rendah rating obligasi, artinya risiko gagal bayarnya makin tinggi sehingga penerbit obligasi akan memberikan bunga yang lebih besar agar investor tertarik membeli obligasi.

Yang perlu diingat, belilah obligasi dengan durasi atau tenor maksimal 3 tahun. Jika membeli obligasi dengan jangka waktu lebih dari 5-8 tahun, ada risiko fluktuasi harga lebih besar karena harga obligasi akan dipengaruhi kebijakan bunga dari bank sentral, dalam hal ini Bank Indonesia.

3. Properti

Penghasilan rutin bisa diperoleh dengan menyewakan properti atau berinvestasi melalui REITs (reksa dana berbasis properti). Sebagian besar orang Indonesia lebih nyaman dengan investasi properti karena secara alami melindungi nilai aset terhadap inflasi tinggi. Banyak portofolio income investing memiliki komponen investasi properti dengan porsi yang besar karena memberi pendapatan yang menjamin biaya hidup dalam sebulan.

Di kota besar seperti Jakarta tarif sewa sebuah rumah bisa berkisar Rp100 jutaan per tahun sehingga pemilik rumah mendapat pemasukan lumayan yang bisa menutupi kebutuhan hidupnya selama setahun.

Kita bisa melihat bahkan di perkampungan ada juragan kontrakan petak yang bisa hidup dari sewa properti karena memiliki 10 atau lebih unit kontrakan. Sifat investasi properti sangat aman bahkan saat harga properti jatuh karena pemilik masih memiliki akta kepemilikan. Secara psikologis, itu bisa memberi mereka ketenangan pikiran yang dibutuhkan untuk bertahan dan tetap berpegang pada rencana keuangan mereka selama masa-masa sulit.

4. Memberi pinjaman di peer-to-peer lending

Seiring dengan kemajuan teknologi, bermunculan jenis investasi baru dengan format berbeda dari produk investasi sebelumnya seperti peer-to-peer lending (P2PL), yaitu marketplace yang mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam. Dengan mendaftar sebagai pemberi pinjaman kamu bisa langsung menyalurkan dana secara online ke peminjam yang umumnya adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Banyak P2PL yang sudah mendapat legalitas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga mereka memberikan jaminan keamanan investasi, dengan jumlah pendanaan minimal dan tingkat pengembalian yang menarik.

Dengan dana Rp100 ribu kini kamu sudah bisa menjadi investor. Beberapa P2PL menjanjikan imbal hasil hingga 18% per tahun kepada investor, bersih tanpa biaya admin, tenor pendek dan transparan.

Jika tujuanmu berinvestasi bersifat jangka pendek seperti memenuhi kebutuhan bulanan, cara income investing ini bisa dicoba. Namun bila kamu lebih ingin memaksimalkan hasil investasi untuk tujuan jangka panjang, pendapatan dari income investing sebaiknya diinvestasikan kembali. Selamat berinvestasi!

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu